Princess Briana

Princess Briana
170



Mendengar perkataan Tuan Reso membuat Alvin tersenyum sinis "perusahaan kami memang mengalami kondisi yang sulit tapi bukan berarti perusahaan kami akan menerima sembarangan investasi tanpa memeriksa secara detail berkas-berkas kerjasama yang akan kau lakukan." ucap Alvin


Wajah tuan Reso berubah menjadi memerah karena menahan malu ternyata Alvin adalah pengusaha yang cukup pandai dalam berbisnis dan tak ingin terburu-buru walaupun keadaan perusahaannya sudah di ambang kehancuran tapi dia tetap tenang dan teliti dalam mengambil langkah-langkah dalam melakukan kerjasama dengan perusahaan yang akan menjalin kerja sama dengannya tuan Reso terlihat sangat geram


Tuan Reso langsung mengkode sekretarisnya yang cantik dan seksi


"Turun Alvin Bagaimana kalau aku saja akan membawakan berkas-berkas ini sebentar malam ke hotel." ucap sekretaris tuan Reso dengan gaya seksual


Alvin yang mendengar perkataan sena langsung memutar bola matanya malas melihat wanita yang ada di hadapannya tersebut


"Maaf nona Sena untuk apa aku menunggu mu membawa berkas ini sedangkan berkas sudah ada di depan mataku untuk apalagi kau berniat memegangnya dan membawakannya sebentar malam di hotel." tanya Alvin sok polos


Selain berkas yang aku bawakan aku juga membawakan sesuatu yang istimewa untuk Tuan yang bisa membuat Tuan sangat bahagia ucap sena percaya diri karena selama ini tak pernah ada yang menolak pesonanya yakin aku juga pasti tertarik pada tubuhnya yang indah dan wajahnya yang cantik


Alvin tersenyum tipis "maaf bukannya saya menolak tapi aku pikir hadiah yang nona maksud istimewa tapi bagiku itu hanya sebuah lubang penuh noda yang tak terlihat dan aku tak suka bertemu seseorang wanita di luar jam kerja apa lagi di sebuah hotel terkecuali wanita Tersebut adalah calon istriku." ucap Alvin


Sontak saja mendengar ucapan Alvin membuat sena meradang karena selama ini belum pernah ada yang menolaknya dan saat ini dengan terang-terangan dipermalukan di depan orang lain apalagi ada untas di ruang tersebut membuat wajah Sena memerah dan tangannya terkepal dia sangat kesal karena Alvin menolaknya secara langsung


"Ha...ha...ha terdengar suara tawa Alvin kalau dia memang mencintaiku gara-gara Aku mempunyai harta maka bukan aku yang dipilih sebagai kekasihnya karena sesungguhnya dia lebih kaya berkali-kali lipat dari diriku." ucap Alvin santai


Untas yang mendengar perkataannya tuannya menjadi bingung sendiri apa maksudnya bahwa wanita tersebut lebih kaya berkali-kali lipat dari Alvin bukannya wanita itu adalah wanita dari kalangan rakyat biasa yang menjadi tunangan Alvin untas hanya menatap bingung pada Alvin


Reso menatap sinis pada Alvin kalau memang dia lebih kaya berkali-kali lipat dengan Anda mengapa dia tidak membantu anda dalam kondisi keuangan anda yang seperti ini ucap Reso


"Aku tak akan membiarkan seorang wanita membantu ku untuk membangun perusahaan ku sendiri dimana harga diriku sebagai seorang pria jika meminta bantuan seorang wanita untuk memajukan perusahaan milik sendiri harga diriku bisa jatuh sampai ke bumi ke-7 bila aku melakukannya cukup dia menyemangati ku dengan cintanya ucap Alvin sekaligus menyindir Reso yang menggunakan wanita untuk memajukan perusahaannya


Wajah reso memerah sempurna dengan tatapan tajam penuh dendam sambil menatap ke Alvin


Aku ingin melihat sampai dimana perusahaan mu akan bertahan aku akan menantikan hari itu di mana kau memohon padaku untuk investasi ucap Reso langsung bangkit dan berjalan keluar diikuti Sena dengan wajah kesal.


angan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya