Princess Briana

Princess Briana
168



"Tuan menyuruhku untuk membaca laporannya aku pikir Tuan hanya mendengus karena sedang memainkan ponsel Tuan." ucap Untas tanpa dosa


Karena tak ingin memperpanjang masalah dengan Untas Alvin hanya mampu hembus nafasnya kasar lalu berkata "baik bacakan laporannya terus simpan di meja ku lakukan apa yang seharusnya kau lakukan jika sudah waktunya kita pergi Nanti katakan padaku." ucap Alvin


"Baik tuan perusahaan yang akan bekerja sama dengan kita adalah perusahaan dari luar yang baru-baru ini melebarkan sayapnya untuk membuka perusahan di kota ini dan perusahaan itu dibuka belum lama setelah anda datang kemari." ucap Untas


"Apa kau sudah menemukan identitas pemilik dari perusahaan tersebut dan latar belakangnya Aku ingin tahu tentang pemilik perusahaan tersebut sebelum aku dan ia melakukan kerjasama." ucap Alvin


"Ini yang aku kurang suka dalam melakukan kerjasama dengan perusahaan ini karena sepertinya perusahaan ini memiliki hubungan dengan beberapa perusahaan yang yang bekerja sama dengan beberapa mafia dan mempunyai bisnis perdagangan wanita informasi ini aku dapat setelah aku meretas beberapa informasi pribadi pemilik perusahaan tersebut yang sengaja dia kunci pemilik perusahaan tersebut biasanya melakukan hal-hal curang dan biasa menggunakan wanita sebagai umpan untuk menjerat para pengusaha agar mau bekerjasama dengannya." ucap Untas


"Dia sungguh pengusaha brengsek sejati Aku sangat menantikan kerjasama dengan orang seperti ini dia pasti memiliki maksud dan tujuan lain memilih perusahaan kita yang di ambang kebangkrutan untuk melakukan investasi ucap Alvin


"Saya rasa dia ingin menggunakan perusahaan ini untuk mencuci semua uang kotor yang berasal dari semua bisnis haram yang dia miliki dan dia juga tak segan-segan menghabisi lawan yang tak mau berkerja sama dengannya." ucap Untas


Untas menelan sifatnya baru kali ini dia melihat langsung senyum antusias Alvin untuk bekerja sama dengan orang lain dan senyuman itu senyuman yang pernah dikatakan oleh Abang Rendra senyuman itu adalah senyum yang harus di hindari


"Tuan sebaiknya kau jangan tersenyum seperti itu Aku merasa merinding dibuatnya." ucap Untas mengeluarkan isi hatinya dia memang seseorang tak dapat menahan mulutnya saat ingin berkata sesuatu padahal Abang Rendra sudah mengatakan padanya untuk jangan banyak berbicara jika bersama bersama dengan Alvin cukup menjawab seadanya dan laksanakan setiap perintah yang di katakan oleh Alvin tapi dasarnya unta padang pasir dia tak bisa menahan air mulutnya untuk berbicara


Alvin langsung menatap dengan tatapan yang sulit diartikan kepada untas membuat Untas semakin merinding "Tuan aku akan keluar untuk bekerja Aku akan kembali lagi disaat kita akan keluar makan siang ucap Untas lalu mengambil langkah seribu agar secepatnya pergi dari ruangan alvin


"Sampai di ruangan untas langsung menutup pintu jantungnya berdetak kencang Ternyata apa yang dikatakan oleh Abang Rendra memang benar ternyata dia mempunyai banyak kepribadian Untung saja aku tak terlalu menentangnya bisa jadi tape aku di buatnya jika aku terus membuatnya jengkel." ucap Untas


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat kini untas dan Alvin sudah berada di dalam mobil untuk pergi ke restoran di mana tempat pertemuan dengan investor tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya