
Xin Qian tersenyum dan berkata kepada Helian Ming, "Tuan Muda Helian pasti bercanda, bagaimana bisa aku bertemu dengan Pangeran Mo? Tapi, kenapa kamu bertanya tentangnya pada ku? Apa yang terjadi dengan Pangeran Mo?"
Helian Ming tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Bukan apa-apa, ku pikir dia pergi ke tempat mu."
Xin Qian tidak bisa melihat pikiran Helian Ming, tapi dia bisa melihat rasa kehilangan dan kekhawatiran di mata Helian Ming. Yah, itu mungkin karena mereka tidak menemukan keberadaan Mo Lianfeng selama berhari-hari. Jadi, Xin Qian bisa menebak seperti apa situasi di Mansion Mo.
Tapi, Xin Qian paling tahu bahwa Mo Lianfeng baik-baik saja, dan sekarang pria itu sudah bisa berkultivasi dengan baik di rumahnya. Adapun masalah lain, Xin Qian tidak ingin terlalu banyak ikut campur.
"Tuan Muda Helian, jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, maka Aku akan pergi dulu," Xin Qian mengucapkan selamat tinggal.
"Tunggu! Nona Qian, sudah lama sejak aku melihat mu. Aku sangat merindukan keahlian memasak mu itu. Jadi, Aku ingin tahu, apakah aku bisa pergi ke rumah Nona Qian untuk makan siang hari ini?" Saat mengatakan itu, Helian Ming bahkan menjilat sudut mulutnya dengan rakus, yang paling dia rindukan adalah daging babi rebus buatan Xin Qian dan tumis jamur yang sangat lezat!
Ngomong-ngomong, setelah makan di banyak restoran, Helian Ming tetap tidak menemukan hidangan yang lebih baik dari milik Xin Qian. Jadi, saat melihat Xin Qian, dia tanpa malu-malu langsung meminta ijinnya untuk makan. Jika dia tidak bisa makan apa yang di buat Xin Qian hari ini, sepertinya dia tidak akan selera makan!
Sudut mulut Xin Qian berkedut, dia sedikit bingung dengan kata-kata Helian Ming yang tiba-tiba. Tuan Muda kaya raya ini, ingin pergi ke rumahnya khusus untuk makan masakannya?
Melihat Xin Qian terlihat tidak nyaman, Helian Ming buru-buru berkata, "Nona Qian, jangan khawatir, Aku tidak akan pernah makan dan minum gratis seperti waktu itu. Semua bahan-bahannya akan aku beli sendiri. Bagaimana menurut mu? Apakah lima ratus koin perak akan cukup? "
Xin Qian tahu bahwa Helian Ming telah salah paham dengannya. Jika hanya satu kali makan dia sama sekali tidak keberatan, tapi yang membuat Xin Qian khawatir adalah Helian Ming menemukan Mo Lianfeng di rumahnya! Dia harus mendiskusikan masalah ini dengan Mo Lianfeng.
"Itu... Tuan Muda Helian, bukankah terlalu merepotkan bagi mu untuk pergi ke rumah ku yang jauh?" Tanya Xin Qian.
Helian Ming tampak acuh tak acuh, "Tidak apa-apa, Nona Qian, itu tidak sulit sama sekali. Lagi pula, Aku punya banyak waktu luang."
Xin Qian tertegun, foody ini benar-benar tidak mudah di bujuk. Melihat mata berbinar Helian Ming, Xin Qian menyeringai dan berkata, "Tuan Muda Helian, meski pun kamu punya waktu, tetapi Aku masih punya bisnis yang harus ku urus, aku cukup sibuk. Jadi ..."
Helian Ming tidak bodoh, dia tahu bahwa Xin Qian bermaksud menolaknya, dan dia merasa sedikit kecewa. Dengan lesu, dia berkata, “Nona Qian, jika aku punya waktu luang lain kali, bisakah aku pergi ke rumah mu untuk makan?"
Xin Qian tersenyum dam berkata, "Tentu saja."
Helian Ming kembali bersemangat, dia tidak sabar untuk bisa mencoba masakan lezat. Dia berkata, "Bagus! Kalau begitu, Nona Qian, karena kamu sibuk, Aku akan pergi sekarang."
Melihat Helian Ming sudah pergi, Xin Qian menghela nafas lega. Xin Qian tidak segera pulang ke rumahnya, tetapi pergi ke pasar untuk belanja. Ada beberapa barang yang harus di beli. Di masa lalu, dia tidak pernah bisa punya uang lebih untuk di tabung. Sekarang dia mendapatkan begitu banyak uang setiap hari, tapi dia masih ingin menjalani kehidupan yang lebih nyaman. Itu sebabnya dia mulai memikirkan tentang bisnis makanan. Dengan keahliannya bukankah itu adalah jaminan? Yah, dia masih belum punya mpdal untuk saat ini…
"Kios ini di jual, dan harganya akan di bahas secara rinci."
Xin Qian sudah lama memikirkan tentang bisnis makanan, lalu kios di depannya ini memiliki tempat yang cukup strategis. Ada banyak tamu yang datang dan pergi. Dengan lokasi yang sebagus ini, secara logis, mungkin dia bisa menghasilkan banyak uang dalam sebulan, tetapi mengapa itu di jual?
Xin Qian berjalan mendekat. Pemilik toko itu adalah seorang wanita tua, berusia enam puluh tahun, tapi wanita itu bisa bergerak dengan cepat, dan mengantarkan pesanan tamu lebih cepat, dan bersih.
Melihat Xin Qian mendekat, wanita tua itu menyapa sambil tersenyum, "Gadis, apa yang ingin kamu makan? Setelah melihat menunya, Kamu bisa memesan."
Xin Qian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Bibi, Aku melihat tanda di depan, di situ tertulis bahwa kios ini akan di jual. Bibi punya banyak pelanggan seperti ini, mengapa Bibi ingin menjualnya?"
Wanita tua itu tersenyum, "Menantu ku akan melahirkan seorang putra, dan Aku ingin menggendong cucu ku, tapi jika aku terus sibuk di kios ku, aku tidak bisa melakukannya. Lalu, menantu ku tidak punya uang untuk menyewa perawat basah, jadi aku harus ke sana membantunya. Aku juga sudah tidak muda lagi. Jadi, Aku ingin menjual kios ku."
Xin Qian mengangguk, dia yakin bahwa wanita tua ini sangat baik. Jika ibu mertua pada umumnya, pasti akan enggan menjual kios penghasil uang seperti itu, hanya untuk membantu menantu perempuannya.
"Gadis, karena kamu bertanya tentang itu, apakah kamu ingin membeli kios ku? Sejujurnya, jika kamu memiliki keahlian memasak yang baik, kau bisa dengan mudah mendirikan sebuah kios di sini. Aku saja bisa mendapatkan 200 sampai 300 koin tembaga dalam sehari. Harga makanan yang ku jual tidak banyak, tetapi keuntungannya cukup tinggi. Jika kamu bisa memasak dan mengelola keuangan mu dengan baik, kau mungkin menghasilkan lebih dari yang Aku dapatkan. "
Xin Qian tersenyum, dan bertanya, "Berapa banyak kios bibi akan di jual? Apakah bibi tidak berniat untuk menyewakannya saja, dari pada menjualnya?"
"Yah, ku pikir aku ingin menjualnya sebanyak 40 koin perak. Tapi, jika kamu ingin menyewanya, aku tidak keberatan, lalu kamu bisa membayar ku 2 koin perak di awal, kemudian kamu akan membayar 5 koin perak per tahun. Bagaimana? Apa kau tertarik?"
Xin Qian ingin mengatakan bahwa harga sewa ini terlalu mahal. Lagipula jika bisnisnya tidak berjalan dengan baik, dia mungkin akan rugi. Xin Qian menghela nafas dan berkata, "Lupakan saja, itu terlalu berisiko."
"Apakah kami menganggap sewanya terlalu mahal? Jika gadis itu mau menyewanya, kita bisa menegosiasikan harganya." Wanita tua itu sudah memasang papan pengumuman itu selama sebulan, dan belum ada yang datang untuk bertanya atau menawar, itu membuatnya juga sedikit cemas.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗