
Tampak Rendra dan yuma yang sudah keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang berbeda Rendra yang terlihat bersemangat dan berseri-seri sedangkan Yuma yang terlihat kesal dan berwajah masam
Rendra berjalan ke ranjang mendudukkan tubuh istrinya lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambut istrinya setelah itu memakaikan pakaian pada istrinya mau tak mau Yuma mengikuti semua keinginan suaminya karena tubuhnya masih terasa sakit apalagi Rendra tadi bukan hanya mandi biasa tapi mandi sambil mempertemukan es lili dan donat itulah yang membuat Yuma kesal
"Om mesum ini sudah tahu tubuh Yuma masih sakit masih juga dikerjain lihat sekarang yuma tak bisa apa-apa bangun saja enggak bisa bagaimana mau pergi makan." ucap Yuma
"Sayang kita akan makan dalam kamar saja tidak usah kita keluar aku juga tak bisa keluar Aku ingin selalu bersamamu dan melihatmu
" ucapan Rendra lebay
"Om ini gimana sih di luar kan ada kakek, orang tua Om, kakak Alvin, kakak Briana dan juga ibu Bagaimana mungkin kita membiarkan mereka makan tanpa kita sebaiknya kita makan di luar, om bantu aku keluar Aku ingin makan bersama keluargaku." ucap di Yuma
"Sebaiknya kita tak usah makan di luar kita makan di dalam kamar saja ya Aku tak ingin kau malu di sana." ucap Rendra memperingati istrinya
"Ada apa sampai aku harus malu saat makan di luar Om ini ada-ada saja kan aku hanya susah berjalan bukan tidak bisa jalan." ucap Yuma Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal istrinya pasti belum melihat di bagian leher dan juga bagian-bagian lain yang terdapat tanda merah akibat keganasannya
"Om coba bawa aku di depan meja rias Aku ingin memakai krim dan memakai handbody dari tadi aku belum melihat wajah ku." ucap Yuma
Rendra tersenyum miris mendengar permintaan istri ABG nya itu istrinya pasti marah saat melihat Apa yang telah kau lakukan pada tubuhnya
Melihat istrinya suaminya terdiam langsung menatap Rendra "ada apa Kenapa Om terdiam cepat bawa aku ke depan meja rias ucap Yuma
Rendra bangkit dan membawa istrinya ke depan meja rias Yuma yang masih belum menyadari apa yang terjadi duduk dengan santai sambil mengambil krim wajah yang akan diolesi pada wajahnya tapi saat kemudian matanya melihat di kaca mata Yuma terbelalak karena dari bagian dada sampai tengkoraknya semua dipenuhi dengan tanda merah sontak Yuma berteriak "ada serangga yang menggigit ku atau sedang alergi makanan." ucap Yuma sambil memeriksa bagian tubuhnya yang lain bertapa terkejutnya Yuma karena seluruh tubuhnya terdapat tanda merah dan yang terbanyak adalah di area gunung kembar miliknya
Yuma menatap suaminya dengan garang karena melihat suaminya tampak terdiam kaku sudah dipastikan bahwa itu adalah perbuatan suaminya dia bukannya alergi ataupun digigit serangga tapi telah digigit oleh suaminya sendiri dan itu membuat Yuma langsung menatap tajam Rendra
"Katakan Apa benar ini perbuatan Om." tanya cuma sambil memperlihatkan bekas bekas ciuman maut Rendra
Rendra hanya senyam-senyum sambil melihat istri yang terlihat sangat kesal dengan perbuatan suaminya Kok om cium-cium sampai begini sih emang Om pikir kulit Yuma lolipop apa di isap sampe segininya ucap Yuma dengan kesalnya
"Kau itu bukan lolipop sayang tapi kau itu puding dihisap enak padat tapi lumer di mulut." ucap Rendra
Yuma ingin sekali mencakar wajah suaminya yang ada dihadapannya bisa-bisanya dia tidak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya Bagaimana bisa dia keluar dengan keadaan seperti itu apalagi di meja makan bukan hanya keluarganya tapi ada juga keluarga suaminya serta calon kakak iparnya Putri Briana
"Tapi apa yang akan dikatakan oleh kakek dan kedua orang tuamu jika kita makan di dalam kamar Apalagi aku belum mengenal kakek dan kedua orangtuamu." sesal yuma
"Sudahlah kau tenang saja orang tuaku akan baik-baik saja kita bisa mengajak mereka besok untuk berkeliling kerajaan Santos sekalian Kau bisa berkenalan dengan kedua orang tuaku Bagaimana." bujuk Rendra pada istri abg-nya karena memang istrinya ini senang dengan suasana keakraban dan juga suka berjalan-jalan Rendra berpikir mungkin dengan mereka berjalan-jalan bisa membuat yuma merasa tenang berada di sekitar kedua orang tuanya
Sementara di ruang makan tampak ibu Elika dan juga kedua orangtua Rendra mereka bingung kemana perginya yang lain apalagi Alvin, Brianna dan kakek tak ada ditempat entah kemana mereka sedangkan kedua pengantin baru sepertinya akan makan malam di dalam kamar mereka
Sementara itu di sebuah restoran mewah tampak kakek Rendra sedang menunggu Briana dengan senyuman manis di wajahnya
Sementara Brianna yang sedang diantar oleh Alvin menuju restoran dimana kakek Rendra sedang menunggunya dengan santai melajukan kendaraannya begitu sampai di restoran tersebut Briana langsung melangkah sesuai dengan petunjuk diarahkan oleh Alvin
Kakek Rendra tersenyum sumringah saat melihat Briana yang masuk dengan gaun indah dan wajah yang sangat cantik mengingatkannya pada cinta masa lalunya apalagi tanpa gangguan dari Alvin yang membuat kakek Rendra semakin bahagia tapi kebahagiaan yang dirasakannya memudar tak berapa lama saat Briana sudah duduk di kursi di hadapannya
Muncul seorang pelayan yang akan melayani mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Alvin sendiri
Hal tersebut membuat kakek Rendra kesal ternyata pelayan yang akan melayani nya dan Briana adalah Alvin dia masih saja menjadi orang ketiga walaupun berpakaian seperti pelayan dasar pria licik
Tampak tersenyum tipis melihat kakek Rendra yang tampak sangat kesal melihatnya berada di sekitar mereka
Selamat malam Tuan dan nona aku ada pelayan pribadi yang akan menemani tuan dan nyonya di malam ucap Alvin sambil memberi hormat seakan-akan dia adalah pelayan profesional tapi dia selalu berada di sisi Briana
Briana hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat perbuatan Alvin lalu menatap kakek dengan senyuman karena merasa lucu tapi dia juga tak mungkin menyalahkan siapapun dia mengerti Kenapa Alvin melakukannya walaupun Alvin berusaha mengatakan kalau dia tidak cemburu tapi sepertinya Alvin adalah tipikal seperti ayahnya sendiri yang tak bisa melihat orang yang dia cintai dekat dengan siapapun
Tak berselang lama beberapa makan datang tampak makanan mewah yang Memeng khusus untuk makan malam
Karena merasa tidak enak dengan wajah kakek yang terlihat kesal walaupun berusaha untuk tersenyum
Briana berniat memberikan makan ke dalam piring milik kakek Rendra tapi dengan cepat Alvin yang melakukannya sambil tersenyum.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya