
Setelah makan siang, Xin Qian berniat akan naik ke gunung untuk mencari jamur. Tiba-tiba ada banyak perwira dan tentara yang dating, mereka semua berkumpul di depan rumah Xin Qian, hal itu sangat menarik perhatian penduduk desa.
Para penduduk desa, mengobrol tanpa henti di antara mereka sendiri, mereka penasaran tentang apa yang terjadi. Jika bukan karena sesuatu yang serius, masalah itu seharusnya tidak di tangani oleh begitu banyak perwira dan tentara sekaligus.
"Apa yang salah?"
"Aku tidak tahu? Sesuatu telah terjadi, kan?"
"Itu pasti peristiwa besar. Jika itu bukan peristiwa besar, bagaimana mungkin ada begitu banyak perwira dan tentara kemari?"
"Para perwira dan prajurit ini telah tiba di depan rumah gadis Qian. Apakah gadis Qian melakukan kejahatan?"
"Apa yang bisa di lakukan oleh gadis Qian? Lagipula, Apa yang bisa dia lakukan sebagai wanita?"
"Mungkin itu masalah yang rumit. Lihatlah gadis Qian ini, dia adalah yang paling miskin dari kita semua, tapi dia bisa membeli keledai. Coba kalian pikirkan, dari mana uang itu berasal? Tidak mudah bagi gadis Qian untuk menghidupi dirinya sendiri dan anaknya. Sepertinya 80% uang yang di gunakan oleh gadis Qian adalah hasil curian!”
"Lalu para perwira dan prajurit ini datang untuk menangkap gadis Qian?! Karena mencuri??”
"Benarkah begitu? Ku pikir, masalah pencurian tidak sampai membawa banyak petugas, mungkinkah ada seseorang yang meninggal?”
“Kau benar! Jika itu masalahnya, maka itu masuk akal! Hei, ini benar-benar memalukan! Kita belum pernah melihat ada warga desa yang di penjara karena membunuh seseorang!”
"Yah, siapa tahu? Gadis Qian juga melakukan hal yang memalukan sebelumnya, bukankah dia hamil saat dia belum menikah?"
"Keluarga Xin kehilangan muka lagi ..."
"·······" Xin Qian keluar karena keramaian di luar rumahnya, hatinya bergetar ketika dia melihat ada banyak perwira dan tentara di luar rumahnya. Firasat buruk muncul dalam hatinya…
Xin Qian bergegas untuk bertemu dengan kepala petugas dan bertanya dengan sopan, "Aku tidak tahu mengapa Para petugas resmi ini datang ke rumah ku? Apakah ada masalah??"
Petugas yang memimpin rombongan itu, melirik ke arah Xin Qian yang berdiri di depannya. Dia melihat bahwa Xin Qian memiliki penampilan yang halus, suara yang jelas dan enak di dengar. Lalu, ada temperamen khas di antara gerakannya, yang membuat Xin Qian tidak terlihat seperti wanita desa biasa. Bahkan, Xin Qian berbicara dengan sangat lugas dan sopan padanya, petugas itu pun memiliki perasaan yang baik terhadap Xin Qian.
Apakah wanita seperti itu benar-benar melakukan kejahatan?
“Apakah kamu Xin Qian?” Tanya Kepala Perwira itu dengan wajah muram.
Xin Qian mengangguk dan merespons. “Itu aku.”
"Baiklah, aku akan langsung mengatakannya. Saat ini, pemerintah mencurigai mu sebagai pelaku yang telah meracuni seseorang. Jadi, kami kemari untuk menangkap mu dan membawa mu ke pengadilan." Ucap Kepala Perwira itu.
Setelah Ucap-Ucap itu di ucapkan oleh kepala perwira, dua petugas dan beberapa tentara melangkah maju dan mengepung Xin Qian.
“Aku? Meracuni seseorang?” Xin Qian mengerutkan keningnya.
Tetapi, para petugas resmi ini telah mengetahui namanya dan menemukan rumahnya, jadi orang-orang ini pasti telah mengkonfirmasi itu berdasarkan beberapa bukti.
Xin Qian dengan tenang bertanya kepada kepala perwira. "Tuan, bisakah Aku kamu memberitahu ku tentang masalah keracunan ini dengan jelas? Gadis kecil ini tidak mengerti mengapa bisa terlibat...”
Xin Qian tahu bahwa penangkapan dirinya sebagai pelaku ini masih di lakukan secara sopan oleh kepala perwira ini. Jadi, jika dia bertanya lagi, itu akan memperburuk sikap kepala perwiran ini padanya.
"Xin Qian, kamu harus pergi bersama kami sekarang." Ucap kepala perwira.
Xin Qian melirik kepala perwira dengan malu, dan memohon, "Tuan, aku punya seorang anak kecil di rumah. Bisakah aku bisa masuk sebentar dan menjelaskan beberapa Ucap kepadanya. Setelah itu, aku pasti akan pergi dengan mu ketika aku sudah selesai?"
Kepala perwira itu menatap Xin Qian, dia berpikir bahwa Xin Qian tidak bisa melarikan diri darinya, lagipula dia hanya seorang wanita. Tidak masalah jika dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya, jadi kepala perwira itu berUcap, “Baiklah. Selesaikan dalam 15 menit.”
Xin Qian mengangguk, dan berUcap, "Terima kasih, Tuan."
Setelah berbicara, Xin Qian berbalik dan masuk ke rumahnya…
Mo Lianfeng bersandar ke pintu untuk mendengarkan situasi di luat, lalu dia melihat Xin Qian yang masuk ke rumah, dan buru-buru bertanya, "Qian Qian, mengapa ada begitu banyak perwira dan tentara di sini, ada masalah apa?"
Xin Qian memberi tahu Mo Lianfeng tentang apa yang di Ucapkan petugas itu. Xin Qian juga tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi dia hanya bisa mencari tahu ketika dia pergi ke pemerintahan.
Xin Qian tentu saja harus menyingkirkan tuduhan tanpa alas an ini. Dia tidak melakukannya, jadi dia tidak takut sama sekali. Jika seseorang menjebaknya, dia setidaknya akan bisa membela dirinya.
"Qian Qian, bagaimana jika aku membantu mu? Mereka tidak akan berani main-main karena status ku," Ucap Mo Lianfeng.
Xin Qian menggelengkan kepalanya, lalu berUcap, "Pangeran Mo, Kerajaan Zhou kita bertindak sesuai dengan hukum. Meskipun Kamu adalah Pangeran, Kamu tidak dapat melanggar hukum pemerintahan dalam menangani kasus ini. Jika Pangeran Mo ingin membantu ku, tolong jaga Xiao Chen dengan baik. Jika besok aku masih tidak kembali. Tolong cari tahu apa yang terjadi pada ku. "
Xin Qian hanya meninggalkan kalimat ini dan meninggalkan rumah.
"Ibu ~" Panggil Xiao Chen sambil menangis tersedu-sedu. Pipinya yang seperti bakpao itu memerah, yang membuat penampilan imutnya menjadi terlihat menyedihkan.
“Xiao Chen, jangan takut, ibu mu akan baik-baik saja. Ayah akan memastikannya.” Mo Lianfeng menghibur Xiao Chen sambil memeluknya.
"Ayah~ hiks... kamu harus menyelamatkan Ibu ku." Ucap Xiao Chen sambil menangis di pelukan Mo Lianfeng.
Saat Mo Lianfeng melihat Xin Qian telah pergi mengikuti para perwira dan tentara, cahaya dingin melintas di mata Mo Lianfeng.
Mo Lianfeng mengelus punggung Xiao Chen dan berkata, "Tentu saja. Serahkan pada Ayah."
"Hmm~" jawab Xiao Chen.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗