
"Memangnya apa yang akan nenek lakukan pada Robert sehingga mencari kelemahannya." tanya Daren yang sangat penasaran
"Oh tidak kami hanya penasaran saja akan sesuatu." ucap nenek Anita sambil mengkode para nenek durjana yang lainnya
"Iya benar sebaiknya kau kembali ke tempat di mana Levy berada karena acaranya akan segera di mulai." ucap nenek Desi
Daren yang tak berani membantah perkataan para nenek-nenek durjana mau Tidak mau bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju di mana Levy berada
Setelah kepergian Daren, para nenek-nenek durjana langsung merapatkan barisan agar dapat mengeluarkan ide-ide buruk yang ada di otak mereka untuk menjebak Robert
"Apa ada yang memiliki ide untuk membuat Robert jauh dari Michael." tanya nenek Anita
"Apa kita culik saja dan sekap dia di gudang istana." ucap nenek Desi
"Itu mustahil kita lakukan karena Robert orang yang sigap dan bisa di andalkan kita bisa melakukan hal tersebut terkecuali ada Erina di sini." ucap mama Michael
"Kau benar Karena hanya pengawal Erina yang mampu menculik Robert tanpa jejak ." ucap nenek Anita
"Bukankah wanita itu adalah asiten Rani." ucap ibu Desi sambil menunjuk seorang wanita yang selalu sigap di samping Rena
Semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada wanita yang selalu berada di dekat Rani
"Iya Memnag kenapa dengannya." tanya nenek Anita sambil memandang heran ke arah nenek Desi
"Bukankah dia wanita yang tepat untuk kita jadikan sasaran berikutnya." ucap nenek Desi
Para emak-emak durhakim dan nenek-nenek durjana tersenyum tipis "kita melakukan semua itu untuk menghargai kesetiaan Robert terhadap Michael." ucap mama Michael
Membuat semua yang ada di meja tersebut mengaguk setuju, sementara itu Michael tampak memliki firasat kurang baik
"Robert apa kau tak merasa seperti ada sekumpulan bayang Hitam di sekitar kita yang berniat kurang baik pada kita ." ucap Michael yang merasa perasaanya kurang nyaman
"Entahlah tuan tapi dari tadi jantung ku berdetak terus seperti sesuatu yang besar akan terjadi." ucap Robert
"Apakah karena pernikahan Bastian sehingga kita merasa seperti itu." ucap Michael dengan polosnya
"Munkin saja tuan apalagi kembaran tuan juga baru saja menikah." ucap Robert
"Kau benar sebaiknya kita jangan terlalu memikirkan hal tersebut." ucap Michael
"Baikalah aku mengerti." ucap Michael
Acara pernikahan Bastian kini sudah di acara puncaknya di mana Bastian akan melakukan ijab kabul tak berselang lama lama langsung terdengar kata
Sah
Sah
Sah
Tak berselang lama ponsel Michael berdering ternyata dari sang ibu
"Robert aku ingin kau pergi mengambil sesuatu di meja nenekku di pojokan sana." ucap Michael
"Baikalah apakah ada sesuatu yang kau inginkan tuan." tanya Robert
"Tidak kau dengarkan saja apa yang di perintahkan oleh mamaku sepertinya dia akan menyuruhmu untuk melkukan sesuatu." ucap Michael
"Baik tuan." ucap Robert Lalu berjalan menuju pojokan di mana nenek durjana sedang menunggu
Robert dengan wajah datarnya Langsung menunduk memberi hormat
"Maaf nyonya saya di perintah tuan Michael ."ucap Robert
"Ya aku ingin kau menolong cucu menantu ku mengantarkan asistennya ke kamarnya soalnya aku tak mempercayai siapapun." ucap nenek Anita
"Baik nyonya di mana asisten tersebut ." tanya Robert
"Itu dia tapi sebelum kau pergi ini minum dulu angap sebagai kebaikan hati kami." ucap nenek Anita
Robert dengan ragu-ragu menerima air tersebut sebelu meminum air tersebut Robert melihat nenek Anita
Kenapa melihat ku apa kau tak ingin menerima ketulusan ku baikalah kau tak perlu meminumnya ." ucap nenek Anita berniat mengambil gelas di tangan Robert tapi dengan cepat Robert minum air putih tersebut
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya