
"Ayah apa yang harus kita lakukan sepertinya para pengawal ayah sudah ditangkap." tanya Melia
"Ayo cepat kita harus bergegas kita harus segara sampai ke tengah hutan di mana markas ayah berada." ucap panglima kenda
Sementara itu di sebuah markas di tengah hutan tampak seorang pria sedang tersenyum manis entah apa yang ditunggunya tapi sepertinya dia sedang menunggu seseorang yang akan melewati pintu yang berada tepat di hadapannya
Sementara itu panglima Kenda dan Melia tersenyum senang saat melihat pintu gerbang Markas panglima Kenda
"Ayah apa ayah tak merasa aneh tak ada penjaga satupun di luar markas." tanya Melia
Panglima Kenda berpikir sejenak, tapi dia menepis semua kecurigaannya karena dia yakin tak mungkin bawahannya menghianati dirinya
"Mungkin saja mereka sedang istirahat dan bertukar posisi." ucap panglima Kenda
"Apa ayah yakin kenapa perasanku jadi tidak enak." ucap Melia
"Sudahlah kau terlalu paranoid sekarang ayo kita masuk, sebelu para pengawal pangeran Alvin menemukan kita." ucap panglima kenda
Panglima Kenda membuka pintu markas miliknya, karena suasana yang sedikit gelap membuat panglima Kenda tak menyadari ada seseorang yang sedang duduk di kursi
Tiba-tiba lampu markas menyala, panglima Kenda dan Melia langsung terkejut melihat, pangeran Alvin dan Rendra yang sedang bersantai sambil memakan cemilan
"Selamat datang kembali panglima Kenda dan Melia, kalian pikir aku tidak tau keberadaan Markas mu ya ampun kalian memang orang licik yang bodoh, aku sengaja melakukannya agar kalian terjebak di tempat kalian sediri." ucap Alvin sambil tertawa terbahak-bahak
Sedangkan Melia dan panglima kenda tampak seperti orang bodoh dan linglung melihat Pangeran Alvin dan Rendra
Sementara itu Briana yang sudah naik ke jet pribadinya merasa lega karena Alvin tidak mengalami sesuatu apapun
Pesawat jet pribadi Briana mendarat sempurna di bagian selatan istana Benua dengan cepat Briana Langsung kembali ke istana dan kembali ke kamarnya sedang Bastian yang melihat tingkah laku Kakak kembarnya hanya bisa tersenyum lucu melihat seorang Briana yang sangat licik dan selalu bertindak sempurna, baru pertama kali merasakan dekat dengan lawan jenis selain saudaranya sehingga tak menyadari bahwa dia mengetahui apa yang di lakukan Briana
Bastian pura-pura datang ke kamar Briana untuk melihat keadaannya Briana juga pura-pura terkejut saat kedatangan Bastian
"Astaga maafkan aku yang mengganggu tidur mu Apa kau terkejut melihat aku datang." tanya Bastian pura-pura tidak tahu apapun
"Ada apa kau kemari." tanya Briana yang pura-pura baru bangun tidur
"Aku hanya mengajakmu untuk makan malam, ini sudah lewat jam makan malam." ucap Bastian macari alasan
"Benarkah aku ketiduran sehingga tak menyadari kalau aku belum makan." ucap Briana
"Benarkah pasti kau sangat kelelahan karena itu kau tidur sampai malam seperti ini ." ucap Bastian dengan senyuman
"Sebaiknya kita keluar makan malam." ucap Briana yang hendak bangkit Briana tak sadar bahwa dia belum mengati bajunya, menyadari bahwa dia belum mengati bajunya, Brian kembali menarik selimut miliknya
"Kau keluarlah terlebih dahulu aku ingin ke kamar mandi.' ucap Briana
"Baiklah aku menunggu mu di ruang makan, sebaiknya kau bergegas." ucap Bastian, Brian hanya mengaguk setuju .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya