Princess Briana

Princess Briana
65



Tampak Wanita dan pria paruh baya yang baru turun dari jet pribadi kini masuk ke dalam mobil mereka menuju ke kediaman Alvin tampak dengan senyuman yang mengembang


"Ayah kok ibu berasa mimpi Rendra si anak laknat itu menikah, ini namanya berkah." ucap ibu Rendra


Sayang kau tau aku kira dia akan jadi bujang lapuk karena dia terus menolak untuk menikah padahal kau tau kan dia satu-satunya anak kita apalagi kakeknya tiap hari ayahmu meneror ku dan bertanya kapan dia menikah membuatku frustasi


Tiba-tiba ke dua orang tersebut saling berpandangan dan tiba-tiba berteriak ....ayah....!!!! bagaman bisa kita melupakan ayah." ucap ibu Rendra


"Kau kan anaknya kenapa bisa kau melupakan ayahmu sendiri." ucap ayah Rendra sambil menatap istrinya


"Kau ini menantunya kenapa kau tak mengingat dirinya sama sekali." ucap ibu Rendra


Tak berselang lama ponsel milik ayah Rendra berdering..... dengan bunyi peneror....peneror.....peneror, ayah Rendra menelan Silvanya saat melihat ponselnya siapa lagi kalau bukan ayah mertuanya


"Siapa yang menelepon kok bunyinya peneror....peneror Eman ada Nada dering ponsel seperti itu kok aku baru tau." tanya ibu Rendra


"Itu...!!! telepon dari....salah satu peneror yang sering bertanya kapan gajian.....ucap ayah Rendra asal


Ibu Rendra Langsung melotot tak percaya, "kau ini ada-ada saja mana mungkin orang gajian tanya di kamu orang harusnya tanya direktur keuangan." ucap ibu Rendra sambil menggeleng tak percaya


Ayah Rendra mengakat ponselnya dengan menekan tombol hijau


"Hai menantu durhaka berani-beraninya kalian tak mengatakan bahwa Rendra akan menikah hari ini dan bahkan kalian sudah di perjalan menuju tempat pernikahan tanpa memberikan kabar padaku." terik kakek Rendra di telpon


"Maaf ayah kami juga baru tau bahwa anak Laknat itu akan menikah." ucap ayah Rendra


"Apa kau bilang kau mengatai cucuku laknat, kau memang menantu durhaka sekali lagi kau mengatai cucuku ku cekik kau sampai pingsan." ucap kakek Rendra


Ibu Rendra menatap tajam suaminya begitu tau siapa sebenarnya yang menelepon


"Aku akan menghukum diri mu karena kau sudah membuatku kesal." ucap ibu Rendra


"Tapi sayang sungguh aku hanya iseng memasang nada dering tersebut." ucap ayah Rendra


"Bilang saja kau memang tak suka dengan ayahku karena selalu membuat kau tertekan." ucap ibu Rendra


"Itu tau Masi tanya." ucap ayah Hendra dalam hati, "tidak sayang itu tidak benar aku menyayangi ayahmu sama dengan aku menyayangi ayahku


Ibu Rendra memutar bola matanya malas mendengar perkataan suaminya, walaupun dai yakin mereka berdua saling menyayangi sebagai mertua dan menantu tapi mereka selalu selisih paham dalam hal apapun


Sedangkan di sebuah jet pribadi setelah menumpahkan amarahnya pada menantunya kakek Rendra yang berada di jet pribadi miliknya Langsung mematikan ponselnya dan duduk manis di dalam


Di kediaman Alvin tampak pak penghulu sudah berada di meja di mana ke dua pengantin yang akan menikah duduk bersanding


Di kamar Rendra menelepon ke dua orang tuanya yang sebentar lagi akan datang nampak mobil ke dua orang tua Rendra memasuki halaman rumah Alvin


Alvin Langsung menyebut orang tua Rendra


Sedangkan Rendra sudah berada di hadapan penghulu menunggu pengantin wanita keluar dari kamar


Orang tua Rendra Langsung duduk di tempat yang di sediakan begitupun tamu yang lain yang merupakan keluarga Alvin


Tak berselang lama ibu Elika, Yuma dan Briana turun dari tangga, tampak Yuma sangat cantik begitupun briana.


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya