
David menatap kesal pada ketiga sahabatnya dia tak menyangka hari ini akan datang di mana dia akan ditertawakan oleh ketiga orang yang ada di hadapannya biasanya dia akan menyertai mereka tapi kali ini keadaan menjadi terbalik
"Aku akan menelepon orang rumah terlebih dahulu ucap need sambil mengambil ponselnya "sayang malam ini kita akan merayakan sebuah pesta jadi siapakah masakan istimewa dan siapkan segala sesuatunya Aku ingin berpesta malam ini." ucap need sambil tersenyum penuh arti
"Adakah sesuatu yang perlu ku rayakan sampai kau menyuruh istrimu untuk memasak sesuatu yang istimewa." tanya deslan
"Tentu saja aku akan merayakan hari ini dimana akhirnya orang yang selama ini selalu membuat aku merasakan kehilangan putri ku akan mendapatkan balasan yang setimpal." ucap sambil terus tersenyum mereka
"Ingat kau masih memiliki satu orang Putri lagi jangan terlalu berbahagia." ucap desalan memperingati mengingat apa yang terjadi pada putri keduanya
"Kau tenang saja Putri yang kedua ini beda dengan putriku yang pertama dia Takan mungkin terjebak dengan mudah apalagi dengan seorang pria aku tak yakin ada pria yang berhasil dekat dengannya." ucap Need
Mendengar perkataan need spontan Lewis langsung tersedak apalagi dia sudah merencanakan akan melamar Putri Need setelah pernikahan Bastian
"Ada apa denganmu Kenapa kau tersedak." tanya Desalan
"Tidak mungkin karena aku tadi merasakan minumannya agar sedikit asam." ucap Lewis mencari alasan
"Benarkah apakah memesan jeruk asam atau jeruk manis tadi." tanya Deslan seakan serius bertanya
"Sudahlah itu tidak penting." ucap tak ingin menangapi pertanyaan yang diajukan oleh Desalan
"Baiklah karena aku sudah mendengar berita gembira ini maka aku harus akan kembali." ucap Need tanpa perasaan lalu pergi meninggalkan ruang tersebut dengan wajah berbinar bahagia
David melotot tak percaya begitu bahagianya Need mendengar apa yang terjadi pada dirinya dasar mantan asisten tak ada akhlak
"Sebaiknya kau berdamai dengan calon menantu mu karena pada akhirnya orang tua akan kalah dengan anaknya." ucap Desalan bijaksana
kini ketiga orang tersebut sedang makan bersama sebelum meninggalkan meninggalkan restoran
Sementara di sisi lain tampak need sedang berbahagia bahkan dia sempat singgah ke toko bunga untuk membeli bunga dan hadiah untuk istrinya sebelum kembali ke kediamannya
Sementara itu di kediaman David tepatnya di dalam kamar Briana tampak Briana sedang melakukan panggilan telepon dengan Alvin
"Sayang Bagaimana menurutmu Ayah mengajak untuk makan malam bersama besok malam." tanya Briana
"Benarkah itu bertahan sangat bagus baiklah besok aku akan makan malam di rumahmu." ucap Alvin
"Apa yang sekarang sedang kau lakukan tanya." Alvin
"Aku sedang berbicara dengan calon imamku." ucap Briana menggoda Alvin
Sementara itu Alvin diseberang sana setelah mendengar ucapan brina rona merah terlihat jelas di wajahnya bahkan senyumannya langsung mereka mendengar ucapan Briana
"Kenapa ya di saat aku berbicara denganmu aku selalu kalah saat akan berkata-kata." ucap Alvin
"Ada apa dengan perkataan ku apa ada yang salah ...." tanya Briana pura-pura bodoh
"Kau ini paling bisa meracuni hati dan pikiranku dengan kata-kata dari mulut manis mu." ucap Alvin
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya