Princess Briana

Princess Briana
240



"Benarkah aku pikir kau sengaja membuang sapu tangan tersebut Karen kasihan padaku." ucap yena


"Jadi Ratu ku bisakah kita melakukan hal lain selain berbicara." tanya Bastian


"Memangnya Baginda ingin melakukan hal apa." tanya Yena dengan polosnya


Sesuatu yang bisa menghasilkan." ucap Bastian seraya lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Yena saat wajah keduanya sudah tak ada jarak tiba-tiba pintu di ketuk membuat Bastian meradang


Pintu pun terbuka tampak para pelayan yang akan membantu raja Bastian dan ratu Yena untuk melepaskan atribut yang melekat di pakain mereka


Sementara itu di tempat lain tampak Alvin yang habis menerima panggilan dari seseorang langsung bergegas ke tempat di mana mereka berjanji akan bertemu tanpa memberitahukan pada siapapun


Sementara itu di sebuah kamar tampak sepasang pria dan wanita yang sedang istirahat setelah menuntaskan hasrat mereka


Di sisi lain tampak para nenek durjana keluar dari kamar di mana Michel dan Naura berada entah keman para nenek durjana tersebut akan pergi


Sementara itu di sebuah ruang yang cukup besar tampak para pria di mana di sana Ade kakek Ajima, Kakek Andrew, kakek Estonia, kakek Drago, yang lain serta ayah David, ayah Desalan, ayah need, ayah Lewis sedang membahas sesuatu


Tak berselang lama datang Alvin, Brayen, Brian,Deni dan Galang mereka melihat satu sama lain


"Akhirnya kalian semua datang ke sini, sudah lama kita tak melakukan kegiatan bersama jadi aku sengaja memangil kalian untuk melakukan beberapa kegiatan untuk membuat kita semakin kompak kedepannya." ucap kakek Ajima sambil tersenyum penuh arti sambil melihat ke arah ayah David


Sedangkan Alvin menatap bingung dengan apa yang terjadi apalagi melihat senyum kakek Ajima membuat perasannya berdebar tak karuan karena dia yakin kakek dari Briana itu melihatnya seperti ayah David melihat dirinya


"Kakek sebenarnya ada apa menyuruh kami berkumpul di sini." tanya Brian


"Baiklah kami sudah berdiskusi kami akan menjadi juri dan kalian adalah peserta yang akan mengikuti sebuah lomba yang akan kalian ikuti bersama mertua dan ayah Kalian." ucap kakek Ajima


Brayen dan yang lain saling menatap satu dengan yang lain sambil melihat ke arah ayah David dan yang lainnya


"Tapi kakek bagaiman mungkin kami berni melawan orang tua kami." ucap Galang yang tak habis pikir dengan yang di lakukan para orang tua yang ada di hadapannya


"tenang saja ini hanya permainan aku yakin tak akan ada yang saling menyakiti terkecuali tanpa sengaja." ucap Kakek Ajima santai


Sontak saja perkataan kakek Ajima membuat Brayen dan Yang lain tak bernyali mereka yakin permainannya tak sesederhana ucapan kakeknya dan mereka yakin pasti akan ada kontak fisik saat permainan tersebut dan mereka yang akan menjadi orang yang paling banyak mengalami luka fisik karena tidak mungkin mereka berni menyentuh ayah dan mertua mereka


"Memeng apa perlombaan yang akan di lakukan dan apa hadiahnya kakek." tanya Galang


"Perlombaannya sangat gampang kalau hanya harus menemukan tiga buah bola dan kalian harus membawanya pada kami dan siapapun yang berhasil membawa ke tiga bila tersebut maka dia adalah juaranya dan hadiah sepesial nya adalah kalian bisa mengajukan permintaan apapun dan kakek akan mengabulkannya ." ucap kakek Ajima.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya