
Alvin sangat kegirangan karena berhasil menang bahkan sekarang dia berpelukan dengan si kembar dan jangan di tanya bagaimana wajah ayah David wajahnya penuh kekesalan dan kemarahan
"Tunggu." ucap ayah David membuat semua orang menatap ke arahnya
"Permainan ini hanya uji coba saja kita baru aku memulai permainan yang sesungguhnya." ucap ayah David tak terbantahkan
Membuta semua orang tak percaya pada pria yang berkarisma tersebut sepertinya dia tak menerima kekalahannya
Tuan Andrew yang sedang asyik bercerita dengan beberapa pria di belakang langsung bangkit dia tau bagaimana putranya hanya mama Erina yang bisa membuatnya patuh
"David sebaiknya kau aku kekalahan mu atau ayah akan mengatakan pada Erina aku sudah melihat kalian sedari tadi dan kau kalah dari menantu mu Alvin." ucap kakek Briana
Semua orang terdiam hanya untas yang tadinya memiliki harapan 30 persen sekarang harapannya kandas
Setelah mengatakan hal itu kakek Briana kembali ke tempat duduknya meningalkan ruangan tersebut
"Baiklah katakan permintaanmu ." ucap David dengan wajah kesalnya
"Tidak ayah aku akan mengatakannya di saat pesta pernikahanku telah selesai di laksanakan." ucap Alvin dia tak Ingin kecolongan lagi dia harus mengatakannya di depan semua keluarga terutama di depan ibu mertuanya agar ayah mertuanya tak dapat lagi menghindar pikir Alvi
"Baiklah aku akan menunggu ." ucap ayah David, kini semu orang kembali ke tempat duduknya masing-masing tampak untas dengan raut wajah penuh kesedihan membuat si kembar puas tertawa
Sementara itu Alvin yang melihat wajah kusut untas menjadi penasaran apa yang terjadi pada asisten durjananya ini karena yang bisa membuat mood asistennya buruk adalah uang karena pada dasarnya untas adalah cowok matre tingkat dewa entah apa yang merasukinya padahal harta kekayaannya sangat banyak " ada apa denganmu apa yang terjadi." tanya Alvin
Mendengar pertanyaan untas membuat Alvin sedikit bingung lalu matanya melihat ke arah si kembar yang sedang menghitung uang dan beberapa surat berharga "jangan katakan kau bertaruh tapi bukanya bertaruh padaku tapi ke pada mertua ku." ucap Alvin dengan raut kesal karen merasa di hianati oleh asisten pribadinya sendiri yang sangat durhakim dan durjana
Untas terdiam sesaat berniat untuk kabur tapi Alvin langsung mencegatnya "ayo kita ke ruangan di belakang." ucap alvin yang terlihat kesal
"Jangan tuan aku akan duduk di sini saja tadi aku khilaf ." ucap Untas
Tidak ada kata Alvin langsung menyeret untas ke sebuah ruangan lima belas menit berlalu Alvin keluar tapi Tidak dengan untas para pengawal masuk ke dalam entah apa yang terjadi
Sementara itu pesawat yang di tumpangi oleh putri briana dan yang lain telah mendarat sempurna di belakang istana dan langsung di sambut oleh ibu ratu dan putri negara Santos
"Selamat datang ibu ratu Erina ." ucap ibu ratu elika
"Terimakasih ibu ratu elika atas penyambutannya yang sangat meriah ini ." ucap mama Erina
Tampak Briana langsung mencium tangan ibu elika ,astaga sayang kau semakin cantik saja lihatlah mata asli mu dan wajahmu aku tak akan pernah mengira bahwa kau adalah saudara kembar dari raja Bastian wajah kalian sangat berbeda kau seperti orang bule dan raja Bastian berwajah pribumi ." ucap ibu ratu elika tak dapat menahan rasa penasarannya
"Apa kau tau ratu elika aku sangat kesal saat melihat ketiga anak ku mewarisi wajah ayah mereka bagaimana tidak aku yang membawa selama 9 bulan lalu melahirkannya ke dunia yang ada dia tercetak seperti ayahnya sepertinya ayahnya memang membuat replikanya untung aku masih ada satu yang mirip denganku." ucap mama Erina sambil tertawa bersama ibu ratu elika.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya