
Sementara di dalam rumah kediaman keluarga Guetta tampak Mama Erina langsung menarik suaminya untuk masuk ke dalam kamar entah hukuman apa yang akan diberikan kepada David dari mama Erina sepertinya hukuman itu adalah hukuman yang berat untuk ayah David
Sementara itu kakek dan nenek Briana langsung masuk kembali ke dalam kamar mereka begitupun para wanita semua masuk di kamar tinggal ketiga orang pria yang akan membahas taruhan mereka
"Sebaiknya kita membicarakannya di taman belakang agar tak ada orang yang mendengarnya." ucap Galang sambil berdiri menuju ke taman belakang bersama kedua saudaranya
Dan di sinilah ketiga pria tersebut yang sedang yang akan membahas masalah taruhan mereka "jadi pemenangnya adalah aku karena Alvin berhasil diterima menjadi calon menantu keluarga Guetta." ucap Galang setelah mereka bertiga duduk di kursi taman tersebut
"Apa tapi kan yang menerima lamarannya adalah Briana kita kan taruhan tentang ayah dan mama dan ditolak berarti disini belum ada pemenangnya sama sekali kita akan menunggu sampai lamaran Alvin selanjutnya apakah Ayah yang menerima lamaran tersebut ataukah mama yang menerima lamaran tersebut ucap Brayen
"Apa kau tak melihat tadi Mama menyetujui lamaran yang akan Alvin lakukan." ucap Galang nggak mau kalah
"Tapi kan mama tak bicara bahwa dia menerima lamaran tersebut dia hanya Setuju saja tapi kan semua orang juga setuju hanya ayah saja yang tidak ini kan bukan lamaran secara kekeluargaan ini hanya lamaran pribadi antara Briana dan Alvin jadi taruhannya tetap berlaku sampai Alvin melamar Briana langsung kepada kedua orang tua kita." ucap Brayen
"Kalian berdua memang sengaja melakukan ini Pasti kalian akan mencari cara agar kita aku kalah dan kita sama-sama tidak menang." ucap Galang langsung bangkit dengan wajah kesal masuk kedalam kamarnya sementara Brayen dan Brian hanya cuek dan masuk ke kamar mereka masing-masing
Sedang di dalam mobil Alvin tampak menatap asistennya yang berbicara tanpa filter padanya "sepertinya kau ini perlu di permak dan dihukum oleh Ku." ucap Alvin membuat Untas gela-lapan
Kini mobil Alvin sudah tiba di pekarangan rumahnya Alvin setalah mobil terparkir sempurna Alvin langsung masuk dengan menarik telinga untas yang masuk mengikutinya dengan pasrah sambil menahan sakit di telinganya membuat para pengawal hanya mampu menatap dan membuang muka menahan tawa mereka sedangkan untas Hanya bisa pasrah saat telinganya ditarik oleh tuannya
"Sekarang kau berdiri di pojokan dan melakukan sit up 100 kali sambil berkata tuanku yang paling baik tuanku yang paling jujur." ucap Alvin
Tuan aku mohon jangan sit up biarkan aku mencabut rumput saja di halaman depan menggantikan tukang kebun yang sedang izin tidak masuk kerja." ucap Untas yang memang kurang bisa sit-up karena tubuhnya yang tinggi besar seperti orang Arab tapi sayang dia sangat tidak suka jika di suruh sit-up
"Tak ada alasan atau beralih hukuman yang lain sekarang lakukan hukuman atau aku akan menambahnya ." ucap Alvin
Dengan terpaksa unta langsung ke pojokan kamar Alvin untuk melakukan push-up 100 kali yang diperintahkan oleh Alvin
Bunyi ponsel Alvin berdering setelah melihat siapa penelpon Alvin langsung tersenyum sumringah tanpa mempedulikan orang yang dihukum di pojokan kamarnya
"Halo sayang apakah apa yang kau lakukan." tanya Alvin sambil tersenyum
"Aku Aku sedang menatap calon ayah anak-anak ku ucap Brianna yang tersambung melalui panggilan video dengan Alvin
Sontak wajah Alvin memerah sedangkan untas yang benar perkataan Tuannya melalui panggilan video dengan seorang wanita langsung memasang telinganya karena selama ini tak pernah mengetahui bahwa Tuannya memiliki seorang kekasih.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya