
Di dalam mobilnya Untas melihat ke depan sebuah rumah sederhana dengan halaman yang sangat luas membuat Untas menautkan alisnya tapi tetap melajukan mobil tersebut untuk masuk ke dalam pekarangan Di mana rumah tersebut berada
Untas yang semakin mendekati kearah rumah tersebut tampak langsung mengedarkan pandangannya pada seorang pria yang sedang duduk di depan rumahnya sambil menikmati kopi miliknya
" Setelah 2 jam mengendarai mobil ternyata aku berhasil menemukan pak penghulu itu aku pikir dia akan memberikan aku alamat rumah milik dukun ternyata dia memberikan alamat rumahnya sendiri." ucap Untas bersiap memarkirkan mobilnya
Pak penghulu langsung tersenyum sumringah melihat kendaraan Untas yang masuk ke dalam halangannya
"Akhirnya si onta Arab datang juga walaupun kadang mulutnya kaya ember bocor tapi sepertinya dia adalah laki-laki yang baik." ucap pak penghulu
Sementara itu di dalam rumah tampak Siti sedang di dapur memasak sedangkan Sri sedang melihat ponselnya sambil cengengesan tidak jelas
Di kediaman keluarga Guetta tampak Briana sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan ditemani oleh Sofi
Sudah berada di ruangan miliknya tampak berirama sedang memeriksa beberapa berkah tak berselang lama Sofi masuk ke dalam ruangan Riana dengan wajah yang sulit diartikan
Sofi langsung menuju ke arah Briana "maaf Nona sepertinya kita tidak perlu lagi melakukan rapat pemegang saham semua ini hanya jebakan untuk nona agar mereka bisa melihat wajah nyonya, karena beberapa menit yang lalu tuan Lee sudah menginformasikan bahwa rapat tersebut hanya kemauan sepihak dari teman kakek nona sehingga pemegang saham yang lain juga menolak adanya rapat karena mereka percaya pada nona." ucap Sofie sambil menatap ke arah Briana sontak saja mendengar ucapan Sofi membuat Brian dan langsung menatap ke arah asisten pribadinya tersebut
"Benarkah bukanya Mereka sudah menunggu berbulan-bulan agar mereka bisa melihatku kenapa sekarang mereka justru membatalkannya." tanya Briana dengan raut wajah yang tak terbaca
"Aku juga kurang tau tapi sepertinya ada seseorang yang sudah membatu nona menyingkirkan para penanggung itu." ucap Sofi
Briana langsung teringat pada kekasihnya yang meneleponnya semalam bibir Brian langsung tersenyumnya saat tahu bahwa Alvin yang sudah melakukan hal tersebut
Briana langsung mengambil ponselnya dia ingin menelepon sang kekasih yang sudah dia rindukan sejak kepulangannya dari kerajaan Benua mereka hanya berkomunikasi lewat telepon dan tak pernah bertemu
Sementara Alvin yang berada di perusahaannya dan sedang duduk manis di kursi kebesaranya sedang mendengarkan laporan dari seorang pria, setelah memberikan laporan pria tersebut memberi hormat lalu keluar dari ruanga tersebut
Setelah kepergian pria tersebut ponsel milik Alvin berdering tampak nama sang pujaan hati tertera di sana Alvin langsung mengangkat telepon tersebut
"Halo sayang tumben meneleponku apakah kau sangat merindukanku." ucap jahil Alvin
"Sayang aku tak percaya kau berhasil melakukannya terima kasih." ucap Briana sambil tersenyum sumringah
Alvin yang mengetahui mengetahui maksud dari pembicaraan langsung tersenyum "tentu saja apa yang tidak untukmu tapi apa boleh menerima hadiah karena berhasil menyingkirkan hama dan membuat hatimu senang hari ini." tanya Alvin
"Aku akan memberikanmu hadis spesial jika kita bertemu." goda Briana pada pada Alvin
"Sayang kau jangan membuatku berpikir macam-macam." ucap frustasi Alvin saat mendengar godaan Briana
Di sebarang sana Brian tertawa terbahak-bahak mendengar ucap Alvin sambil menutup telepon miliknya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya