Princess Briana

Princess Briana
98



Perkataan Rendra membuat Yuma melotot apalagi Rendra adalah pria perkasa sedangkan Yuma tubuhnya kecil dan saat ini tubuhnya pegal akibat perbuatan Rendra sebelum pergi ke istana


Yuma langsung melepaskan tangan tenda yang tadi dia bantu berdiri lalu secepat kilat masuk ke dalam selimut


Rendra tersenyum tipis melihat tingkah Yuma yang seperti anak perawan


Rendra mendekati Yuma perlahan dengan senyuman mesumnya sambil menarik-narik selimut yang menutupi tubuh Yuma, membuat Yuma berusaha mempertahankan selimut tersebut


"Ayolah sayang tak usah bersembunyi, kau kan juga menikmati setiap si polos memberikanmu servis." ucap Rendra


"Tapi sayang aku kelelahan kau selalu melakukanya tak pernah membiarkan si licin istirahat." ucap Yuma entah kata-kata dari mana yang di ambil ke dua pasangan mesum ini


Rendra yang memang selalu tak tahan bila melihat Yuma langsung menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Yuma membuta selimut tersebut tergeletak di lantai


Maka terjadilah pertemuan si polos dan si licin versi Yuma dan Rendra


Sementara itu Brian dan Bastian yang sudah berada di meja makan tampak sedang nikmati makan mereka


"Aku akan melamar Yena." ucap Bastian


Membuat Briana menatap adik kembarannya tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan


"Jadi kau sudah terang-terangan saat ini, aku pikir kau akan menyembunyikan perasaan mu padanya lebih lama dan berhubungan dengannya hanya berdasarkan TTC ( teman tapi cinta) ." ucap Briana


"Apa reaksinya saat kau mengatakan bahwa aku akan melamarnya." tanya Briana


"Dia meragukan keseriusanku karena selama ini aku selalu bercanda saat menghubunginya." ucap Bastian


"Apa yang akan kau katakan pada mama dan ayah tentang keinginanmu untuk melamar Yena apa Yena tau kau menyukainya sejak SMP." tanya Brian


"Terus kapan kau akan berencana untuk melamar Yena ." tanya Briana


"Dua minggu lagi aku akan bicara pada mama dan ayah mengenai keinginanku untuk melamar Yena Aku harap aku Yema akan segera menikah sesuai dengan adat kerajaan." ucap Bastian


"Apa kau sudah meminta izin pada kakek." tanya Briana


"Aku sudah minta izin pada kakek sebelum aku mengutarakan perasaanku pada Yena ." ucap Bastian


"Terus apa yang dikatakan oleh kakek." tanya Briana


"Kakek setuju dengan yang aku lakukan karena sebagai seorang raja aku memerlukan seorang Ratu yang sesuai dengan apa yang aku inginkan." ucap Bastian


"Terus bagaimana dengan pihak keluarga ayena apakah ah ada yang mengetahui mengenai keinginan untuk melamar Yena." tanya Briana


"Tidak... tidak ada yang mengetahui tentang hal tersebut karena aku dan yena memang pada dasarnya hanya berteman tapi lama-kelamaan aku tak bisa menahan perasaan ku kepadanya sehingga aku memutuskan untuk segera melamarnya aku takut jika nanti dia direbut oleh pria lain." ucap Bastian


"Kau melakukan hal yang tepat karena pada dasarnya wanita tak ingin membuang waktunya sia-sia hanya untuk pria yang tidak memahami isi hatinya." ucap Briana


"Aku ingin kau membantuku kau tahu kan yena masih tidak percaya bahwa aku akan melamarnya bisakah kau menyakinkannya agar dia tahu bahwa aku benar-benar mencintainya dan ingin melamarnya menjadi istriku." ucap Bastian


"Tenang saja aku akan memberitahumu sesuatu sebenarnya sejak dulu Yena sangat menyukaimu bahkan dia sudah lama mencintaimu hanya saja dia malu, aku yakin saat kau melamarnya dia pasti akan menerimamu." ucap Briana


"Benarkah dari mana kau tahu bahwa Yena juga mencintaiku." tanya Bastian penasaran sekaligus bahagia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya