
Ketika Mo Lianfeng berada di depan rumah, dia mendengar suara Xin Hui dan Xin Pinger terdengar di kejauhan. Mo Lianfeng berhenti dan mengangkat alisnya, "Ada apa? Kenapa kalian kemari?”
Suaranya agak dingin, Mo Lianfeng ingin melihat apakah Xin Hui dan Xin Ping'er datang ke sini untuk membuat masalah Xin Qian. Jadi, sikapnya pada mereka juga tidak ramah.
Xin Hui meremas saputangannya dan cemberut. Dia memandang Mo Lianfeng dengan malu-malu dan bertanya, "Pangeran, mengapa Kamu pergi sambil membawa ember? Apakah kamu mau mengambil air di sungai? Apakah Kamu ingin ku bantu?"
Xin Ping'er tidak mau ketinggalan dan berkata, "Ya, Pangeran, apakah Kamu membutuhkan bantuan kami? Kami berdua dapat membantu mu bersama!"
Melihat Xin Ping'er juga berperilaku sangat rajin di depan Mo Lianfeng, Xin Hui sedikit tidak bahagia. Dia tidak menyangka bahwa seorang wanita jelek seperti Xin Ping'er, tidak merasa malu untuk datang dan berjalan di depan Mo Lianfeng! Apa dia tidak takut membuat orang lain jijik?!
"Membantu ku?" Mo Lianfeng tertawa kecil, dengan sentuhan licik di matanya.
Xin Qian juga keluar dan berdiri di samping. Melihat penampilan Xin Ping'er dan Xin Hui, dia merasa mereka sangat lucu, dia tahu bahwa niat kedua gadis itu bukalah untuk membantunya mengangkat air, tetapi mencari perhatian dari Mo Lianfeng!
"Ya, Pangeran, tampaknya kamu benar-benar akan mengambil air. Bagaimana bisa seseorang dengan status mu melakukan pekerjaan kasar seperti ini? Xin Qian juga keterlaluan, dia tidak tahu aturan sama sekali..." Xin Hui mengeluh sambil melirik Xin Qian dengan kesal.
Xin Qian hanya berpikir bahwa sikap Xin Hui itu sangat konyol, tetapi dia tidak perlu peduli pada gadis seperti itu, jika tidak itu hanya membuang-buang energinya. Akammn tetapi, dia masih ingin mendengar apa yang akan Xin Hui katakan selanjutnya.
"Pangeran ini adalah laki-laki, dan ini adalah tugas yang seharusnya ku lakukan untuk membantu Xin Qian. Jika kedua gadis itu tidak punya bisnis lain, maka Pangeran ini akan pergi."
Melihat Mo Lianfeng pergi, Xin Hui dan Xin Ping'er bergegas ke arahnya dan buru-buru merebut ember di tangan Mo Lianfeng.
“Pangeran, mari kita bantu.” Xin Hui dan Xin Ping'er berkata bersamaan, masing-masing membawa satu ember di tangan mereka.
"Karena kedua gadis itu sangat antusias, aku akan menyerahkannya pada kalian untuk mengambil air. Lalu, Aku akan kembali dan beristirahat dulu." Ucal Mo Lianfeng dengan seringaian licik di bibirnya. Dia tidak lupa menambahkan, "Qian qian mungkin perlu lebih banyak air, dan aku harus menyusahkan kedua gadis itu untuk mengambilnya beberapa kali lagi."
Setelah Mo Lianfeng selesai berbicara, dia berbalik memasuki rumah bersama Xin Qian. Sedangkan, di luar rumah, Xin Hui dan Xin Ping'er masih linglung di tempatnya….
Apakah Mo Lianfeng bermaksud membiarkan mereka berdua pergi ke sungai, tetapi dia beristirahat di rumah? Tetapi mereka menawarkan bantuan, karena mereka ingin berjalan-jalan di depan Mo Lianfeng! Apa gunanya mereka ke sungai mengambil air, jika tidak ada Mo Lianfeng?!!
Xin Hui mendengus kesal dan berteriak, "Tunggu! Pangeran! Apakah Kamu benar-benar tidak akan pergi?"
Mo Lianfeng berbalik dan berkata dengan santai, "Bukankah kedua gadis itu mengatakan ingin membantu ku? Satu orang membawa satu ember kayu. Apa yang bisa Pangeran ini lakukan? Atau apakah kedua gadis itu berubah pikiran dan tidak mau membantu?"
Xin Hui buru-buru melambaikan tangannya, dan berkata, "Tidak, Pangeran, aku tidak bermaksud begitu. Kamu adalah Pangeran, kamu tentu saja harus beristirahat... dan kami yang akan pergi mengambil air….”
“Itu bagus, maka lakulanlah dengan cepat!” Ucap Mo Lianfeng tersenyum ringan.
Mendengar itu, Xin Hui dan Xin Pinger mau tak mau berjalan dengan enggan ke arah sungai drngan ember di tangan! Mereka kemari untuk bertemu dengan Mo Lianfeng, tetapi mereka justru bekerja sebagai gantinya!
Melihat Xin Hui dan Xin Ping'er pergi, cahaya kelicikan muncul di mata Mo Lianfeng. Xin Qian tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apakah Kamu benar-benar akan membiarkan mereka mengambil air?"
Ada senyum puas di mulut Xin Qian, dia tahu bahwa Mo Lianfeng sedang mempermainkan Xin Hui dan Xin Ping'er. Yah, dia cukup puas drngan itu. Sekarang Xin Hui dan Xin Ping'er tidak memiliki kesempatan untuk berada di dekat Mo Lianfeng, tetapi sebaliknya mereka di kirim untuk bekerja oleh Mo Lianfeng! Xin Qian sangat ingin tahu apakah Xin Hui dan Xin Ping'er telah menyadari kebenaran ini di hati mereka.
Untuk Xin Hui dan Xin Ping'er, Mo Lianfeng juga membenci kedua orang ini karena mereka menyusahkan Xin Qian. Membiarkan mereka bekerja sudah merupakan hukuman terkecil. Tentu saja, Xin Hui dan Xin Ping'er harus bersyukur karena mereka tidak melakukan terlalu banyak kejahatan pada Xin Qian. Jika tidak, Mo Lianfeng tidak akan melepaskan mereka dengan mudah……
"Mo Lianfeng, aku merasa bahwa Kamu tidak seperti ini sebelumnya, atau itu aku yang belum mengenal mu?" Ucap Xin Qian tersenyum ringan.
Apa yang Xin Qian tahu, Mo Lianfeng adalah pria yang baik dan serius di depannya Tetapi sekarang, Xin Qian merasa bahwa Mo Lianfeng memiliki sifat yang licik. Dia tidak tahu apakah dia akan mengetahui lebih banyak tentang Mo Lianfeng di masa depan. Sisi Mo Lianfeng yang dia tidak ketahui saat ini.
"Qian Qian, mungkin kamu masih belum mengenal ku dengan cukup baik. Tapi, jangan khawatir, di masa depan, kau akan mengetahui semuanya ceoat atau lambat. Saat itu, kamu akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang siapa aku." Mo Lianfeng tersenyum sedikit, dia menunjukkan senyum yang menarik.
Xin Qian buru-buru menoleh, takut jika dia terus menatap senyum itu lagi, dia akam dikuasai oleh Mo Lianfeng seperti waktu itu!
Xin Hui dan Xin Ping'er berjalan menuju sungai di desa. Saat setengah jalan, Xin Hui langsung menyerahkan ember kayu di tangannya kepada Xin Ping'er, dan berkata kepada Xin Ping'er, "Xin Ping'er, kamu harus memegangnya untuk ku!"
Xin Ping'er mengerutkan kening dan berkata dengan enggan, "Bibi Hui, Kamu punya tangan, kan? Kenapa harus aku yang membawanya?"
"Tidak bisa kamu hanya membantu ku? Untuk apa begitu banyak omong kosong! Tangan ku lelah, dan aku sangat capek!" Xin Hui menggosok pergelangan tangannya sambil meletakkan ember kayu di tanah.
Sudah sekian lama, Xin Hui selalu menjadi orang yang di manjakan di rumah. Kapan dia pernah bekerja? Karena itu, sulit baginya untuk membawa tong kayu seberat beberapa kilogram.
Xin Ping'er merasa marah melihat Xin Hui memperlakukannyaseperti ini. Bibi kecilnya ini juga keterlalian, dia selalu menggertaknya dan mendorongnya untuk melakukan pekerjaan kasar apa pun. Dia juga membawa satu ember. Ketika dia kembali dari sungai nanti, bukankah dia harus meembawa dua ember berisi air sendirian? Dia bukan laki-laki, dia tidak memiliki kekuatan sebanyak itu!
"Mengapa kamu masih linglung di sana? Apakah kamu tidak mau pergi?" Desak Xin Hui dengan tidak senang kepada Xin Ping'er.
“….” Xin Ping'er dengan enggan mengangkat ember milik Xin Hui .
“Ayo bawa airnya dengan cepat, dan kita bisa selesai lebih awal, hingga kita bisa berbicara dengan Pangera, tidakkah kamu mengerti?” Xin Hui berkata kepada Xin Ping'er.
Begitu Xin Ping'er mendengar kata-kata Xin Hui, dia segera menjadi bersemangat, dan berkata, "Bibi, kamu benar, ayo kita bawa airnya dengan cepat, dan selesak lebih awal."
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗