Princess Briana

Princess Briana
335



Sayang tadi kan waktu kita akan itu kau ingin mandi setelah mandi kau ingin makan sekarang kan kita telah selesai makan Bagaimana kalau kita membuat Pangeran kecil dan Putri kecil." ucap Alvin sambil memeluk Briana dari belakang setelah pelayan keluar membawa piring kotor


Wajah Briana langsung bersemu merah mendengar bisikan dari Alvin "tapi Kakak aku tidak tau caranya membuat Pangeran kecil dan Putri kecil." ucap dengan polosnya Briana


Mendengar perkataan Briana alvin Lalu membalikkan tubuh istrinya dengan lembut "Bagaimana jika aku mengajarimu cara membuat putri dan pangeran kecil." ucap Alvin sambil naik turunkan alisnya membuat Briana semakin malu lalu menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Alvin


"Sayang kata ayah aku tidak boleh membuat pangeran dan putri kecil sebelum Ayah menyuruhku." ucap Briana membuat mata Alvin tiba-tiba melotot sempurna mendengar ucapan Briana dia yakin pasti Ayah mertuanya sudah merasuki pikiran Briana, Alvin lalu memutar otaknya Bagaimana bisa mematahkan semuanya


"Begini saja sayang kita kan sudah menikah Bagaimana kalau kita nyicil dulu kita akan buat dulu kaki lalu perut, tangan dan juga kepala jadi saat ini kita buat kaki dulu setelah itu besok kau bisa mengatakan pada ayah untuk mengisikan mu membuat putri dan pangeran denganku lalu kita akan membuat perut, tangan dan kepalanya bagaimana." tanya Alvin dengan otak liciknya


Briana diam sesaat kemudian melihat ke arah Alvin "apakah kita bisa nyicil dalam proses pembuatan pangeran dan Putri kecil." tanya Briana yang terlihat ragu


"Tentu saja sayang semua itu bisa dicicil tergantung kita apalagi saat ini kau sudah menjadi istriku ayah pasti setuju atas semua yang kita lakukan buktinya ayah tak mengganggu kita kan berarti dia setuju aku menyicil pangeran dan putri kecil." ucap Alvin


Sementara itu di kamar ayah David dan mama Erina tampak tersenyum melihat sumringah melihat ayah David yang tertidur pulas Mama Erina langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Ayah David kemudian keluar dari kamar begitu menutup pintu kamar tampak ayah deslan, ayah Need dan ayah Lewis yang sedang mencari Ayah David "Erina Apa kau melihat David." tanya ayah Lewis


"Oh David dia sedang tidur katanya tadi dia sedang kurang enak badan." ucap Mama Erina bohong


"Benarkah dia sakit bagaimana bisa dia sakit selama ini aku tak pernah mendengar dia merasakan sakit." ucap Ayah Need yang tak percaya bahwa David sedang sakit apalagi baru beberapa menit Mereka menerima pesan darinya yang membuat kedua orang yang berada di sampingnya langsung melihat ke arah Need " apa maksudmu berkata seperti itu apa kau pikir David robot tidak bisa sakit." ucap Lewis yang kurang mengerti dengan perkataan Need


"Need Menghembuskan nafasnya kasar setelah mendengar perkataan Lewis "bukan seperti itu maksudku tapi semenjak aku mengenal David sampai saat ini aku belum pernah mendengar bahwa dia sakit sampai tak bisa memenuhi janjinya apalagi dia yang sudah membuat janji." ucap Ayah Need


Mama Erina bergegas pergi meninggalkan ketiga orang yang ada di hadapannya yang merupakan satu tim suaminya dia lebih memilih pergi untuk bertemu dengan ibu mertuanya daripada harus mendengar celotehan ketiga orang tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya