Princess Briana

Princess Briana
76



"ini..... ini... adalah foto kak Siska dan ya ini apakah dia suami kak Siska." tanya kakek Rendra


"Iya mereka adalah kakek dan nenek buyut ku." ucap Briana


"Pantas saja wajah mu sangat mirip kak Siska aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu sehingga aku tak akan merasa bersalah kepada sahabat ku." ucap kakek Rendra


"Aku sudah mendengar nama besar keluarga Guetta tapi aku belum punya waktu untuk bertemu sehingga sampai saat ini aku masih terus mencari jalan untuk bertemu salah satu keluarga Guetta tapi kerena pekerjaan dan aku Sudah tinggal di kota P membuatkanku tak punya waktu sehingga membuatku lupa akan niatku untuk bertemu keluarga Guetta." ucap kakek Rendra


Briana mengaguk mengerti, "apa boleh aku mengajak makan malam." tanya kakek Rendra sambil menatap sendu, membuat Briana langsun mengaguk


Alvin yang berada di tempat tersebut langsung menatap tajam Briana


"Terus aku bagaman kalau kau makan malam bersama kakek aku saja pacarmu tak pernah makan malam bersamamu." ucap Alvin dengan wajah menyedihkan


Membuat Briana Langsung mentap Alvin dan tersenyum, "bagaiman kalau kita makan malam bersama saja agar lebih asyik." ucap Briana berbinar menatap ke dua pria yang berada tepat di hadapannya


Kakek Rendra berusaha tersenyum melihat Briana yang nampak bahagia padahal dalam hati kekek Rendra memaki Alvin yang selalu menghalangi dirinya


Alvin Tersenyum sumringah, "itu adalah ide yang sangat bagus." ucap Alvin


"Baiklah aku akan masuk terlebih dahulu." ucap Briana meningalakan ke dua pria tersebut


Alvin bingung saat kakek Rendra mengatakan rasa bersalah padanya memang apa yang sudah dilakukanya" Memang apa yang aku lakukan." tanya Alvin sambil menatap kakek Rendra


"Apa kau tak kasihan aku menunggu selama empat puluh tahun untuk bisa makan malam berdua dengan cinta pertamaku sebelum aku mati dan sekarang impian ku akan sirna karena ada orang ketiga dan biasanya orang ke tiga adalah setan." ucap kakek Rendra


Membuat Alvin Langsung mentap kakek Rendra "seharusnya kakek mengerti diriku bayangkan saja demi makan malam dengannya aku rela menjadi orang ketiga bahkan rela menjadi setan ." ucap Alvin


"Tapi kau kan bisa makan bersamanya lain kali apalagi kau adalah kekasihnya, sedangkan aku hanya bisa makan saat ini aku tak tau kapan maut akan menjemput diriku." ucap kakek Rendra dengan raut wajah sedih


Membuat Alvin serba salah tapi dia juga tak mau membiarkan Briana makan malam tanpa dirinya, "baiklah kakek aku akan mengalah tapi aku Ingin kakek memberikan surat utang kerajaan Santos padaku." ucap Alvin dengan otak liciknya


Kakek Rendra berpikir sejenak kemudian mengaguk setuju, "baiklah aku akan memberikannya padamu angap saja sebagi hadiah karena kau sudah membuat cucuku menikah dan aku bisa bertemu dengan cicit cinta pertama ku." ucap kakek Rendra


Alvin Tersenyum puas setelah mendengar perkataan kakek Rendra, sedangkan kakek Rendra sedang bahagia karena akan makan malam bersama Briana tak ada neneknya cicitnya pun boleh


"Baiklah kakek hanya perlu bersiap biar aku yang akan menyiapkan makan malam tersebut." ucap Alvin dengan ide licik di otaknya


"Kau ternyata anak yang pengertian baikalah aku meyerahkan semuanya padamu." ucap kakek Rendra lalu kembali ke kamarnya begitupun Alvin


Jangan lupa like, komen, vote dan Hadiahnya