Princess Briana

Princess Briana
218



Acara pernikahan dan akan dilangsungkan tinggal menunggu beberapa dokumen yang disiapkan oleh kantor agama Daren dan Levy saat ini sudah duduk di depan penghulu


Penghulu melihat ke dua orang di hadapannya tebakannya tak meleset kedua orang ini menikah karena jebakan


"Kalian tenang saja bukan hanya kalian yang akan menikah hari ini jadi santai saja." ucap penghulu dengan ekspresi wajah yang sepertinya sudah biasa menghadapi masalah tersebut


Mendengar perkataan penghulu membuat Daren dan Levy langsung mengalihkan pandangannya ke Arah penghulu yang ada di hadapannya


"Maaf pak penghulu maksudnya bagaimana saya tidak mengerti." ucap Daren


"Maksud ku terima saja kenyataan hidup ini bahwa kalian memang sudah ditakdirkan Tuhan untuk berjodoh karena setelah kalian masih akan ada lagi yang berikutnya jadi kalian tenang saja bukan hanya kalian saja yang berada di situasi seperti saat ini tapi ada yang berikutnya." ucap sang penghulu santai sambil tersenyum tipis


"Maksud pak penghulu rajaBastian dia memang akan menikah tapi tidak seperti kami dia menikah karena cinta lagipula dia akan menikah besok ucap Daren


"Bukan Raja Bastian maksudku tapi orang lain sudah tidak perlu kau pikirkan siapa yang akan menikah aku saja yang akan menikahkan orang tidak pusing Sudah sebaiknya kau urus saja masalahmu dengan calon istrimu agar kedepannya rumah tanggamu bisa sakinah, mawadah, warahmah dan menjadi rumah tangga yang harmonis." ucap pak penghulu


Daren yang mendengar perkataan penghulu akhirnya hanya diam tak ingin lagi memperdebatkan hal yang dia sendiri bingung ingin berkata apa lebih baik dia diam saja


Di ruangan tempat di mana akan dilaksanakan pernikahan Daren dan Levy tampak semua orang memadati ruangan tersebut semua sedang berbincang-bincang dengan porsi masing-masing sambil menunggu acara yang akan di mulai sedangkan di sebuah taman bagian belakang istana tampak dua orang pria paruh baya yang tampan sedang mendiskusikan sesuatu


"Bukannya kita akan melakukannya di pernikahan Bastian kenapa harus saat ini." tanya ayah Lewis


"Ini waktu yang tepat di mana orang sedang sibuk dengan semua pemikiran yang tertuju pada daran dan Levy pasti mereka takkan menjadi menyadari pergerakan kita tak menyadari kalau ada salah satu anggota keluarga mereka yang hilang." ucap ayah David


"Tapi aku takut kita akan ketahuan melakukan hal tersebut ." ucap ayah Lewis


"Kita lakukan sekarang atau Tidak sama sekali biarkan saja putramu di tolak saat akan melamar Yena." ucap ayah David membuat Lewis terdiam


Baiklah aku akan melakukannya ucap ayah Lewis lalu berbalik pergi meninggalkan Ayah David


Tak jauh dari tempat pertemuan ayah David dan ayah Lewis tampak sepasang mata berbinar menatap Ayah David "dia memang sangat keren tidak sia-sia aku menjadikannya idola dia memang pria sejati yang bisa diandalkan." ucap pria tersebut sambil terus tersenyum memperhatikan ayah David yang sedang berbicara dengan ayah Lewis


Sementara Untas yang saat di cara melihat ayah David sudah tidak ada di tempat dia bergegas keluar berjalan-jalan mencari sosok idolanya tersebut Untas langsung keluar dari ruangan acara dan berjalan mencari sang idola "aku akan berjalan-jalan siapa tahu saja aku mendapat rezeki nomplok." ucap Untas sambil berjalan dengan senyuman di wajahnya


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya