Princess Briana

Princess Briana
202



Mendengar perkataan kakaknya Galang Brianna yakin pasti kedua Kakak kembarnya yang mengerjai kakaknya Galang


"Kak Brian, Kakak Brayen apa kalian sengaja mengerjai kakak Galang awas ya jika sampai Kakak Galang sakit karena ulah kalian aku akan mengadu pada Mama Agar kalian dihukum." ucap Briana


"Kami tak melakukan apapun padanya kami hanya menyuruhnya untuk pergi mengambil sebuah paket." ucap Brayen dan Brian tanpa dosa


Benarkah kak Galang, kak Brian dan Brayen hanya menyuruh kakak mengambil sebuah paket." ucap Brian


Sebelum menjawab pertanyaan dari Briana tiba-tiba beberapa bodyguard masuk ke dalam sambil mengakat sebuah paket besar masuk ke dalam ruangan


Mata briana melotot saat melihat paket tersebut paket yang lumayan besar dan pasti berat "Jangan katakan paket tersebut adalah paket yang disuruh oleh kakak Brayen dan Brian untuk diangkat kakak Galang." ucap Briana


Melihat adiknya sudah melotot seperti itu membuat Brian dan brayen langsung bangkit dan berlari menuju kamar mereka masing-masing


Kakak Brayen dan Brian teriak Brianna menggelegar di seluruh rumah membuat para bodyguard dan pelayan menutup telinga mereka masing-masing karena mendengar suara teriakan nona muda mereka yang sangat kencang


Sementara itu kedua kakak laki-laki Berliana yang sudah berada dalam kamar mereka masing-masing tertawa cekikikan mendengar teriakan Briana


Sementara Galang hanya mengehembuska nafasnya kasar langsung menggeleng dia tahu adik perempuan yang sangat menyayanginya "sudahlah sayang kakak tidak apa-apa Kakak akan mandi dulu dan istirahat "apakah kau sudah makan." tanya Galang


"Sudah tadi aku makan bersama Alvin." ucap Briana


"Baiklah sekarang masuklah kedalam kamarmu dan istirahatlah kita akan ke kerajaan benua besok." ucap galang sambil mengelus rambut adik kesayangannya tersebut


Itu di kerajaan benua tepatnya di dalam kamar nenek wanita tampak saat ini nenek Anita sedang tersenyum setelah melihat pesan seseorang


"Sebaiknya Malam ini kita melakukan hal tersebut agar misi kita terlaksana sebelum kedatangan nenek Desi dan keluarganya sehingga tak akan ada yang mencurigai kita." ucap nenek Anita pada orang yang ada di hadapannya


"Kurasa itu ide yang baik semakin cepat semakin baik." ucap nenek yema berada di hadapan nenek Anita


"Baiklah kita akan melakukannya Malam ini aku akan menelpon menantuku." ucap ini kan kita langsung mengambil ponselnya dan menelepon Mama Erina


Setelah beberapa menit berbicara dengan mama Erina nenek Anita langsung menutup panggilan teleponnya


"Apa yang dikatakan oleh menantu mu apa dia bersedia untuk membantu kita." tanya nenek Yema dengan rasa penasaran yang tinggi


"Kau tenang saja aku selalu sejalur dan sepemikiran dengan menantu ku dia pasti setuju kalau soal menjebak orang yang saling mencintai." ucap Anita Banga


Di sebuah ruangan tampak Mama Erina tersenyum sambil menutup telepon sementara itu ayah David yang melihat istrinya sepertinya memiliki sesuatu yang membuatnya bahagia langsung mendekat dan duduk di samping istrinya yang sedang duduk di sofa "sayang sepertinya kau sangat senang memang siapa menelepon mu." Tanya ayah David


"Ibu dia menelepon Tuhan yang menanyakan kapan Brianna dan yang lain tiba." ucap mama Erina Santai


"Tapi kenapa kau terus menjawab setuju dan Oke.... oke memangnya apa yang dikatakan Ibu sampai kau terus menjawab seperti itu." tanya ayah David Yang penasaran.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya