Princess Briana

Princess Briana
191



Setelah daren duduk dengan nyaman tak pesawat tersebut lepas landas nenek Yema memperhatikan ke dua orang yang tak jauh darinya Daren dengan sikap kakunya sedangkan levy dengan sifat humorisnya sungguh perbedaan yang sangat kontras tapi nenek Yema bertekad membuat mereka menjadi satu


Alvin yang sedang berada di kediamannya hari ini ingin menjalankan ide berliannya Untas yang melihat bosnya sangat tak bergairah pagi ini apalagi lagi keluar hanya memakai baju biasa membuat Untas bingung apa yang terjadi dengan bosnya


"Tuan apakah Tuan sedang tidak enak badan." tanya untas


"Sepertinya aku sedang tak enak badan sebaiknya kau ke kantor untuk mengurusi perusahaan ingat jangan pernah kembali ke sini jika aku tak memerintahkan dirimu." ucap Alvin


"Tapi Tuan anda sedang sakit apalagi sejak tadi malam anda menyuruh menyuruh para pelayan libur apakah Tuan tidak apa-apa." tanya Untas dengan nada cemas


"Kau tak perlu memikirkan diriku Sekarang pergilah ke kantor Jangan pernah menggangguku apapun Yang terjadi." ucap Alvin


Sementara itu di kediaman keluarga Guetta tampak agak sepi karena mama Erina dan ayah David sudah berangkat ke kerajaan benua bersama menantu-menantu mereka sedangkan yang tersisa di kediaman hanya si kembar Brayen, Brian dan Galang serta Briana yang akan menyusul dua hari sebelum pernikahan Bastian


Briana sedang dalam perjalanan menuju ke kantornya Briana langsung masuk ke dalam mobil miliknya, mobil tersebut melaju menuju perusahan milik Briana saat ini mobil sudah terparkir cantik di parkiran perusahaan tepat di depan lift pribadi milik Briana yang akan mengantarnya langsung ke dalam ruangannya


Briana langsung keluar dalam dari mobil dan langsung masuk kedalam lift tersebut baru Briana langsung melangkah menuju mejanya dan langsung duduk di kursi kebesarannya tapi belum juga bokongnya mendarat sempurna sebuah panggilan telepon dari ponsel pribadinya membuat Briana mengehetikan kegiatannya sejenak tampak nama sang kekasih di layar ponsel tersebut


Brianna tersenyum saat mengetahui bahwa sang kekasih yang meneleponnya langsung mengangkat panggilan telepon tersebut "halo sayang." ucap Briana


"Ada apa denganmu Apa kamu sedang sakit." tanya Briana yang mulai panik dengan keadaan sang kekasih


"Tidak aku hanya sedikit demam dan batuk saja tak apa-apa." ucap Alvin dengan nada suara yang seperti akan pingsan


"Astaga sayang kau sedang sakit apakah kau bersama asisten mu atau sekarang kau bersama siapa." tanya Briana yang terlihat panik


"Aku sedang sendiri para pelayan sedang libur sedangkan Untas ke perusahaan untuk menghandle pekerjaan di sana." ucap Alvin dengan suara yang semakin pelan saja


"Astaga kau sendiri tunggulah aku akan segera kesana." ucap Briana lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak kemudian menghubungi Sofi untuk menggantikan dirinya selama dia keluar


Alvin langsung tersenyum sumringah saat sambungan telepon sudah terputus dengan segera iya kembali ke dalam kamarnya lalu terbaring dengan lemah di sana seperti orang yang benar-benar sakit


Sementara itu Sofi langsung masuk ke dalam ruangan sofi tampak terkejut karena melihat wajah panik Briana apalagi Briana hanya mengatakan bahwa ia harus keluar karena sedang ada keperluan penting membuat sofi semakin bingung tapi dia tak ingin bertanya lebih jauh pada atasannya tersebut


Briana langsung masuk ke dalam mobilnya, kini mobil Briana melaju membelah jalan menuju kediaman pribadi milik Alvin


Jangan lupa like, komen vote, dan hadiahnya