
"Dari mana kau tahu bawa ibu dan Erina sedang melakukan sesuatu." tanya ayah Lewis
"Aku tahu siapa istriku dan juga ibuku kalau mereka sudah saling menelepon dengan kata yang sedikit berarti mereka sedang melakukan sesuatu pekerjaan rahasia." ucap ayah David
"Jadi kesimpulannya Kita akan melakukan semua itu setelah acara ijab Kabul Bastian." tanya ayah Lewis
"Ya kita akan melakukan rencana tersebut secara acara ijab kabul Bastian dan ingat kau harus mengikuti semua apa yang aku lakukan kan." ucap ayah David
"Apa tidak sebaiknya kita membicarakan hal tersebut dulu dengan Need setelah itu setelah dia menolak baru kita akan melakukan rencana kita." ucap ayah Lewis
"Apa sekarang kau menjadi ragu kau tidak tahu bagaimana saat dia mengetahui bahwa putramu menyukai putrinya maka jangan harap putramu akan bertemu putrinya, lihat kearah sana lihatlah putra mu dan putrinya Need mereka sangat romantis dan kau ingin memisahkan mereka." ucap Ayah David sambil melihat lurus ke arah taman di mana Rena dan Mikhail sedang beradegan romantis
Ayah Lewis yang tadinya melihat ke arah David langsung membalikkan badannya benar saja tampak Mikhael dan Rena sedang beradegan romantis yang membuat para jomblo baper setengah hidup
Terus menatap kedua orang yang berada di taman di tempat remang-remang tersebut lama dia menatap sekitar dua puluh menit lalu dia membalikkan lagi tubuhnya kearah ayah David "baiklah aku akan mengikuti semua rencanamu aku akan melakukannya demi kebahagiaan putraku." ucap ayah Lewis yakin
Kau memang pantas menjadi pamanku Karena kebahagiaan anak-anak kita adalah yang terpenting bagi kita ucap ayah David
Kini pagi menjelang tampak di rumah besar keluarga Guetta Brayen dan Brian serta Galang sudah berkemas-kemas bahkan barang-barang mereka sudah berada di teras depan mereka sedang menunggu Briana
"Coba kau panggil lagi Briana." ucap Brayen, Brian bergegas menuju kamar adiknya mendapatkan perintah dari kakaknya
"Sayang cepatlah kau sudah mengatakan 5 menit 5 menit sudah 30 menit kau mengatakan itu." ucap Brian yang berada di depan pintu kamar Briana
Setelah mendengar perkataan adiknya, Brian Langsung kembali ke teras di mana saudaranya berada "Bagaimana apakah dia akan segera turun." tanya Brayen
"Katanya dia akan segera turun entahlah aku tidak tahu mengapa wanita terlalu lama ketika dia bersiap hendak keluar." ucap Brian
Tak berselang lama tampak Briana turun lalu berjalan menuju teras
"Itu dia sudah datang." ucap Galang yang melihat adiknya
Galang dengan sigap mengambil alih tas yang dipegang oleh adiknya setelah itu para bodyguard langsung memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil mereka pun ikut masuk kini mobil melaju ke Bandara
Sementara itu di bandara tampak Alvin dan untas sudah duluan berada di sana
"Tuan apakah kita harus menunggu seperti ini kenapa tidak menggunakan jet pribadi kita sendiri ini sudah 20 menit kita menunggu." ucap Untas yang tak habis pikir biasanya Tuannya tak akan pernah mau menunggu
"Diamlah kau ini banyak sekali protes kita baru saja menunggu 20 menit menunggu semalam pun tak jadi masalah bagiku." ucap Alvin
Mendengar perkataan Alvin membuat nyali untas menciut bisa-bisanya tuannya ini menunggu seperti itu "memang dasar si budak cinta pasti dia sedang jatuh cinta pada wanita tersebut sehingga dia menjadi buta hati dan mata rela menunggu wanita itu ." pikir Untas sambil menggeleng kepalanya Tak habis pikir.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya