
Sedang berada di jet pribadi entah apa yang dipikirkan tapi sepertinya dia berpikir tentang saudara kembarnya
Pengawal pribadi Raja Bastian langsung bergegas mengambil laptopnya untuk mencari identitas calon istri pangeran Alvin
Setelah tiga puluh menit mencari pengawal raja Bastian merasa bingung karena tak bisa menemukan identitas calon istri pangeran Alvin
Pengawal tersebut langsung menghampiri raja Bastian yang sedang menutup matanya
"Maaf yang mulai aku tak dapat menemukan identitas calon istri pangeran Alvin." ucap pengawal tersebut
Raja Bastian langsung membuka matanya dan menatap tajam pengawal tersebut "apa yang kalau lakukan menemukan identitas calon istri Alvin saja tak bisa." tanya raja Bastian
Raja Bastian membuka ponselnya dan melihat berita tentang kedatang pangeran Alvin tapi dia Tak bisa melihat berita tersebut
Bastian menghembuskan nafasnya kasar selalu berdiam sejenak kemudian melihat pengawal tersebut yang terus menunduk disampingnya "baiklah kau boleh pergi sekarang katakan padaku jika sudah tiba di kerajaan Santos." ucap Raja Bastian
Di kediaman Silvia tampak Silvia dan ayahnya akan ke istana mereka akan menjadi salah satu pelayan yang akan melayani Raja Bastian yang datang ke istana setelah membayar beberapa orang agar dapat masuk ke istana akhirnya Silvia berhasil masuk ke istana walaupun hanya menjadi seorang pelayan
"Cepat kita harus segera ke istana lewat pintu belakang karena orang yang kita bayar sudah menunggu kita di sana kita harus segera masuk untuk bekerja menjadi pelayan sebelum orang lain sadar bahwa kita adalah pelayan palsu." ucap ayah Silvia
"Apa ayah tida bisa menemukan pekerjaan lebih bagus daripada menjadi seorang pelayan aku kan calon Ratu kenapa aku harus jadi seorang pelayan." ucap Silvia kesal
"Kau jangan protes sebaiknya cepat kita pergi sebelum kita terlambat bersyukurlah kita bisa masuk sebagai pelayan di dalam istana." ucap ayah Silvia
Silvia menghentak kakinya lalu berjalan mengikuti ayahnya yang Sudah masuk ke dalam mobil
Mobil Alvin sudah masuk pekarangan istana Tampak para Bangsawan menyambut kedatangan Alvin, Alvin keluar bersama Briana, ibu dan adiknya, tampak para bangsa terpukau melihat Briana bahkan tak sedikit yang memuji kecantikan dan keindahan gaun yang dikenakan oleh Briana
Mereka masuk kedalam istana diikuti oleh beberapa pengawal langsung menghadap Ratu Elinor
Tampak Ratu Elenor Duduk di singgasana dengan angkuh dengan James yang berada di sampingnya
"Salam yang mulia." ucap Alvin sambil menunduk hormat pada latihan nur begitupun yang lain
Selamat datang kembali Pangeran Alvin, Putri Yuma dan yang lain ucap ratu Elenor sombong
"Aku dengar kau membawa calon istrimu apakah kau mau memperkenalkan dirinya padaku." tanya ratu Elenor
"Maafkan aku yang mulia kenalkan ini adalah calon istriku namanya Briana dia adalah warga kita A." ucap Alvin
"Wow daerah yang berkembang sangat pesat dan maju sangat dekat dengan kerajaan benua." ucap ratu Elenor
"Jadi apa yang kau bawa sebagai calon istri pangeran Alvin." tanya ratu Elenor
Briana maju menunduk sedikit dan memberikan sesuatu di tangannya "silakan yang mulia ini adalah hadiah untuk anda sebagai hadiah dari calon istri pangeran Alvin." ucap Briana sambil menyerahkan sebuah kotak yang diambil oleh pengawal untuk diberikan pada Ratu Elinor
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya