Princess Briana

Princess Briana
192



Mobil Brian sudah terparkir tepat di depan pintu rumah Alvin tampak rumah tersebut sangat sepi tak ada bodyguard atau para pelayan yang biasnya mondar-mandir melakukan kegiatannya Briana langsung masuk seperti yang di katakan oleh Alvin kerena tak ada siapapun di kediamannya tersebut Briana langsung masuk begitu saja karena pintu depan tidak terkunci Briana langsung menuju kamar Alvin di lantai atas sedangkan Alvin didalam kamar tampak sedang menunggu Briana dengan perasaan bahagia pintu nampak terbuka tampak wajah Brima sedikit khawatir, Alvin yang menyadari keberadaan dan pilihan langsung memulai aksi drama sakitnya


Briana langsung mendekat menuju ranjang di mana Alvin yang terbaring lemah Briana memegang kepala Alvin yang tampak sedikit panas kemudian melihat Alvin yang matanya terpejam seolah-olah dia benar-benar sakit


"Apakah kau sudah makan." tanya Briana


Alvin hanya menggeleng tak mengeluarkan suara apapun


Brian langsung keluar dari kamar menuju ke dapur untuk membuatkan bubur Alvin setelah beberapa menit masakan Briana telah jadi Riana langsung membawa bubur tersebut ke dalam kamar Alvin


Sementara Alvi yang masih memejamkan mata seolah-olah sedang istirahat Briana menyimpan bubur tersebut di meja dekat ranjang lalu membangunkan Alvin agar makan "sayang ayo buka matamu dan duduklah biar aku menyuapimu untuk makan." ucap Brian sambil bangunkan Alvin


Alvin membuka matanya perlahan lalu menyentuh kepalanya seolah-olah kepala lalu berusaha duduk di bantu oleh Briana


Setelah Alvin duduk Briana langsung mengambil mangkuk dari meja kemudian langsung menyuapkan ke dalam mulut Alvin, mendapatkan perhatian tersebut membuat alvin sangat bahagia setelah bubur habis Briana langsung memberikan obat pada Alvin


Alvin langsung minum obat tersebut "sayang bisakah kau tidur di sampingku aku ingin tidur sambil memelukmu." ucap Alvin Manja


"Pakailah dulu bajuku gantilah baju mu sekarang kau tenang saja aku takkan melakukan hal apapun Aku hanya ingin memelukmu sambil tidur." ucap Alvin


Karena merasa kasihan pada tunangannya tanpa pikir panjang Briana langsung menuju ke ruang ganti Alvin untuk mengganti pakaiannya sedangkan si srigala berbulu domba tersenyum dengan berjuta akal licik di otaknya


Sedangkan di perusahaan Alvin tampak sedang memikirkan atasannya yang sedang sakit di kediamannya


"Apakah dia sudah makan apakah aku harus memberikannya bubur dan membawakannya ke sana tapi tadi dia menyuruhku untuk tak datang ke sana sampai dia yang meneleponku menyuruh ku ke sana." ucap Untas yang sedang memikirkan nasib tuan mudanya


Sementara itu di kerajaan benua tapak Alvin dan para pelayan sedang bersiap untuk menyambut para tamu yang akan datang untuk menghadiri acara pernikahannya yang akan digelar tak lama lagi


Sedangkan di pesawat tampak Levy sangat kesal dengan Daren yang berada di sebelahnya karena sedari tadi Daren hanya melihat ponselnya tanpa melirik atau mengatakan apapun padahal levy adalah sosok wanita yang sangat cerewet dan suka berbicara tapi melihat gelagat Daren yang seperti es kristal tak bergeming dari tempatnya hanya fokus pada ponselnya membuat Levy malas dan memilih tidur


Sedangkan nenek Anita tersenyum melihat kedua orang yang tak jauh darinya "sekarang kalian bisa saling diam tapi saat kalian menikah Aku pastikan diamnya kalian saat ini akan menjadi ******* yang berkepanjangan untuk kalian berdua." ucap nenek Anita yakin


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya