
Mendengar pertanyaan tuannya sontak saja sana asisten terkejut apalagi selama ini dia mempunyai teman sama sekali selain saudaranya
"Maaf Tuan aku tidak mempunyai teman aku hanya mempunyai saudara dan sepertinya aku tidak mempunyai saudara atau kenalan yang orang yang licik." ucap asisten desalan dengan polosnya
"Baiklah aku mengerti Kau boleh keluar untuk melanjutkan pekerjaan." ucap Desalan sambil memeriksa proposal yang ada di hadapannya
Sedangkan sebuah perusahaan tampak David sedang duduk di kursi kebesarannya menatap keluar jendela dia berniat bertemu desalan hari ini
Sementara itu di pusat perbelanjaan tepatnya di sebuah restoran di ruangan VIP tampak nenek Anita dan nenek yena masih saja mengobrol
"Aku semakin penasaran siapa wanita yang ingin kau dekatkan dengan Daren." tanya nenek Yema
"Apa kau tahu bahwa Deni memiliki seorang adik yang sangat cerdas dan cantik." tanya nenek Anita
Nenek Yena menggeleng "bukankah Deni adalah anak satu-satunya." tanya nenek Yena
"Tidak Deni sebenarnya memiliki seorang adik perempuan, tapi adiknya tinggal bersama kedua orangtuanya sedangkan Deni tinggal dengan nenek dan kakeknya itulah mengapa adik Deni tak pernah muncul di setiap acara-acara yang ada pasalnya mereka tinggal di luar negri." ucap nenek Anita
"Benarkah ibu Desi tak pernah mengatakan bahwa dia memiliki seorang cucu perempuan dan bahkan dia tak pernah memperlihatkan fotonya pada kita." ucap nenek Yema
Kau saja yang jarang berkumpul sehingga kau tak mengetahui apa yang di lakukan oleh nenek Desi dia selalu menelepon cucu perempuan yang bersama kami dengan melakukan panggilan video." ucap nenek Anita
"Dia sangat cantik dan juga sangat baik dia sepertinya hari ini akan kembali ke sini kami sempat melakukan panggilan video beberapa minggu yang lalu dan dia berkata dia rindu ingin bertemu kakak, kakek dan neneknya serta kakak iparnya jadi dia bersikukuh kembali ke sini." ucap nenek Anita
"Benarkah apa sebaiknya kita bertamu di rumahnya ibu Desi Aku ingin melihat calon cucu menantu Ku." ucap nenek Yena
"Sebaiknya kita pergi besok saja sekalian kita mengadakan pertemuan di sana kalau sekarang Pasti dia sedang istirahat maklum saja perjalanan yang jauh." ucap nenek Anita
"Kau benar aku sampai lupa bawa dia baru saja tiba di kota ini baiklah besok kita akan mengadakan pertemuan di rumah ibu Desi sekalian aku ingin melihat bagaimana sifat calon cucu menantu ku." ucap nenek Yema yang sudah mengklaim cucu ibu Desi sebagai cucu menantunya
Mereka berdua tersenyum karena sudah membuat sebuah kesepakatan benar-benar kesepakatan yang membuahkan hasil di mana nenek Anita mendapatkan keinginannya yaitu dukungan untuk mendapatkan Yena sedangkan nenek Yena mendapatkan hasil yaitu calon istri Darren cucu kesayangannya
Setelah menghabiskan makanannya kedua wanita paruh baya itu kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk beristirahat
Sementara itu di kediaman Desalan tampak Indah dan Erina sedang duduk sambil minum teh dan cemilan mereka di hamparan tanaman bunga di hadapan mereka
"Sebenarnya kedatanganku di sini ingin membicarakan sesuatu padamu sesuatu yang serius Aku ingin kau membantuku dengan menyetujui permintaan ku." ucap Erina sambil menatap hamparan bunga di hadapannya
Mendengar perkataan Erina, Indah langsung menatap bola mata Erina "ada apa katakan saja aku akan selalu membantu." ucap indah tanpa ragu.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya apa