
mereka semua telah masuk ke dalam istana sementara itu di sebuah markas tampak seorang wanita hamil yang sangat marah atas berita yang dia dengar hari ini tentang pernikahan raja Alvin dan Putri Briana
"kalian telah menghancurkan hidupku dan membuat aku menjadi seperti ini Aku pastikan akan membalas dendam pada kalian berdua." ucap wanita tersebut sambil memegang perutnya
seorang pria hanya bisa menatap dari jauh sambil menutup matanya "tuan Apa yang harus kita lakukan apakah kita harus menyerap kerajaan Santos pada acara pernikahan raja Alvin dan Putri Briana." tanya asisten yang berada di sampingnya
kita menyerang kerajaan Santos maka itu sama dengan kita mengantar nyawa kita sendiri sebaiknya kita harus bersembunyi dari semua orang terutama dari kerajaan Santo kau tidak tahu siapa orang-orang yang berada di kerajaan benua tanah belum lagi Ayah dari Putri priana bukanlah orang sembarangan Dia seorang mafia sangat terkenal kejam dan tak punya belas kasih kau pikir dia akan membiarkan kita hidup setelah berusaha merusak acara pernikahan putrinya." ucap pria tersebut
"jadi tuan Apa yang harus kita lakukan sekarang." tanya sang asisten
"sekarang kau kemasi semua barang-barang kita jangan ada yang tersisa lalu bakar markas ini aku yakin Alvin tak mungkin saya ceroboh itu membebaskan keponakanku Dia pasti sudah berniat ingin menghancurkan kita semua melalui keponakanku." ucap pria tersebut
"kita akan kemana setelah kita menghancurkan markas ini." tanya sang asisten
"kita akan kembali ke desa untuk sementara waktu hingga kita bisa menemukan celah untuk menghancurkan Alvin dan para bawahannya." ucap pria tersebut
setelah mendengar keputusan dari tuannya sang asisten langsung melaksanakan tugasnya sementara itu pria tersebut langsung berjalan menuju ruangan di mana keponakannya sedang menangis histeris sambil melampiaskan amarahnya
"tidak paman aku tidak mau pergi dari markas ini aku harus menghancurkan Alvin terlebih dahulu dia telah menghancurkan hidupku lihatlah aku sekarang." ucap wanita tersebut
pesawat yang ditumpangi oleh Alvin dan yang lainnya sudah mendarat sempurna tampak para pengawal kerajaan menyambut sang raja begitupun sang adik ipar kini semua sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing demi melakukan perayaan besok Alvin yang menuju ke kamar pribadinya mendengung tebal saat melihat tak ada Briana di kamar tersebut Alvin langsung bertanya kepada salah seorang pelayan "di mana istriku." tanya Alvin
"maaf Yang mulia raja untuk malam ini ratu akan tidur di kamar yang mulia Ibu ratu hingga acara pernikahan besok selesai." ucap sang pelayan
"Kau bilang istriku tidur di kamar ibunda ratu tapi bagaimana mungkin memang ada peraturan seperti itu bukannya kami sudah menikah seharusnya itu dilakukan saat orang belum menikah." ucap Alvin Yang Tak habis pikir
"maaf Yang mulia ini sudah perintah dari yang mulia ratu elika dan ibu ratu Erina ." ucap sang pelayan
mendengar kedua Ibu ratu disebut membuat Alvin tak bisa berkata apapun Hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa dia harus tidur sendiri untuk malam ini
waktu berlalu dengan cepat saat ini acara pernikahan akan segera dimulai banyak rakyat yang berlomba-lomba untuk melihat raja dan ratu mereka yang baru acara pernikahan pun berlangsung dengan hikmat banyak orang-orang yang mendoakan raja dan ratu yang baru.
terimakasih semua sudah membaca cerita ini sudah tamat nanti aku buat cerita untuk anak-anak mereka di judul berbeda
terimakasih untu semua pembacaku semoga panjang umur, sehat, selalu dan banyak rezeki...amin