
Lihat wajahnya yang terlihat syok dan pucat membuat deslan langsung mendekati arah need
"Apa kau baik-baik saja." tanya Desalan sambil mentap ke arah Need
"Entahlah perasaanku tidak enak apa sebaiknya kita tidak usah pergi memeriksa di bagian belakang istana tersebut." ucap Need yang sepertinya tidak ingin melangkahkan kakinya menuju ke ruangan tersebut
"Tapi orang-orang sudah pergi ke sana tinggal kita yang berada disini bagaimana jika kita menyusul dan melihat Apa benar Rena ada di sana atau tidak." ucap Desalan
"Tapi aku takut jika benar Rena ada di sana dan dugaanku kejadian yang sama terjadi lagi pada putriku Aku sungguh tak bisa melihat hal tersebut aku merasa trauma dengan apa yang terjadi antara Brayen dan Rani pada waktu yang lalu." ucap Need
"Tenang saja kau kan tahu David sudah tak mempunyai anak laki-laki yang single semua anaknya sudah memiliki pasangan aku yakin Rena pasti tersesat atau mungkin dia sedang beristirahat sejenak di ruangan tersebut." ucap Desalan berusaha untuk menenangkan Need
"Untuk apa putriku beristirahat di tempat tersebut sedangkan dia sudah memiliki kamar tersendiri Aku sungguh tak tahu lagi harus berpikir bagaimana." ucap Need
"Sebaiknya kita tidak usah mengatakan apapun lagi sekarang kita sebaik berjalan dan mengikuti mereka yang sudah berjalan di depan agar kita mengetahui persis apakah putrimu ada di sana atau tidak." ucap Deslan sambil melangkah pergi diikuti oleh Need dibelakangnya
Sementara itu di sebuah kamar tempatnya di ruangan di mana Rena dan Mikael berada tampak pasangan tersebut sudah terkapar tak berdaya di bawa selimut yang sama
"Sebaiknya kita menunggu Need dulu biar dia yang membuka pintu dan kita akan masuk agar dia tidak berpikir macam-macam tentang kita." ucap nenek anita yang mengetahui sifat Bagaimana sifat net
David dan Lewi sudah berada ditempat tersebut menyusul deslan dan Need tampak Need dengan ragu-ragu berdiri tepat didepan pintu kamar tersebut yang nampak tak berpenghuni dengan kunci yang berada di luar pintu
Need berusaha sekuat mungkin menempelkan tangannya pada gagang pintu "apa sebaiknya kita tak usah melihat kedalam mungkin saja dia tak ada di dalam karena tak ada suara apapun di dalam." ucap Need sambil melihat semua orang yang ada di sekelilingnya
"Kau tidak boleh seperti itu sebaiknya buka pintu itu biar kami saja yang masuk kau cukup menunggu berita dari kami." ucap ibu Need
Dengan segala kekuatan yang ada Need menutup matanya lalu membuka pintu kamar tersebut Lalu berpaling menghadap ke tembok membiarkan ibunya dan para nenek-nenek durhaka masuk ke kamar meninggalkan para lelaki di luar kamar karena yang lain sudah kembali ke kamar masing-masing
Tampak kamar dalam keadaan gelap gulita nenek Anita langsung menyalakan lampu yang berada tepat di samping pintu saat lampu menyala tampak mereka sangat terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka karena mereka tak menyangka ada jebakan lain setelah merek berhasil menjebak Daren dan Levy semalam .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya