
Setelah Xin Ping’er pergi, Xin Qian menghela nafas. Ma Xiaofeng ini, sepertinya dia adalah seorang gadis muda yang sangat licik. Lalu, Xin Ping’er juga otak babi, jadi dia tidak tahu bahwa dia sedang di manfaatkan.
"Ibu, sebaiknya Xin Ping’er tidak terlalu dekat dengan Ma Xiaofeng waktu berikutnya." Ucap Xin Qian pada Ibunya.
"Mengapa?" Tanya Liang Jinqiao bingung.
"Aku takut dia akan menghancurkan otak Xin Ping’er." Ucap Xin Qian dengan dingin.
Meskipun Xin Qian mengatakan bahwa dia sedikit membenci Xin Pinger, bagaimanapun, dia hanyalah orang bodoh yang mudah di manipulasi. Setidaknya, orang bodoh seperti Xin Pinger, lebih mudah untuk di tangani. Kalau tidak, akan sangat sulit baginya untuk berurusan dengan orang-orang yang licik.
Segera, ketianya tiba di Kota Yangcheng…
Di perjalanan, Xin Qian menemukan bahwa ekspresi Mulan tampak sangat kuyu. Dia bertanya, "Kakak Mulan, ada apa dengan mu? Lihatlah lingkaran gelap di bawah mata mu, apakah kamu begadang tadi malam?"
Ketika di tanya seperti itu oleh Xin Qian, Mulan tersipu dan menjawab dengan malu-malu. "Aku menggunakan barang yang kamu berikan kemarin. Ayah Erhua sudah lama tidak melakukannya, jadi aku hanya tidur sebentar ..."
Melihat respons Mulan yang pemalu, Xin Qian tahu betapa hebatnya pertempuran tadi malam! Setelah Mulan selesai berbicara, Xin Qian mulai menyesal karena sudah bertanya!
"Ahem ~ Ternyata begitu, Kakak Mulan, semoga kita bisa kembali lebih cepat, jadi kamu bisa tidur dan beristirahat." Ucap Xin Qian
Mulan mengangguk. Lalu berkata, "Tunggu sampai Aku punya uang yang cukup, Aku pasti akan membangun rumah terlebih dahulu. Selalu tidak nyaman tinggal bersama ibu mertua dan yang lainnya. Apalagi anak-anak ku sudah terlalu tua untuk berkerumun di satu ruangan. Pasti lebih nyaman jika kami bisa mempunyak kamar tidur masing-masing.”
Seperti tadi malam, Mulan harus menunggu anak-anaknya tertidur sebelum dia bisa melakukannya. Dan dia tidak berani membuat terlalu banyak suara saat itu, karena takut akan membangunkan anak.
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Itu akan datang tidak lama lagi, mari kita melakukan bisnis dengan baik dan menabung."
"Hmm!" Mulan mengangguk.
Saat Xin Qian dan yang lainnya tiba di Yangcheng, mereka langsung membuka kedai makan. Sekitar pukul tujuh pagi, Xin Ping’er dan Ma Xiaofeng datang ke Kedai, dan langsung meminta banyak sarapan.
"Xin Ping’er, kamu harus membantu melayani pembeli, dan saat kita selesai nanti, kita akan pergi membeli kain bersama." Ucap Liang Jinqiao.
Xin Ping’er sedikit tidak senang, "Ibu, aku akan membantu Xiaofeng menjual sayuran!"
"Kamu… nak, kita juga sibuk dengan kedai ~ Karena kamu ada di sini, ayo ikut membantu!" Liang Jinqiao berpikir bahwa Ma Xiaofeng ini cukup mempengaruhi Xin Pinger. Bagaimana tidak? Sekarang saja, Xin Ping’er dengan sukarela membantu Ma Xiaofeng menjual sayuran, tapi dia menolak membantu saudaranya sendiri?
Memangnya siapa Ma Xiaofeng? Dia hanyalah orang asing!
Xin Pinger berkata dengan tidak senang, "Ibu, Aku sudah mengatakan bahwa Aku akan menjual sayuran dengan Xiaofeng! Tidak bisakah aku membantu teman ku? Aku hanya berniat untuk membantunya, kenapa Ibu melarang ku!"
Xin Qian yang mendengarkan, tersenyum dingin. Xin Pinger ini benar-benar menarik. Kapan karakternya menjadi begitu mulia? Dia bahkan dengan sukarela membantu Ma Xiaofeng berjualan? Padahal di rumah dia tidak pernah bekerja dan membantu Ibunya!
"Yah, Ibu, biarkan dia pergi jika dia ingin pergi. Lagipula, kehadirannya juga tidak akan banyak membantu, itu tidak akan baik jika itu tidak membantu." Ucap Xin Qian. Dia benar-benar tidak mengharapkan Xin Ping’er untuk membantu.
"Xin Qian, apa maksud mu mengatakan itu?" Ucap Xin Pinger dengan kesal
"Kamu…" Ketika Xin Ping’er ingin berdebat,
Ma Xiaofeng menghentikannya. "Xin Ping’er, ayo cepat. Aku harus pergi menjual sayur setelah kita selesai."
“Baiklah.” Ucap Xin Ping’er menyerah.
“Tidak heran bisnis kakak mu begitu baik, karena makanan yang dia masak begitu lezat!” Ma Xiaofeng memuji hidangan yang ada di kedai Xin Qian, tetapi ada sedikit niat licik di matanya.
"Aku juga berpikir itu lezat juga!" Xin Ping’er tersenyum.
Ma Xiaofeng memegang tangannya dan berbisik ke telinga Xin Ping’er, "Xin Ping’er, bagaimana kalau kamu belajar bagaimana membuat dim sum ini di lain waktu. Jika kita memiliki modal di masa depan, kita juga dapat membuka kedai makanan bersama! Jika kamu punya banyak uang, Kamu bisa membeli banyak pakaian dan perhiasan yang bagus!”
Ketika Ma Xiaofeng berkata demikian, Xin Ping’er juga berpikir bahwa itu adalah ide yang bagus. "Kau benar! Baiklah~ Lain kali, aku akan belajar resep makanan ini. Jika ada kesempatan, kita juga akan membuka kedai makan untuk menghasilkan uang!"
“Hmm!” Ma Xiaofeng mengangguk bahagia, dia tidak menyangka Xin Ping’er ini benar-benar mudah untuk membodohinya! Yah, jika bukan karena ini, dia tidak akan repot-repot bergaul dengan Xin Ping’er.
Kedekatan dengan Ma Xiaofeng dengan Xin Pinger hanya karena Xin Pinger lebih buruk dari dirinya sendiri, jadi saat keduanya muncul di desa bersama-sama, orang-orang hanya akan menertawakan Xin Pinger, dan mengabaikannya. Ma Xiaofeng menyukai rasa superioritas jika berada di samping Xin Ping’er. Pada saat yang sama, Xin Ping’er sangat bodoh, dan dia akan melakukan apa saja yang dia minta! Hanya beberapa kata untuk membujuknya!
Setelah Xin Pinger dan Ma Xiaofeng selesai makan, mereka baru saja akan pergi, ketika Xin Qian menghentikan langkah mereka berdua…
"Ma Xiaofeng, makanan yang kau makan ini totalnya dua puluh empat koin tembaga, tolong beri Aku uang sebelum Kamu pergi." Ucap Xin Qian.
Setelah Xin Qian selesai berbicara, Ma Xiaofeng sedikit bingung. Memberi uang?
Dua puluh empat koin tembaga? Di mana dia punya begitu banyak uang?! Hari ini, dia membawa total sepuluh koin tembaga, ongkos perjalanan pulang pergi seharga enam koin tembaga, kemudian dia masih perlu tiga koin tembaga untuk menyewa kios dan menjual sayuran!
Ma Xiaofeng berkata dengan wajah polos, "Bukankah kamu saudara perempuan Pinger? Jadi, keluarga Pinger, kan? Pinger meminta ku untuk makan di sini, jadi..."
Makna Ma Xiaofeng sangat jelas, Xin Ping’er mengundang Ma Xiaofeng untuk makan dengan gratis!
“Ya, Xin Qian, aku lah yang meminta Xiaofeng untuk makan kemari, apa yang kamu inginkan darinya? Kita keluarga, kenapa teman ku harus membayar makanannya, saat aku yang mengundangnya?” Ucap Xin Ping’er dengan marah.
"Kamu bilang Xin Pinger yang mengundang mu? Tapi, ini adalah kedai makan milik ku, jadi apakah aku pernah bilang setuju? Tidak kan! Jadi, kamu harus membayar uangnya dan Xin Linger juga akan membayar makanannya sendiri!! Total makanan yang kalian berdua pesan adalah lima puluh koin perak, cepat bayar itu!" Ucap Xin Qian dengan dingin.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗