Princess Briana

Princess Briana
241



Alvin yang mendengar hadiahnya adalah permintaan yang akan di kabulkan menjadi bersemangat dia Ingin secepatnya menikahi Briana Dengan menang di perlombaan ini maka dia dapat menikah dengan Briana secepatnya tak perlu menunggu hingga bulan depan


"kakek boleh kah aku bertanya bola apa yang akan kami cari karena sedari tadi aku bingung pasalnya tak ada contoh bola apapun di ruanga. ini." ucap deni


Kakek Ajima langsung tersenyum lebar ke arah Deni " kau memang sangat cerdas Deni tapi di situlah tantangannya kalian harus menemukan bola apa yang di jadikan perlombaan tersebut dan ingat kalian boleh merebut bola yang berada di tangan siapapun selama bola tersebut belum masuk ke dalam keranjang yang ada di hadapan kami nanati saat berada di lapangan dekat hutan tempat di mana kita akan mengadakan perlombaan tersebut." ucap kakek Ajima sambil tersenyum penuh arti


Mendengar perkatan kakek Ajima membuat Alvin berpikir kerasa pertandingan ini akan memainkan waktu dan tenaga bagaiman bisa mereka menemukan bola yang akan menjadi bahan pertandingan kalau bola yang mereka akan pertandingan tak di ketahui seperti apa modelnya


"Kakek bisakah kakek memberikan bayangan tentang ukuran bola tersebut agar kami bisa memprediksi bola tersebut." ucap Alvin


Kakek Ajima menatap pada Alvin dengan tatapan yang sulit di artikan


"Baiklah kakek akan mengatakan ukuran bola tersebut, ukuranya bisa masuk ke dalam kantong plastik." ucap kakek Ajima sambil tertawa terbahak-bahak sambil melihat ke arah Alvin


"Astaga kakek ini Memnag sangat licik pantas saja menantunya sangat licik." ucap Alvin tak sadar diri bahwa dia adalah calon menantu orang yang dia sebutkan


"Apakah ada pertanyaan lain kalau tidak ada maka kita akan melaksanakan kegiatan tersebut." ucap kakek Ajima tapi saat mereka akan keluar dari ruanga. tiba-tiba seorang pengawal datang menghadap


Semau orang nampak sangat terkejut mendengar perkataan pengawal tersebut


"Benarkah astaga kenapa ada lagi pasangan mesum di istana ini apa mereka tak bisa menikah tanpa membuat drama terlebih dahulu." ucap kakek Ajima bergegas menuju aula di mana semau orang sedang berkumpul di sana


Sedangkan Untas yang tadi menganggap remeh perkatan penghulu langsung menatap penghulu tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan


"Astaga apa pak penghulu tersebut adalah peramal bagaiman bis Adia mengetahui bahwa akan ada pernikahan babak ke dua, apakah aku harus mendekatinya untuk mempertanyakannya tentang jodoh ku nanti." ucap Untas sambil terus menatap ke arah pak penghulu


Sementara itu Michael masih tak mengerti apa yang terjadi kenapa bisa Naura berada di atas ranjang yang sama dengannya Apalagi Mereka sama-sama polos saat berada di atas ranjang dan yang lebih parah bukti yang berada di tangan nenek Desi membuatnya harus bertanggung jawab entah apa yang akan di lakukan ayahnya dan kakeknya kali ini Mikhail saja yang sudah mengatakan pada keluarganya tentang niatnya melamar Rena sudah di hajar saat di dapat apalagi dirinya yang bahkan nama wanita yang tidur dengannya saja dia tidak tau siapa


Sementara mama Tika terus mengeluarkan air mata palsu miliknya membuat Michael sangat merasa bersalah.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya