Princess Briana

Princess Briana
356



Suasana di dalam pesawat terlihat sedikit tegang apalagi ayah David sepertinya sudah menyiapkan sesuatu untuk menantunya Alvin "Bagaimana Apa kau siap melanjutkan permainan catur kita setelah pesawat lepas landas." tanya ayah David


"Aku mengikuti apa keinginan ayah mertua saja." ucap Alvin


"Baiklah pemenang akan mendapatkan 3 permintaan dan yang kalah haru menuruti semua permintaan pemenang apapun itu tak ada bantahan." ucap David


Alvin dengan ragu-ragu mengangguk dia akan menerima takdir Tuhan untuknya dia yakin pasti Ayah mertuanya sedang membuat jebakan untuknya


"Baiklah kita akan bermain saat pesawat lepas landas." ucap Ayah David tak berselang lama pesawat telah lepas landas semua orang sudah berkumpul untuk melihat permainan yang akan dilakukan oleh Alvin dan ayah David


Nampak semua orang saling memberi kode untuk memastikan taruhan mereka siapa yang akan menang Ayah David atau Alvin tampak si kembar yang menjadi bandar dalam taruhan tersebut


Untas mendekati Brayen dan Brian tuan aku juga mau bertaruh tapi aku bertaruh atas nama tuan David." ucap untas si Asisten durjana


Si kembar menatap ke arah untas "bukanya kau adalah asisten Alvin kenapa kau tak bertarung atas nama bosmu." ucap Brian


Untas berbisik ke telinga Brian membuat Brian terkekeh sementara itu Alvin yang melihat ke arah untas menatap bingung pada asistennya yang biasa membuatnya sangat kesal dan Alvin ingin mencekiknya hingga pingsan


"Astaga kau sangat lucu baiklah aku ambil taruhan mu ini kupon milikmu ." ucap Brian


Brayen yang sangat penasaran dengan yang dikatakan tuntas langsung bertanya kepada Brian


Kau tahu dia asisten yang paling luar biasa sungguh Alvin bisa tahan padanya adalah rekor yang luar biasa dia mengatakan bahwa "Alvin pasti kalah naik ke pesawat saja Alvin sampai gemetaran dan Alvin sempat kentut karena takut ." ucap Brian sontak saja Brayen tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Brian


Semua orang langsung melihat ke arah Brian yang tertawa terbahak-bahak "Ada apa Kenapa kau tertawa seperti itu." tanya ayah David


"Tidak Ayah aku hanya merasa lucu pada asisten Alvin." ucap Brayen


Alvin langsung menatap ke arah untas dengan tatapan yang sulit diartikan dia yakin pasti sang asisten durjana itu sudah membuka aibnya


Kini permainan telah dimulai tampak kayak David dan Alvin sudah saling bersitegang apalagi bidak catur mereka tinggal beberapa buah ayah David memiliki 4 buah bidak catur yang terdiri dari raja, ratu,perdana menteri dan kuda begitupun Alvin


Semua orang menunggu hasil dari pertandingan tersebut David yang sudah sangat berpengalaman tentu saja bisa membaca gerak-gerik Alvin tapi Alvin bukanlah orang bodoh dia tahu bagaimana cara bermain membuat kedua orang tersebut sudah memutar otak mereka masing-masing agar dapat memenangkan pertempuran mereka di atas bidang catur


Sekarang tinggal kita tunggu pada siapa kemenangan akan berpihak salah langkah satu saja maka mereka akan berakhir dengan kekalahan


Tampak ayam David Sedang berpikir tak bersalaman lama Ayah David mulai bermain dan mereka seimbang kini tinggal dua bidang catur saja membuat semua orang semakin tegang saja di atas pesawat tapi sepertinya langkah Ayah David salah kali ini dia terlalu menganggap enteng Alvin membuat Ayah David harus kalah telak Karena sang raja telah disingkirkan oleh Alvin Alvin besar Ayah mertuanya kalah begitupun Bryan dan Bryan ternyata mereka mendukung kakak iparnya sedangkan unta hanya bisa melotot karena kalah dan taruhannya adalah jumlah yang besar membuat tuntas memukul kepalanya berkali-kali.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya