
Tumben sekali orang tua kita sangat lama berdiskusi biasanya mereka akan berdiskusi sebentar saja Apa ada sesuatu yang terjadi tanpa kita ketahui." ucap Briana membuat Bastian semakin tegang saja
Sementara itu si kembar tampak menggeleng kepala sambil melihat pintu ruangan kerja orang tuanya
"Aku yakin mereka pasti melakukan hal-hal yang bisa membuat Bastian jantung diluar." bisik Brayen pada Brian
"Mereka akan menggunakan waktu yang tepat untuk dapat membuat kita seperti orang bodoh lihatlah sebentar lagi mereka akan keluar dengan wajah tanpa perasaan untuk membuat Bastian semakin takut." ucap Briana
"Ya aku yakin itu apalagi keempat orang tersebut sudah berkumpul dalam satu ruangan Aku melakukan hal licik dalam pernikahan Bastian tapi untuk saja Bastian adalah seorang raja tak mungkin mereka menggunakan cara licik untuk mendapatkan Yena." ucap Brayen
"Ya Kakak benar untung Bastian adalah raja mereka pasti akan melakukan sesuai dengan standar dan protokol kerajaan itu pasti akan membuat ayah harus memutar otak karena tahu bagaimana paman desalan akan mempertahankan putrinya sampai titik darah penghabisan, apalagi putrinya akan masuk di keluarga yang sama." bisik Brian
"Sedangkan yema langsung mendekat kepada Bastian kau tenang saja semua akan baik-baik saja." ucap Yema
"Aku sedikit takut pasalnya di sini hanya aku yang menikah harus dengan protokol kerajaan Aku juga ingin menikah tercepat kalian menikah." ucap Bastian
Sementara di dalam ruangan kerja David para tetua yang sedang berdiskusi akhirnya telah mendapatkan solusi yang terbaik untuk pernikahan Bastian dan Yena Mereka pun keluar dari ruangan
Tampak semua orang langsung melihat ke arah pintu yang terbuka keluarlah ayah David, Mama Erina kakek dan nenek
Dengan wajah dibuatnya tegang mungkin mereka langsung duduk dihadapan Bastian dan yang lain
Melihat wajah ke empat orang di hadapannya Bastian semakin tegang dia bahkan langsung memegang erat tangan Briana membuat Briana mengaduh kesakitan Bagaimana tidak Bastian meremas tangan mungil Briana
"Maaf aku sedikit panik pasalnya lihatlah mereka wajahnya semua tak ada senyuman penuh ketegangan Aku jadi sangat takut apa yang akan mereka katakan." bisik Bastian di telinga Briana
"Coba katakan Bagaimana kau akan melamar yena dan kapan kau ingin melamarnya." tanya David
"Aku ingin melamarmu sesuai dengan prosedur yang ada dan aku ingin melamarnya tiga hari lagi dan menikah minggu depan ucap Bastian tanpa ragu, menjadi raja membuatnya menjadi seseorang yang bisa berpikir walaupun di bawah tekanan
"Bagaimana kalau ayah tak mengizinkan mau melamar yena tanya." ayah David pada Bastian
Sontak saja seluruh ruangan menjadi tegang dengan mendengar ucapan ayah David
"Mengapa ayah telah menyetujui Aku aku melamar Yena." tanya Bastian
"Aku kan bertanya seandainya aku melarang kau melamar Yena apa yang aku akan kau lakukan bukan kau balik bertanya seperti itu tanya jadi apa yang akan kau lakukan kalau ayah melarangnya kau melamar Yena." tanya ayah David mengetes cinta putranya
"Aku akan melakukan sesuai dengan caraku sesuai dengan adat istiadat keluarga kita dalam mencari pasangan." ucap Bastian yakin
"Tapi kalau kau melakukan hal itu Yena hanya akan menjadi wanita kedua di istana bukan menjadi seorang Ratu." ucap David tersenyum tipis
Membuat semua orang semakin tegang mendengar perkataan David apalagi wajah Bastian sudah memerah entah karena marah atau apa tapi sepertinya perasaan Bastian sedang tidak baik-baik saja mendengar perkataan ayahnya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya