Princess Briana

Princess Briana
84



Alvin mentap lurus ke depan, " aku akan membalaskan semua perbuatan kalian pada ke dua orang tuaku serta kepada orang-orang yang aku sayang yang telah kalian sakiti." ucap Alvin dengan tangan mengepal


Hari berganti pagi tampak semua orang sudah berkumpul di meja makan


"Apa ayah yakin akan kembali hari ini." tanya ibu Rendra


"Iya maaf kan ayah yang tak bisa lama berkumpul dengan Kalian terutama untuk cucu menantu ku yang baru, apa kau sudah melihat hadiah yang kakek berikan." tanya kakek Rendra


Yuma menunduk malu karena hingga saat ini tak ada kado satupun yang dia bisa buka akibat suaminya tak membiarkan dirinya turun dari ranjang bahkan untuk mandi saja semua Suaminya yang melakukannya untuknya


"Ada apa nak." tanya ibu Rendra yang melihat menantunya tampak tertunduk


Sedangkan sang tersangka makan dengan lahap tanpa beban sama sekali


Melihat suaminya yang tak merasa bersalah sedikitpun pun membuat Yuma langsung menginjak kaki Rendra membuat Rendra spontan berteriak


"Ada apa sih sayang kok kaki ku di injak, kenapa mau di suapi atau mau saya gendong kembali ke kamar." tanya Rendra tanpa filter


Kakek Rendra tersenyum melihat cucunya yang tampakanya langsung membantai istrinya


Melihat raut wajah istrinya Rendra mentap sekelilingnya tampak semua orang menatap padanya dengan berbagai pertanyaan


Rendra mengehembuska nafasnya panjang, maaf hadiah yang kalian berikan belum sempat aku dan Yuma buka Karena, kami sangat kelelahan setelah bertempur di atas ranjang." ucap Rendra tanpa rasa malu membuat Yuma benar-benar malu mendengar perkataan Sumi mesumnya


Semua sontak tertawa mendengar perkatan Rendra yang tanpa filter, sudah kakek haru segera pergi ucap kakek Rendra


"Kakek." panggil Alvin, membuat kakek Rendra yang akan masuk ke dalam mobilnya langsung mengehentikan Langkahnya dan mentap Alvin


Alvin lang mendekati kakek Rendra, " apa kau sudah mengantarnya." tanya kakek Rendra


"Aku baru saja kembali setelah melihat pesatnya sudah lepas landas, aku pikir kakek akan berangkat siang." tanya Alvin


"Tidak kakek akan berangkat sekarang, ada yang ingin kakek berikan, hubungi no ponsel ini jika kau butuh bantuan untuk menyingkirkan panglima Kendo dan Ratu Elenor." ucap kakek Rendra


Alvin tersenyum dan mengambil nomor ponsel tersebut langsung memeluk tubuh kakek Rendra, "terimakasih kakek sudah membantu ku." ucap Alvin


"Sudahlah kau tak usah berusaha mencari muka lagi sekarang lepaskan pelukanmu yang menyesakkan ini yang bisa membuat ku pingsan ." ucap kakek Rendra berusaha melepaskan pelukan Alvin


Alvin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan kakek Rendra, Alvin mengecup pipi kakek Rendra lalu melepaskan pelukannya, membuta kakek Rendra kesal karena Alvin mencium pipinya


"Dasar pria tak tau diri beraninya kau mencium pipi suci ku dasar anak nakal, selain istriku dan Briana tak boleh ada yang mencium pipiku." pekik kakek Rendra dengan kesal lalu masuk ke dalam mobil dengan kesal


Sedangkan Alvin berlari masuk ke dalam rumah sambil tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan kakek Rendra


Di dalam rumah tampak kosong sepertinya orang telah melakukan aktivitas masing-masing, Alvin masuk ke kamarnya untuk berganti pakain kebesarannya karena dia akan ke istana


Di dalam kamar tampak ibu Elika yang sudah menunggu Alvin karena ibu Elika yang akan membantu Alvian berpakaian sesuai dengan status Alvin sebagai pangeran pertama kerajaan Santos.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya