
"Oh suamiku segitu gigihnya Kau untuk membuat Alvin menyerah untuk mendapatkan Briana Kau sungguh egois." ucap mama Erina sambil meminum teh melati miliknya
"Ibu apakah ibu sedang merencanakan sesuatu tanya mama Erina pada ibu mertuanya yang baru saja duduk dihadapannya beberapa menit yang Lalu
"Ya ibu akan menjebak seorang wanita dan seorang pria di pesta pernikahan Bastian minggu depan dan ibu sedang merencanakan yang saat ini ucap nenek Anita dengan santai
"Berapa pasang yang Ibu akan jebak tanya." mama Erina dengan santai
"Mungkin hanya satu tapi kalau ada tambahan kuota bisa dua dan tiga tergantung situasi ucapkan nenek Anita
"Ada apa apakah ini tentang Briana dan calonnya." Tanya nenek Anita sambil menatap pada menantunya
Aku merasa sangat kesal karena David sudah sangat keterlaluan pada calon menantu yang aku inginkan ucap Mama Erina
"Kenapa tidak langsung melakukan tindakan agr secepatnya Briana di halalkan." ucap nenek Anita
"Aku sudah berjanji pada David tak akan ikut campur sampai Alvin lulus dalam semua ujian yang dia buat untuk Alvin." ucap mama Erina
"Sudahlah jangan mendengarkan suamimu dia pasti akan melakukan segala cara baik secara halus maupun cara kasar." ucap nenek Anita Santai
"Itulah mengapa aku mengawasi David agar dia tidak keterlaluan dalam dalam memberi ujian pada calon menantuku ." ucap mama Erina
"Baiklah aku mengerti kalau butuh bantuan segara hubungi ibu, dengan sukarela ibu akan membantu mu ." ucap nenek Anita
Mama Erina tersenyum melihat ibu mertuanya "terima kasih ibu aku akan selalu membutuhkan bantuan ibu." ucap mama Erina
Di sebuah perusahaan di tepatnya di perusahaan milik David tampak David sedang duduk di kursi kebesarannya memikirkan rencana yang akan dilakukan apalagi tak ada balasan pesan dari Alvin mengenai pesan yang dikirim untuk memberi dana segar pada perusahaan Alvin
"Apa aku harus berpura-pura menjadi calon mertua yang baik Agar aku mengetahui kelemahannya." pikir David sambil terus berperang dengan batinnya kalau sampai dia kecolongan dan apa yang menjadi menantunya dia harus ekstra sabar
Sementara itu di sebuah perusahaan tepatnya di perusahaan Alvin, Alvin tampak tersenyum sumringah saat mengetahui bahwa semua yang terjadi hari ini adalah pekerjaan calon mertuanya dia yakin pesan yang dikirim oleh seseorang melalui nomor yang tak diketahui adalah pesan dari calon mertua nya
Sementara asisten Alvin yang melihat hal tersebut menatap aneh pada sang Tuan Bagaimana bisa Alvin masih tersenyum di saat perusahaannya mengalami kondisi yang buruk bahkan Alvin tak mengatakan apapun Hanya santai mendengar semua berita yang terjadi
Tuan Apa yang harus kita lakukan seluruh investor mundur kalau dalam satu minggu kita tak mendapatkan investor baru bisa-bisa perusahaan kita akan bangkrut ucap asisten
Alvin menatap asistennya yang dengan wajah yang sangat gelisah dan frustasi kau tenang saja walaupun perusahaan ini bangkrut aku masih memiliki banyak perusahaan di luar sana tapi kau tenang saja aku jamin perusahaan in takkan pernah bangkrut ucap Alvin santai
Asisten tersebut langsung menatap tak percaya pada Tuhannya Apa maksud dengan perkataannya bahwa dia masih memiliki banyak perusahaan dan dia menjamin bahwa perusahaan akan bangkrut tapi bagaimana caranya sedangkan kas perusahaan entah kemana perginya
Asisten berpikir mungkin tuanya sudah gila mungkin saja karena pengaruh frustasi sehingga tuannya menjadi tidak waras
Dipandangi asistennya dengan pandangan yang sulit diartikan membuat Alvin langsung menatap tajam sang asistenya
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
di baca ya novel baru Arturo makasih