Princess Briana

Princess Briana
144



Di tempat lain di sebuah rumah mewah tepatnya di rumah need tampak need dan juga istrinya beserta anaknya sedang makan malam bersama dengan riang melahap semua makanan istimewa yang dibuat oleh istrinya sedangkan Eni dan Rena merasa heran dengan ayahnya yang sangat bahagia setelah tadi pulang dari makan siang bersama para sahabatnya


Eni berpikir sejenak tapi dia akan bertanya masalah itu setelah mereka makan malam


Kini need dan Eni sudah berada di depan pintu kamar mereka setelah makan malam mereka Langsung ingin beristirahat apalagi Eni sedang hamil


Sampai di dalam kamar need langsung mendudukkan dirinya di sofa depan televisi Eni pun menyusul sang suami duduk disampingnya


"Sepertinya kau sangat bahagia hari ini apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga kau sangat bahagia." tanya Eni


"Kau tahu setelah sekian purnama sekian tahun dan sekian bulan akhirnya hari ini tiba hari dimana aku bisa melihat seseorang mendapatkan karma atas perbuatannya karena selalu membuat orang lain jatuh ke dalam perangkap nya." ucap Need


Mendengar ucapan suaminya Eni merasa bingung apa maksud dari perkataan Need memangnya siapa yang terkena karma pikir ini


"Apa maksudmu sayang aku tidak mengerti siapa yang terkena karma memang apa yang terjadi saat kau makan siang bersama yang lain tadi." tanya Eni yang mengetahui bahwa suaminya makan siang bersama sahabat-sahabatnya


"Baiklah aku akan menyimpan berita gembira ini apa kau tahu bahwa ada seorang pria yang mencintai Briana dan mereka saling mencintai sedangkan David Tak rela putrinya menikah dalam waktu dekat sehingga dia menguji pria tersebut Untung saja pria itu ternyata jenius dan licik seperti dirinya sehingga sampai detik ini dia belum berhasil untuk menjatuhkan pria tersebut." ucap need dengan senyuman merekah di wajahnya


"Iya siapa yang tidak bahagia jika orang selicik David yang terkenal akan otak jeniusnya bisa dikalahkan oleh calon menantunya dan bahkan saat ini Dengan bodohnya David datang kepada kami untuk mendapatkan ide agar kami dapat menolongnya apa dia tidak sadar bahwa kalau seandainya kami miliki ide sejak dulu tidak mungkin putranya dengan mudah akan mendapatkan putriku." ucap Need


"Terserah kau sajalah dan ingat kau masih punya satu orang lagi Putri aku ingin istirahat sebaiknya kau pikirkan saja apa yang telah kau lakukan kau menertawai seorang David kau bisa terkena akibatnya." ucap Eni memperingati


"Kau jangan khawatir semua putranya sudah sold out jadi putri kita akan aman sentosa ucap Need


Sementara itu di sebuah tempat tempatnya di kamar Rena tampak Rena sedang melakukan panggilan telepon


"Halo sayang apa yang kau lakukan." tanya Rena sambil berguling-guling di atas ranjang


"Aku sedang bekerja sayang aku harus lembur agar nanti saat kita menikah aku bisa segera mengajukan cuti agar kita bisa berbulan madu." ucap Mikhail


"Astaga kau sudah memikirkan bulan madu melamarku saja kau belum tapi kau sudah memikirkan bulan madu." ucap Rena dengan malu-malu.


"Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya