
"Apa-apaan kau ini bisa-bisanya kau yang akan dihukum menyuruh kami ikut dihukum bersamamu itu kan kesalahanmu dan kami tidak tahu apa yang telah kau lakukan sehingga Ayah mertuamu berniat menghukummu." ucap Ayah Lewis
"Hei ini juga akibat Kalian bertiga yang menghianatiku jika seandainya kalian tidak menghianatiku Ayah mertuaku takkan semarah ini padaku." ucap Ayah David membelah diri
"Kami tak ada niat untuk menghianatimu hanya saja saat itu kami memang tak bisa melakukan apapun memang kau bisa melawan Erina." tanya ayah Lewis
"Siapa yang suruh kalian melawan Erina seharusnya kalian itu menggunakan otak kalian untuk membawa aku kabur dari kamar itu." ucap Ayah David
"Kau ini memang kau pikir Erina mudah ditipu Apa kau saja bisa ditipu olehnya Bagaimana dengan kami ini." ucap Ayah Lewis membela diri
"Kalian memang sahabat-sahabat laknat yang tak bisa diandalkan hanya masalah sekecil itu saja kalian bisa sampai gagal." ucap ayah David menatap sinis ke tiga orang yang ada di hadapannya
"Kau bilang masalah kecil aku bahkan hampir saja tak bisa bernafas gara-gara Erina menatapku dengan tajam kau tahu bahkan desalan saja sampai harus bolak-balik ke kamar mandi Karen di tatap oleh Erina akibat hendak membangunkan mu." ucap Ayah Lewis
"Ah kalian saja yang terlalu takut sehingga seperti itu." ucap Ayah David seolah-olah dia tidak takut pada Mama Erina
Sementara itu kakek Ajima Yang sudah bangun lalu membersihkan tubuhnya kemudian keluar kamar lalu pergi ke meja makan untuk sarapan tampak kakek ajima mencari keberadaan ayah David di meja makan tapi sepertinya kakek jimat tak menemukan ayah David kemudian Kakek Ajima berjalan-jalan di sekitar rumah dan taman belakang tapi Tak Melihat keberadaan ayah David kakek Ajima pun menuju kamar mama Erina untuk bertanya keberadaan ayah David tapi saat berjalan melewati ruang tengah Kakek Ajima melihat mama Erina, kakek Ajima pun mendekati mama Erina laku duduk di sampingnya
"Entalah ayah dia hanya mengatakan bahwa dia sedang keluar yang dia tulis di secarik kertas dan dia sudah keluar dari tadi saat aku belum bangun." ucap Mama Erina
"Dia sepertinya sangat menyukai kertas baiklah aku tahu apa yang harus aku lakukan padanya." ucap kakek Ajima
Saat tengah berbicara dengan mama Erina tiba-tiba pandangan kakek Ajima mengarah pada seorang pria yang baru saja menuruni tangga dengan wajah cerah, pria tersebut tak menyadari ada seseorang yang marah Karena menikahi cucunya tanpa sepengetahuan dirinya
"Sepertinya kau sangat bahagia setelah mencuri sesuatu yang berharga dari ku." ucap kakek ajima membuat langkah kaki Alvin langsung terhenti seketika kemudian menatap ke arah kakek Ajima dengan ekspresi serba salah
Alvin langsung mendekat dan mencium punggung tangan kakek Ajima "maaf kakek aku tak mengetahui kedatangan kakek." ucap Alvin basa-basi dengan perasan gugup apalagi di perhatikan secara intens oleh Kakek Ajima sedangkan Mama Erina pura-pura cuek tak mendengar apa yang dikatakan oleh kakek Ajima
"Apakah kau seorang pencuri yang tiba-tiba menikahi cucu orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu setidaknya kau bisa mengatakan padaku bahwa kau akan menikah." ucap ucap kakek Ajima yang terlihat kesal tidak menantunya yang durhakim Sekaran cucu menantunya juga menjadi ijuk durhaka sama seperti ayah mertuanya David
"Aku sebenarnya ingin menikah bulan depan sesuai dengan keputusan dari seluruh keluarga tapi apa boleh buat karena suatu insiden yang terjadi sehingga aku dan Briana harus menikah dalam waktu 1 jam." ucap Alvin jujur.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya