
Apa yang di khawatirkan Xin Qian sekarang adalah, bukankah dia harus tinggal dengan Mo Lianfeng untuk sementara waktu? Sedikit gugup dan sedikit bersemangat. Xin Qian tidak bisa menggambarkan perasaannya. Dia tidak pernah mengalami perasaan melankolis seperti ini, bahkan di kehidupan modern, dia tidak tahu apa-apa antara hubungan pria dan wnaita!
Saat memikirkan hubungan pria dan wanita, wajah Xin Qian langsung memerah. Dia memalingkan wajahnya malu, dia berdehem dan berkata, "Ehem... Pangeran, apakah kamu lapar? Aku akan memasak makanan untuk mu terlebih dahulu, kalau tidak kamu harus menunggu sampai siang untuk makan,"
Mo Lianfeng sudah koma selama sehari tanpa makan. Dia agak lapar, jadi dia tersenyum dan mengangguk dan berkata, "Aku akan merepotkan Qianqian."
Mendengarnya memanggil namanya ‘Qianqian’ dengan akrab berulang kali, membuat Xin Qian semakin memerah karena malu. Sebelumnya, karena mereka dalam keadaan genting jadi dia tidak memperhatikan bagaimana Mo Lianfeng memanggilnya, dan baru sekarang dia menyadarinya! Bukankah panggilan seperti untuk orang terdekat?
“Tidak masalah. Aku akan memasak sekarang.” Ucap Xin Qian buru-buru melarikan diri ke dapur untuk menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat.
Xin Qian datang ke dapur dan membuat semangkuk mie telur. Tidak ada makanan yang mewah di rumahnya. Ketika mie sudah matang, dan selesai di sajikan, Xin Qian memanggil Xiao Chen untuk bangun dan membiarkan anaknya untuk makan terlebih dahulu, sebelum dirinya.
Setelah Xin Qian dan Xiao Chen selesai makan. Dia segera membawakan semangkuk mir kepada Mo Lianfeng. Xin Qian tidak tahu apakah itu karena Mo Lianfeng lapar, tapi semangkuk mie telur di habiskan dengan sangat cepat. Mie dalam mangkuk bersih dan tidak ada kuah makanan yang tersisa. Kemudian, Xin Qian menyerahkan kain kecil, Mo Lianfeng menyeka mulutnya dengan anggun.
“Terima kasih, Qianqian, masakan mu lezat.” Ucap Mo Lianfeng.
“Benarkah itu?" Xin Qian tahu bahwa Mo Lianfeng terbiasa memakan makanan lezat. Dengan identitas seperti itu, bukankah dia selalu menginginkan sesuatu yang terbaik? Bukankah semangkuk mie telur terlihat kumuh baginya?
“Sangat lezat.” Ucap Mo Lianfeng.
"Jika kamu suka makan, lain kali aku akan membuatkannya lagi untuk.” Ucap Xin Qian tersenyum. “Pangeran Mo, aku akan pergi dulu. Aku harus mengirimkan barang-barang ke kota. Pangeran mengalami cedera serius, cobalah untuk berbaring di tempat tidur tanpa banyak bergerak dan istirahat yang baik."
“Baiklah” jawab Mo Lianfeng tersenyum. Di rawat seperti ini oleh Xin Qian bukanlah hal yang buruk, dia malah merasa bahagia.
“Aku berangkat. Jaga diri mu.” Ucap Xin Qian, lalu dia pergi dengan keranjang di punggungnya, lalu menutup pintu.
Xin Qian kembali ke desa pada siang hari. Hari ini, Xin Qian pergi ke kota untuk membeli lengkeng kering coklat dan hati babi dan daging babi, dan Xin Qian merasa bahwa uangnya mengalir keluar dengan cepat. Menghasilkan uang tidak mudah, tetapi kecepatan membelanjakan uang sangat cepat! Dia hanya membeli sesuatu dengan santai, dan uang itu hilang.
Tampaknya masih sangat sulit untuk menghemat uang untuk membangun rumah. Xin Qian sudah bertanya sebelumnya, bahwa untuk membangun rumah-rumah kuno modalnya cukup banyak untuk membangun 1 rumah.
Jika Xin Qian ingin membeli membangun rumah kecil yang baru, dia akan memerlukan setidaknya 20 koin perak, yang jauh lebih murah daripada harga tanah, tetapi juga merupakan pengeluaran yang cukup besar bagi Xin Qian.
Tapi, Xin Qian tidak berencana untuk membangun rumah kuno semacam itu. Dia ingin membangun rumah batu bata, yang membutuhkan banyak bahan dan tenaga kerja, dan dia ingin membangun tiga rumah, karena itu, dia setidaknya membutuhkan modal sebesar 200 koin perak, yang merupakan jumlah uang yang sangat besar. Xin Qian bahkan hanya punya uang sebanyak 6 koin perak di sakunya.
Sesampainya di rumah...
Xin Qian membuka pintu dan meletakkan keranjang belakang di tubuhnya. Saat Xin Qian masuk, dia melihat Xiao Chen sedang bersandar di sisi Mo Lianfeng.
Xin Qian tidak tahu apa yang di bicarakan Mo Lianfeng dan Xiao Chen. Pria besar dan kecil duduk bersama, itu adalah pemandangan yang sangat hangat. Ketika Xin Qian melihat Xiao Chen dan Mo Lianfeng yang duduk berdekatan satu sama lain, dia merasa bahwa penampilan kedua pria ini menjadi sangat mirip.
Pada pandangan pertama, mereka terlihat seperti ayah dan anak. Xin Qian tidak tahu, apa yang di ucapkan Mo Lianfeng sampai membuat Xiao Chen tertawa bahagia. Xin Qian belum pernah melihat senyum yang begitu cerah di wajah anaknya.
“Bocah kecil ini, apakah dia benar-benar bahagia bisa bersama Mo Lianfeng? Cukup lebih bahagia daripada bersamanya?” batin Xin Qian agak cemburu.
Melihat kembalinya Xin Qian, Xiao Chen segera merangkak keluar dari ranjang dengan kaku, dan bangkit untuk menyapa Ibunya, "Ibu, apakah kamu baru saja kembali?"
"Ya, ibu baru sampai, mengapa Xiao Chen dan Paman Feng mengobrol begitu bahagia?" tanya Xin Qian, dia masih tidak bisa menahan rasa penasaran, jadi dia bertanya pada Xiao Chen.
Apa yang Xin Qian tidak harapkan adalah Xiao Chen dan Mo Lianfeng saling memandang, dan keduanya saling bertukar pandang sejenak. Setelah itu, Xiao Chen tersenyum dan berkata kepada Xin Qian, "Ibu, bukan apa-apa, Xiao Chen tidak mengatakan apa-apa kepada Paman Feng."
"·······" Xin Qian tidak berdaya, bocah kecil ini, sebenarnya belajar berbohong dan menipunya? Memangnya ada yang mereka bicarakan, sampau bisa tertawa bahagia? Di depan wajah Mo Lianfeng, Xin Qian tidak bisa terus bertanya.
"Aku akan memasak dulu!" ucap Xin Qian.
“Ibu, Xiao Chen akan membantu mu,” ucap Xiao Chen dengan suara lembut, dan mengikuti Xin Qian keluar dari rumah.
Akhirnya, Ibu dan anak itu pun sibuk di dapur. Sedangkan Mo Lianfeng, dia hanya bisa memperhatikan keduanya dari jauh, dia ingin membantu tetapi lukanya akan terbuka jika dia banyak bergerak.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗