
"tapi sayang aku suka merasa khawatir atau jangan-jangan an-nas sudah mempunyai kekasih yang kita tidak ketahui." tanya ayah Desalan
"kau lihat putri kita apakah kau berpikir bahwa dia memiliki kekasih ayolah kau jangan mencurigai Putri kita, dia sedang tidak punya kekasih saat ini ataupun punya pria yang dekat dengannya." ucap mama indah menenangkan desalan
tak berselang lama ponsel milik indah berdering tampak nama Erina tertera di layar ponsel tersebut
Indah tersenyum sumringah melihat layar ponsel ternama Erina. "halo sayang ada apa kau menghubungiku hari ini apakah ada sesuatu." tanya mama indah
"Sayang aku masak sangat banyak makanan jadi aku ingin datang ke rumahmu sekalian kita berbincang-bincang sebentar." ucap Mama Erina
"Astaga benarkah tentu saja aku senang kau akan datang kesini aku pun sedang tak ada kerjaan kapan kau datang Aku akan menunggumu." ucap mama indah
"Aku akan segera ke tempatmu setelah setelah mengemas makanan yang akan aku bawa ke sana
" ucap mama Erina
"Apakah Erina yang menelpon." tanya Ayah desalan
"Iya tadi ada yang nelpon katanya dia sedang membuat masakan kan dan dia akan datang kemari membawakan kita makan yang baru dia buat." ucap mama indah
"Sepertinya kita pernah kedatangan Erina dengan membawa makanan seperti itu dan tak berselang beberapa hari Galang menikah dengan yema Apa kau ingat hal tersebut." tanya Ayah Desalan
"Benarkah aku tak mengingatnya yang aku tahu galang dan yema menikah karena mereka saling mencintai dan mereka mereka juga sudah dijodohkan sejak kecil jadi sepertinya itu tak perlu dipertanyakan lagi." ucap mama indah tak ingin berpikir jauh tentang perkataan suaminya
Desalan terdiam mendengar perkataan istrinya tapi perasaannya tak enak mendengar Erina datang membawa makanan ke rumahnya
Sementara itu di pusat perbelanjaan tampak nenek Anita dan juga nenek Yena sedang berbelanja sambil ngobrol asik selamanya kita tidak pergi berbelanja seperti ini ucap ini nenek Yena
"Bagaimana kalau di tempat langganan kita sekalian kita bernostalgia." ucap nenek Yena
"Itu ide yang bagus Aku juga aku juga rindu tempat tersebut." ucap nenek Anita
Setelah puas berbelanja ke dua wanita paruh baya itu langsung bergegas ke tempat makan yang biasa mereka kunjungi
Sementara itu di kediaman keluarga Guetta, tepatnya di meja maka tampak mama Erina tersenyum sumringah membungkus semua makanan yang akan dibawa ke rumah deslan
"Aku pastikan indah takakan menolak agar putrinya dan putraku menikah." ucap mama Erina yakin
Sementara itu Bastian bingung melihat orang tuanya yang sepertinya sibuk melakukan sesuatu dia tidak tahu bahwa orang tuanya sedang melakukan sesuatu agar perjalanan cintanya dan pernikahannya mulus
"Apa sebenarnya yang dilakukan oleh nenek, mama dan ayah Kenapa mereka semua pergi dan kenapa mama langsung dimasak bukannya memikirkan atau mempersiapkan untuk melamar Yena." ucap Bastian
Brayen langsung memukul kepala Bastian, membuta Bastian langsung mengalihkan pandangannya pada kakaknya tersebut
"Mengapa kau memukul kepala ku." tanya Bastian
"Kau ini memang sangat bodoh kau tau yang dilakukan nenek, mama dan ayah kita adalah demi dirimu agar kau bisa menikah dengan Yena kau pikir akan mudah menghadapi paman deslan kau ini ternyata semakin bodoh saja." ucap Brayen
"Maksudnya bagaimana aku sungguh tidak mengerti yang dilakukan orang tua kita, bukanya keluarga kita bersahabat." ucap Bastian yang Memeng jarang berkumpul dengan keluarga karena harus tinggal di istana sehingga kurang paham apa yang terjadi.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya