Princess Briana

Princess Briana
57



Terus kenapa kau berkata seakan-akan kau menyerah." tanya Briana


"Aku hanya takut tak bisa menggapai dirimu apalagi aku sangat mencintaimu, aku bisa gila jika tak bersamamu." ucap Alvin sok dramatis


"Aku sudah menerimamu sebagai seorang kekasih apa tak cukup dengan hal tersebut." tanya Briana


"Menerima sebagai kekasih apa kau mencintaiku." tanya alvin


"Apa itu harus ku jawab sekarang." tanya Briana


"Tidak nanati Nanat tahun depan ya sekaranglah." ucap Alvin


"Apa kau bisa mendefinisikan cinta kilau kau bisa mendefinisikan arti kata cinta maka aku akan menjawab mu." ucap Briana


Alvin terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Briana


Semetara di luar tampak Rendra sedikit grogi karena di lihat oleh ibu Elika dan Yuma dengan intens


"Kenapa kalian menatapku seperti itu apakah ada yang salah denganku." tanya Rendra


Keduanya kompak menggeleng membuat rendah semakin bingung harus berkata apa


Ibu Elika bangkit dari duduknya kemudian masuk ke ruang rawat ibu Yoles, meningalakan dua orang tersebut


"Apa kau sudah lama berkerja untuk kakak alvin." tanya Yuma


"Membuat Rendra berpikir bahwa Yuna bertanya tentang dirinya, " lumayan lama memang kenapa kau bertanya seperti itu." tanya Rendra


"Bagaimana kau bisa menjadi asisten kakakku." tanya Yuma, bukanya menjawab pertanyaan Rendra tapi malah bertanya balik


"Aku dan Rendra kuliah di tempat yang sama sehingga saat selesai aku menawarkan diri menjadi asistenya." ucap Rendra, Yuma hanya mengaguk


"Sebenarnya kenapa kau bertanyak tentang hal tersebut." tanya Rendra


"Tidak hanya saja aku berpikir kenapa otak kakak kadang belok ke samping." ucap Yuma


Wajah Rendra yang tadi berharap di puji kini mereka karena malu.


"Kenapa kau bisa berkata seperti itu tantang ku."ucap Rendra


"Karena kau berbicara seperti itu apa kau tidak tau aku adalah asisten terbaik di dunia dan aku adalah pelajar terbaik dari sekolah dasar Hinga kuliah bahkan aku adalah selah satu orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata." ucap Rendra membanggakan


"Memang apa salahnya meminta foto dan tandang tangan Briana." tanya Rendra


"Jelaslah salah kakak Briana kan bukan artis apalagi dia calon istri kakak Alvin itu kan kurang pantas pasti kakak menyukai kak Brima sehingga meminta fotonya." ucap Yuma menuduh Rendra


"Apa kau sudah gila mengatakan hal itu, aku hanya meminta foto dan tanda tangan miliknya bukan meminta dia menjadi istriku." ucap Rendra mendengus kesal


"Terus untuk apa meminta foto kakak Briana segala, Kaka ini aneh sekali." ucap Yuma


"Aku aneh karena kau tidak tau siapa sebenarnya Briana." ucap Rendra yang yakin seratus persen gadis di depannya ini kurang paham latar belakang Briana yang bukan hanya seorang putri dari kerajaan benua tapi merupakan seorang pengusaha kaya raya dan pewaris kerajaan bisnis dunia


"Aku tau kakak Briana seorang putri, aku juga seorang putri kenapa Kakak tak meminta foto dan tanda tangan ku juga ." ucap Yuma dengan polosnya


Rendra menepuk jidatnya mendengar perkataan gadis muda di hadapannya


"Apa kau tau kalau kakak Briana bukan hanya seorang putri raja tapi dia adalah seorang pengusaha orang di balik sebuah perusahaan dunia yang kekuatannya bisa mengahancurkan sepuluh istana seperti kerajaan Santos." ucap Rendra membuat Yuma Langsung menatap tak percaya pada Rendra


"Kakak jangan mengada-ada mengatakan hal seperti itu mana bisa seseorang menghancurkan sepuluh istana." ucap Yuma tak mengerti


"Apa kau pernah mendengar tentang perusahan Guetta." tanya Rendra


Yuma mengeleng, membuat Rendra tepuk jidat karena Jamrud menjelaskan seperti seorang guru pada wanita cantik yang ada di hadapannya


"Sekarang ambil ponselmu yang kau selalu gunakan untuk foto Selfi dan coba periksa tentang perusahaan Guetta." ucap Rendra


Yuma Langsung mengambil ponsel miliknya dan mengutak-atik sebentar matanya terbelalak saat melihat Tetang perusahan Guetta bahkan ponsel yang dia gunakan saat ini berasal dari perusaahan tersebut


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya