
"Benarkah wah memang pak imam iman yang terbaik." ucap Untas
"Kau ini terus memanggil namaku tidak jelas kadang pak penghulu, kadang pak iman mulai saat ini kau harus memanggil ku Ayah karena sebentar lagi kau akan menikah dengan putriku." ucapan iman
"Hehehe maaf kebiasaan." ucap Untas dari arah samping tampak seorang pelayan membawakan pesanan mereka
"Ayo sebaiknya kita makan terlebih dahulu setelah itu kita akan pergi ke rumah keluarga Guetta karena ini adalah waktu yang pas dan tepat di saat yang lain sedang pergi bekerja." ucap pak penghulu karena mengetahui para laki-laki di keluarga Guetta pasti tak ada di rumah
Untas hanya mengangguk mengerti dia sangat lega setelah berbicara dengan pak imam hati karena ada celah untuknya apalagi dia berharap pak imam dapat membantunya agar orang yang dimaksud pak. imam dapat membantunya agar pernikahan Alvin dan Briana dapat terlaksana secepatnya
Sementara itu di kediaman Alvin tampak Alvin sedang sarapan tapi pandangannya mencari-cari sesuatu bibi di mana untas tanya Alvin
"Maaf tuan sejak pagi tadi Tuan untas pergi keluar." ucap pelayan
Alvin langsung menautkan alisnya mendengar pagi-pagi sekali Untas sudah keluar dari kediaman miliknya kemudian dia mengingat sesuatu Apa dia sedang mencari ide pikiran tak mau ambil pusing karena tak berselang lama sebuah pesan masuk ke ponselnya dari untas meminta izin pada Alvin dia akan mengurus sesuatu terlebih dahulu
Setelah sarapan Alvin langsung menuju mobilnya ini mobil Alvin sudah melaju menuju perusahaan miliknya sambil berpikir Sebenarnya apa yang dilakukan Untas tapi dia yakin tuntas pasti sedang melakukan sesuatu
Sementara itu di kediaman keluarga Guetta para keluarga besar tersebut senang makan bersama di rumah utama setelah sarapan bersama para pria langsung berangkat ke perusahaan begitupun Briana tinggallah nenek Anita dan mama Erina yang duduk di taman belakang
Mama Erina berpikir sejenak "kemudian menggeleng sepertinya tak ada yang menikah dalam waktu dekat ini yang paling dekat adalah pernikahan briana dan Alvin bulan depan itu pun kalau tidak ada halangan." ucap Mama Erina dengan wajah yang sulit di artikan
Saat nenek Anita sedang berbincang-bincang lebih jauh lagi salah seorang pelayan langsung datang mengehentikan obrolan mereka "maaf nyonya di depan ada pak penghulu bersama seseorang Mereka ingin bertemu dengan nyonya." ucap sang pelayan
Nenek Anita dan mama Erina saling memandang kemudian mengangguk mereka berdua bangkit menuju ke ruang tamu tampak dari jauh Mereka melihat pak penghulu dan satunya untas yang mereka kenal sebagai asisten pribadi Alvin kini nenek Anita dan mama Erina sudah duduk di hadapan kedua orang tersebut
"Selamat pagi nyonya besar selamat pagi nyonya mudah maaf aku datang sepagi ini untuk bertemu dengan nyonya tapi ada hal yang ingin aku bicarakan dulu." ucap pak penghulu
"Selamat pagi pak penghulu sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang anda ingin bicarakan." tanya nenek Anita sambil tersenyum begitu pun mama Erina hanya tersenyum
"Nyonya bisakah kita pergi ke tempat aman untuk berbicara ini masalah yang sangat penting dan menyangkut seseorang di keluarga ini." ucap pak penghulu karena tahu jika setiap sudut rumah diawasi oleh kamera pengawas oleh ayah David
Mendengar perkataan pak penghulu membuat nenek Anita mengerti "baiklah sekarang ikut denganku." ucap nenek Anita lalu bangkit bersama Mama Erina menuju ke sebuah ruangan pribadi yang memang tak ada kamera karna ruangan tersebut adalah ruang pribadi milik nenek Anita .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya