Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 230



Xin Qian memandang tangan Mu Lan yang dia bungkus dengan kain putih. Pembuatan keranjang bambu ini secara inheren berbahaya. Untungnya, luka Mu Lan tidak terlihat seperti masalah besar, jika tidak, lukanya pasti akan bengkak.


"Kakak Mu Lan, aku pergi ke Kota Yangcheng hari ini untuk menanyakan harga sewa kios, aku akan membayar uangnya besok dan menandatangani surat kontraknya besok. Lusa kita dapat membuka bisnis," Ucap Xin Qian kepada Mu Lan.


Mu Lan sangat gembira setelah mendengar ini, "Xin Qian, benarkah itu?!?"


"Yah, kios bibi ini belum ada penyewa selama beberapa hari, jadi kali ini aku menyewa kiosnya dengan harga yang jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Kali ini, bahkan dengan barang-barang di kios! " Xin Qian juga berbicara dengan Mu Lan tentang harga sebelumnya, jadi kali ini memang jauh lebih murah.


Ketika Mu Lan memikirkannya, ada kegembiraan di hatinya. Belakangan ini, dia selalu berpikir untuk mendapatkan lebih banyak uang dan membeli lebih banyak makanan lezat untuk anak-anaknya. Sekarang akhirnya dia melihat harapan.


"Xin Qian, kalau begitu aku akan pergi bersama mu besok," Ucap Mu Lan.


“Oke~” Jawab Xin Qian mengangguk, dia benar-benar membutuhkan bantuan untuk pergi bersama.


Setelah menyelesaikan dokumen besok, Xin Qian juga harus membeli beberapa bahan baku untuk membuat makanan ringan, seperti tepung, minyak dan garam. Kiosnya akan di buka lusa, jadi bahannya harus di siapkan terlebih dahulu.


“Kakak Mu Lan, menurut mu apa yang baik untuk makanan ringan kita?” Tanya Xin Qian.


Jika mereka ingin bisnis berjalan dengan baik, mereka harus menjual beberapa makanan khas, tetapi Xin Qian tidak dapat memikirkan apa yang di sukai di era ini.


Ketika di tanya oleh Xin Qian, Mu Lan sedikit malu, dan berkata, “Xin Qian, aku tidak tahu banyak tentang makanan, lagipula orang-orang desa hanya makan hasil panen. Jadi, aku tidak tahu apa yang orang suka makan di kota."


Xin Qian tidak ingin terus mempermalukan Mu Lan, dia tahu Mu Lan bahkan tidak bisa makan banyak selama di Keluarga Zhu, apalagi memakan sesuatu yang lezat Apa yang harus di lakukan mulai sekarang, dia akan memikirkannya lagi hari ini.


“Ibu, kamu harus membantu ku mencuci popok, cucu mu hampir tidak ada popok!” Suara Qi Shi datang dari arah Keluarga Zhu.


Ny. Zhu berlari keluar dari rumahnya dan bergegas ke kamar Qi Shi. Lalu dengan lemah berkata, “Kemarilah!”


Xin Qian samar-samar mendengar kutukan Qi Shi di dalam kamar…


"Ibu, bukankah kamu terlalu malas? Cucu mu tidak punya popok lagi sekarang! Jika dia tidak memiliki popok, dia hanya akan membasahi tempat tidur. Ketika itu terjadi, bukankah Ibu yang akan kesulitan mencucinya?!” tiba Kamu harus menariknya dan membantu mencucinya! " Ucap Qi Shi dengan nada kesal.


"Tenanglah, menantu ku, aku akan mencucinya sekarang. Hei, itu karena aku sakit punggung dalam dua hari terakhir, kalau tidak, bukankah aku akan mencucinya?" Ucap Ny Zhu mengeluh.


Menghadapi keluhan Ny. Zhu, Qi Shi tidak peduli sama sekali, sebaliknya dia berkata, "Ibu, kamu harus menahan sakit punggung mu. Aku masih di kurung oleh Putra mu, aku tidak bisa mencucinya!”


Alasan mengapa Qi Shi begitu merajalela adalah karena perhatian suaminya sendiri, Ny. Zhu takut bahwa putra pertama nya juga meminta berpisah dengan keluarga, jadi dia mau tak mau harus bekerja keras dj rumah.


"Ya, ya, istirahatlah saja di sini, aku akan mencucinya untuk mu!" Ucap Nyonya Zhu menurut.


"Omong-omong, ibu, kamu harus membawakan ku dua telur rebus dan air hangat setelah kamu selesak mencucinya. Aku merasa lemah dalam dua hari ini," Ucap Qi Shi memerintahkan Nyonya Zhu lagi.


"Kakak Mu Lan, Ibu mertua mu terlihat menyedihkan sekarang ~" Ucap Xin Qian seraya tersenyum.


Nyonya tua Zhu ini, bukankah dia menindas orang sebelumnya? Tidak apa-apa, sekarang dia adallah orang yang di tindas oleh menantu kesayangannya sendiri! Dia pantas mendapatkannya.


Berbicara tentang Nyonya tua Zhu, Mu Lan tampaknya menaruh sedikit simpati pada Nyonya Zhu, "Benar, ibu mertua ku sangat menyedihkan. Kakak ipar ku tidak melakukan apa-apa, jadi dia menyerahkan semua pekerjaa pada Ibu mertua."


"Kakak Mu Lan, itu tidak ada hubungannya dengan mu, itu adalah tanggung jawabnya. Lagipula, dia menjadi seperti ini karena ulahnya sendiri, jadi tidak perlu bersimpati padanya.” Ucap Xin Qian menyeringai dengan dingin. Jika bukan karena Nyonya Zhu memperlakukan Mu Lan seperti itu, mereka tidak akan berpisah.


“Kau benar.” Mu Lan mengangguk dan merespons. Simpati kembali ke simpati, tetapi terkadang hanya simpati itu tidak berguna, dia masih ingat bagaimana Nyonya Zhu memperlakukan dia dan anaknya sebelumnya.


Nyonya tua Zhu mengeluarkan popok dan melihat Er Hua'er mencuci pakaiannya di sebelah bak mandi, dia berjalan ke arah Erhua lalu membuang popok ke samping, dan berkata kepada Mu Lan, "Menantu kedua, biarkan Er Hua'er mencuci popok ku juga. "


“….” Mu Lan tertegun, ibunya berkaya ap? Biarkan Erhua mencuci popok-popok kotor itu? Rasa simpati Mu Lan sebelumnya, segera menghilang dalam sekejap!


Kakak iparnya tidak pernah mau mencuci sendiri, dan ibunya juga tidak mau mencuci, jadi dia tanpa malu membiarkan Erhua mencucinya? Erhuaer hanyalah seorang anak kecil!


Melihat apa yang akan di katakan Mu Lan, Nyonya tua Zhu mengatakan, "Menantu kedua, aku menderita sakit punggung yang mengerikan selama dua hari terakhir. Tidak masalah kan jika Erhua membantu mencuci popok ini. Selain itu, anak perempuan harus belajar bekerja sejak ia masih kecil. Lakukan lah lebih banyak pekerjaan sehingga dia tidak akan malas atau ditolak oleh mertuanya di masa mendatang. "


Xin Qian hanya berpikir Nyonya tua Zhu ini benar-benar menarik. Dia tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang cukup masuk akal, tetapi sebenarnya itu hanya omong kosong!


"Ibu, tangan ku sakit. Tidak mudah bagi Erhua untuk mencuci pakaian di rumah. Erhua tidak punya kekuaatan untuk membantu mu mencucinya!" Ucap Mu Lan dengan kesal. Dia tidak akan pernah lupa bagaimana Nyonya Zhu nya bersikap pilih kasih pada anaknya dan anak Qi Shi. Apalagi, betapa seringnya Nyonya Zhu memukulinya hanya karena hal kecil.


"Mengapa dia tidak bisa, bukankah Erhua mencuci pakaian dengan baik? Kamu tidak bisa menolak untuk membantu orang tua ini. Apa alasannya," Ucap Nyonya Zhu, memutar matanya ke arah Mu Lan dengan sangat tidak senang.


Mu Lan menarik napas dalam-dalam, dan dia belum pernah melihat orang yang tidak masuk akal seperti ini. Untuk apa dia bersimpati sebelumnya? Itu hanya sia-sia! Untungnya, keluarga mereka sudah terpecah, jika tidak Erhuaer-nya akan sangat menderita karena mencuci popok ini!


"Ibu, saudara ipar ku tidak mencuci milik anaknya sendiri, jadi mengapa Erhua ku yang harus membantu mencucinya! Lagi pula, sekarang keluarga ku tidak ada hubungannya dengan masalah Keluarga Zhu, jadi kami tidak akan mencuci popok itu!" Ucap Mu Lan dengan dingin. Sikapnya menjadi sangat berbeda.


Xin Qian memperhatikan dari samping dan tersenyum puas di sudut mulutnya. Mu Lan harus lah bersikap keras seperti ini, jangan sampai Nyonya tua Zhu memperlakukannya sebagai pembantu lagi.


"Kamu, kamu..." Nyonya Zhu menunjuk ke Mu Lan dengan marah. Setelah di intimidasi oleh menantunya yang tertua, dia di intimidasi lagi sekarang. Kenapa hidupnya di masa tua begitu sulit?!!


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗