
Sementara itu di perusahaan Briana tampak Briana tersenyum saat pelayan dari restoran yang memberikan pelayanan kepada para karyawan makan siang dan menurut pelayan tersebut itu adalah hadiah dari seorang pria yang bernama Alvin
Kini Briana yang sudah duduk di kursi kebesarannya langsung mengambil ponsel miliknya dia ingin berbicara dengan Alvin dan mengucapkan terima kasih pada sang kekasih hati dengan wajah sumringah Briana langsung menelpon Alvin
Sementara Alvin yang telah tiba di ruangan miliknya langsung duduk di kursi kebesarannya dengan raut wajah yang sulit diartikan tak berselang lama ponselnya berdering Alvin yang tadinya malas mengangkat ponsel miliknya langsung berubah menjadi semangat empat lima saat mengetahui siapa orang yang menghubunginya
"Halo sayang apakah Kau sudah merindukan ku." tanya Alvin dengan senyuman di wajahnya
"Aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah mentraktir karyawanku aku tak menyangka ternyata kau seorang pria pengertian selain baik dan romantis." ucap Briana
Alvin yang tadinya sempat kesal karena calon Ayah mertuanya mengerjakannya kini langsung tersenyum lebar dan bersyukur karena dengan apa yang di lakukan oleh calon ayah mertuanya tersebut membuat Briana semakin menyukainya
"Kau tau sayang itu adalah ucapan syukurku karena aku dan kau sekarang sudah menjadi satu apalagi kedua orang tuamu sudah memberikan Restu pada kita." ucap Alvin
Brian langsung merona wajahnya seperti kepiting rebus
"Baiklah aku aku akan bekerja dulu." ucap briana tak ingin berlama-lama menelepon Alvin bisa-bisa dia terkena penyakit diabetes karena sering mendengar kata-kata manis dari mulut Alvin
"Sayang tapi aku masih kangen kapan lagi ya kita bisa bertemu seperti tadi." ucap Alvin mengingat bagaimana dia melahap bibir mungil Briana membuat yang di bawah langsung bereaksi
Sedangkan dalam otak briana dia berpikir tentang makan siang dirinya bersama Alvin
"Kita akan sering melakukannya karena sekarang ayahku sudah tak seperti dulu lagi dia sudah mulai percaya padamu." ucap Briana
"Apa kau yakin kita akan sering melakukan hal tersebut." tanya Alvin yang berpikir tentang ciuman yang mereka lakukan di kediaman yang dia siapkan untuk Brian
"Tentu saja kita akan selalu makan siang bersama jika kau dan aku tak sibuk." ucap Briana, Alvin langsung lemas seketika mendengar perkataan Briana wajahnya yang tadi sumringah Langsung menjadi menyedihkan karena sepertinya otaknya dan otak Briana memikirkan hal yang berbeda
Alvin menghembuskan nafasnya kasar memang Briana sangat polos kalau masalah seperti itu
Setelah mengakhiri sambungan telepon tersebut Alvin langsung menatap keluar jendela tiba-tiba sebuah ide terlintas di otaknya
Sementara itu David yang sudah berada di villa langsung disambut dengan kekesalan para sahabatnya
"Bisa-bisanya kau ini meninggalkan Kami bertiga di sini pikirkan kami yang tak bisa menghubungi siapapun di sini." ucap Need
"Sudahlah kau ini terlalu cerewet syukur-syukur Aku menjemputmu aku juga hanya pergi sebentar bukan meninggalkanmu seharian semalam dan lagi pula tempat ini memiliki banyak stok makan kau tak akan kelaparan walaupun berbulan-bulan aku tak datang kemari." ucap santai David
"Dasar pria arogan." umpat Need
"Hentikan ocehan kalian sekarang kita harus melakukan diskusi ulang tentang kegiatan yang akan kita lakukan ucap Lewis setelah itu Mereka bertiga masuk ke sebuah ruangan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya