
Naura langsung mengalihkan pandangannya pada Michael yang sepertinya mulai merajuk, Naura tersenyum sambil mentap Michael "aku tak menyangka bahwa aku bisa semudah ini mencintaimu." ucap Naura yang masih menatap mata Michel seolah-olah sedang terkena hipnotis oleh mata Michel
Mendengar perkataan istrinya membuat mata Michael berbinar bahagia dia tak menyangka ternyata istrinya sudah mencintai dirinya tadinya dia merasa khawatir kalau istrinya Belum memiliki perasan padanya walaupun istrinya selalu menuruti keinginannya
"Aku juga sangat mencintai mu aku tak menyangka menikahi mu bisa membuatku sebahagia ini aku takut mendekati wanita yang tak aku kenal karena takut di jebak oleh mereka setelah tau latar belakang ku ." ucap Michael
Mendengar perkataan Michael membuat Naura menatap intens pada suaminya, "jadi kau mengira aku menjebak mu saat kita akan menikah itulah mengapa kau sangat membenciku saat kita di temukan di dalam kamar." tanya Naura
"Ya aku sangat marah aku pikir kau sengaja menjebak diriku tapi setelah aku pikir-pikir mana mungkin kau dapat menebak ku sedangkan kau hanya seorang pelayan kecil aku yakin pasti ada orang dekatku yang melakukannya dan mereka pasti bekerjasama untuk dapat menjebak aku dan Robert di saat bersamaan." ucap Michael
"Jadi kau sudah menemukan pelakunya apa yang kau lakukan padanya apa kau menghukumnya." tanya Naura penasaran
Michael menghembuskan nafasnya kasar, "jangankan menghukumnya menuduh mereka saja aku tak mampu bisa di tengelam kan aku kalau sampai menuduh mereka." ucap Michael begidik ngeri mengingat para nenek laknat yang tak kenal takut
Membuat Naura bingung mendengar perkataan suaminya sebegitu hebat orang yang menjebak mereka
"Sudahlah kau tak usah banyak berpikir sebaiknya kita segera ke bandara Robert sudah menunggu dia juga ingin segera pulang untuk menemui istrinya." ucap Michael
Kini Michael dan Naura serta tuan Renu sudah berada di dalam jet pribadi milik Michael
Sementara untas yang di rawat di salah satu rumah sakit mulai sadarkan diri setelah beberapa cairan infus masuk ke dalam tubuhnya
Untas memandang malas melihat Alvin sungguh dia tak menyangka Alvin akan mengetahui kelemahan yang selam ini dia sembunyikan
"Kenapa apa kau pikir aku tidak tau kelemahan yang selama ini kau sembunyikan apa kau lupa apa amnesia aku siap." ucap Alvin sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Untas yang terkejut
Untas semakin meradang mendengar ucapan Alvin ada juga bos seperti ini dia sudah tak berdaya
Dari arah pintu tampak seorang dokter masuk menunduk hormat pada Alvin
"Maaf yang mulia kami mendengar tuan Untas sudah sadar kami ingin memeriksanya." ucap dokter tersebut
"Ya tolong sekalian periksa isi otak dan mulutnya sedari tadi dia hanya menatap q seperti orang bisu apa mungkin dia perlu di operasi untuk membedah otaknya." ucap jahil Alvin
"Mendengar perkatan alvin sontak membuat Untas melotot saya bisa bicara tuan otak saya masih bagus sy tak perlu di operasi." ucap spontan Untas
"Oh ternyata dia masih sehat dok ." ucap Alvin santai sambil berjalan menuju sofa membiarkan dokter tersebut memeriksa Untas sedangkan sang dokter jangan di tanyak dia berusaha menyembunyikan senyumannya yang melihat Untas ketakutan
Setelah melakukan pemeriksaan dan ternyata tak ada yang serius Untas di perbolehkan untuk pulang
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya