Princess Briana

Princess Briana
129



Brayen dan Brian hanya menghela nafas kasar melihat Galang yang tertunduk mereka juga salah karena sudah kecolongan dalam mengawasi adiknya tersebut tapi mungkin ini juga sebuah takdir pertemuan antara Alvin dan Briana pikir keduanya


"Sebaiknya kita istirahat saja aku juga sangat lelah ingin mengistirahatkan tubuhku ucap Brayen lalu bangkit diikuti Brian dan Galang mereka kembali ke kamar mereka masing-masing


David keluar dari kamar Briana setelah melihat putrinya sekalian mengantar dokter ke depan pintu bersama dengan mama Erina setelah dokter sudah pergi ayah David dan mama Erina langsung masuk ke kamar pribadi mereka


Mama Erina melihat ayah David Yang sepertinya sedang memikirkan memikirkan sesuatu entah apa yang dipikirkan oleh pria yang saat ini sedang duduk sambil menatap keluar jendela kamar mereka


Mama Erina mendekat ke arah ayah David lalu memeluknya dari belakang "sayang apakah Kau sedang memikirkan pria yang tadi datang untuk menemui Briana." tanya Mama Erina


Ayah David menghembuskan nafasnya kasar lalu balik menatap wajah istrinya Jujur saja memang aku sedang memikirkan pria tersebut dan sepertinya telah menjebak Putri kita yang lugu dan masih kecil pria itu itu menarik perhatian putri kita dengan membuat perangkap cinta yang kau tahu kan Putri kita begitu sangat lugu." ucap ayah David


Mama Erina memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Ayah David baginya semua pria diluar saudaranya dan juga dirinya adalah seorang pria yang tak tepat untuk putrinya


"Tapi ayah aku pikir dia anak yang baik dan sepertinya Briana juga menyukainya ucap Mama Erina


"Sayangku kau itu sama lugunya dengan Putri kita Kau pasti tidak tahu mana pria yang baik mana yang tidak aku yakin dia tak sebaik kelihatannya Aku ingin jika aku melakukan sesuatu untuk mengetes apakah dia sungguh-sungguh mencintai Putri kita atau tidak kau Tidak boleh ikut campur apalagi membantunya ucap David sambil menatap pada istrinya


Mama Erina berpikir sejenak atas keinginan suaminya tak berselang lama mama Erina menatap mata suaminya "baiklah aku tak akan membantunya saat kau mengujinya apakah dia pantas untuk Putri kita apa tidak tapi jika dia memang orang yang pantas untuk Putri kita Aku ingin kau tidak boleh menghalangi mereka untuk menikah." ucap tegas Mama Erina


Sementara itu Alvin yang berada di kediamannya langsung keluar dari ruang kerjanya setelah berbicara dengan orang-orang kepercayaan berjalan masuk ke dalam kamarnya tampak Alvin langsung membersihkan tubuhnya


Sementara itu di kediaman David tepatnya di kamar Briana tampak Briana bangun lalu meminum air yang berada di samping tempat tidurnya dia menatap sekeliling kamarnya lalu menghembuskan nafas lega


Briana mengambil ponsel miliknya dia ingin menghubungi Alvin dan membicarakan tentang apa yang terjadi


Sementara Alvin yang baru keluar dari kamar mandi langsung mengenakan pakaian tidurnya baru selesai memakai pakaiannya terdengar bunyi ponsel miliknya bergegas mengambil ponselnya Alvin tersenyum sumringah saat melihat siapa yang meneleponnya


"Halo sayang bagaimana keadaanmu apakah kau baik-baik saja aku sangat mengkhawatirkanmu." ucap Alvin


"Halo aku baik-baik saja Aku ingin mulai saat ini kau harus berhati-hati baik pada ayahku maupun kepada dua saudara kembarku." ucap Briana


"Iya sayang aku mengerti kau jangan tak perlu terlalu khawatir mengenai kedua Kakak mu dan juga ayahmu Aku akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu, kalau pada biasanya orang merayu dengan berkata gunung akan ku daki laut akan kusebrangi. tapi aku takkan melakukan itu aku memandangi gunung dan laut akan ku kagumi tapi masjid akan ku singgahi untuk meminta doa pada Allah agar kau bisa menjadi jodohku dunia dan akhirat." ucap Alvin.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya