
"Sayang apakah kau bahagia." tanya Mama eni
Rena tersenyum dengan malu kepalanya mengangguk "aku tak percaya aku pikir tadi aku telah menjadi korban penculikan dan pemerkosaan." ucap Rena tanpa malu
Membuat Eni hanya bisa tertawa melihat putrinya yang sangat mirip dengan Need
Sementara di ruang tempat di mana pernikahan akan di langsungkan tampak Untas terkejut begitu melihat pelayanan kembali menata ruangan tersebut seperti pada saat awal pernikahan Daren dan Levy tadi
"Astaga apakah ada yang akan menikah lagi hari ini." ucap Untas sambil melihat sekelilingnya dia mana para keluarga besar sudah berdatangan untuk menyaksikan acara pernikahan Mikhail dan Rena
"kalau di keluarga Guetta memang selalu ada pernikahan ganda dan itu buka hal baru, itu hal biasa yang selalu terjadi ." ucap penghulu sambil memperbaiki kopiah dan sarung miliknya dengan santai
Untas yang mendengar hal tersebut langsung terlihat syok Untas mentap tak perca pada penghulu yang ada di hadapannya bahkan tak ada rasa terkejut atau penasaran di wajah penghulu tersebut dia bahkan sangat santai menunggu dan yakin ada pernikahan selanjutnya
"Astaga sungguh keluarga yang luar biasa." ucap Untas semakin kagum pada keluarga Guetta apalagi pada David
Penghulu yang mendengar perkataan Untas mentap tak percaya pria yang ada di hadapannya ini bisa-bisanya dia merasa kagum dengan hal tersebut rupanya pria di hadapannya ada kelainan pikir pak penghulu
Sementara itu di sebuah kamar tepatnya di dalam kamar mandi tampak pasangan pengantin Baru yang sedang berusaha membuka pintu
"Apa tidak ada cara lain agar kita bisa keluar dari sini." ucap Daren berkata tanpa menoleh ke arah levy yang menyandarkan punggungnya di tembok kamar mandi setelah tadi reselting gaunnya robek sampai ke bawah
"Apa kau tak melihat keadaan ku bagaimana saat ini." ucap kesal Levy
"Apa yang kau lakukan kenapa kau membuka bajumu." tanya Levy dengan suara yang sedikit keras
"Apa kau tak melihat bajuku sudah basah dengan keringat." ucap Daren dengan nada kesal
"Tapi kau kan bisa membasahi tubuh mu dengan air saja tanpa harus membuka baju seperti itu." ucap Levy
"Apa kau gila apa kau ingin aku mati kedinginan lagi pula aku juga hanya membuka baju tak melakukan apapun." ucap Daren santai sambil membuka celana panjang miliknya menyisakan celana pendek
"Hei apa yang kau lakukan kenapa kau membuka semuanya." ucap Levy sambil membuang pandangannya ke arah lain kerena tak ingin melihat bentuk tubuh Daren yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya
"Aku hanya membuka baju dan celana akan hanya manusia biasa jika pans yang cari cara agar bisa kembali dingin." ucap Daren seenaknya karena memang Daren merasa sangat kepanasan apalagi mereka sudah tiga puluh menit di dalam kamar mandi
Levy yang semakin kepanasan langsung menceburkan dirinya di bathtub dengan gaun pengantinnya
"Hei apa yang kau lakukan apa kau bodoh." ucap Daren sedikit garam dengan kelakukan Levy apalagi gaun yang dia kenakan sangat transparan membuat lekuk tubuh Levy semakin tercetak jelas
"Ada apa aku juga kepanasan sama seperti mu aku hanya berusaha mendinginkan tubuhku dengan cara yang benar." ucap Levy percaya diri karena tak menyadari gaunnya transparan dan ada seorang lelaki normal di dalam kamar mandi bersamanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya