
Sementara itu Briana yang sedang terlelap merasa terganggu dengan sentuhan ayah David apalagi dia mendengar sayup-sayup suara hanya engan untuk membuka matanya
Sedangkan Alvin yang masih syok dengan kedatangan ayah mertuanya di dalam kamar masih dia mematung mencerna semua yang terjadi tapi setelah mendengar dari mulut Briana yang sedikit terganggu membuat Alvin langsung mengelus kepala istrinya agar kembali tertidur lagi benar saja Briana kembali tertidur Alvin langsung menutup rapat pintu kamar miliknya setelah menghembuskan nafasnya kasar karena kelakuan Ayah mertuanya tapi mau bagaimana lagi dia menikahi seorang wanita yang sangat dicintai oleh ayahnya Alvin lalu naik ke atas tempat tidur dan meraih tubuh istrinya langsung mengecup kening Briana dan memeluknya dengan erat
Sementara itu di ruang tamu tampak suasana sangat hening dan aura membunuh sudah terpancar dari kakek Ajima
"Sel...amat datang ayah." ucap Ayah David terbata-bata dengan wajah masih tertunduk tak berani menatap wajah Ayah mertuanya
"Tak usah berbasa-basi kau pikir aku datang di sini hanya untuk mendengar kata selamat datang dari mulutmu cepat katakan Kenapa kau melakukan ini padaku apakah kau sengaja melakukan ini." tanya kakek Ajima dengan nada ketus
Ayah David menelan silvanya dengan kasar saat mendengar kemarahan kakek Ajima yang ditujukan kepadanya dia kemudian melirik ke arah Mama Erina yang tampak tak bergeming seolah-olah dia tak pernah melakukan kesalahan apapun
"Kenapa kau menatap putriku seperti itu apa kau ingin menyalahkan putriku atas semua ini." tanya kakek Ajima dengan sinis
"Kau pasti yang menekan putriku sehingga dia seperti ini kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan kau telah menikahkan cucu kesayanganku tanpa sepengetahuanku dan kau hanya meninggalkan sebuah surat itupun Kau hanya meninggalkannya di dalam kamarku tanpa menyuruh siapapun untuk membawanya ke tempat area pemburuanku padahal lokasinya cukup dekat dari kerajaan." ucap kakek Ajima dengan nada ketus sambil menatap tajam ayah David
Mama Erina langsung mendekat ke Kakek Ajima "Ayah jangan terlalu emosional sebaiknya Ayah istirahat terlebih dahulu besok pagi kita akan membicarakan lagi masalah ini ayah pasti lelah karena belum sempat beristirahat." ucap Mama Erina
"Kau memang Putri Ayah yang paling pengertian baiklah karena kau yang memintanya ayah akan beristirahat besok pagi Ayah menunggu suamimu di ruang kerjanya." ucap kakek Ajima seraya bangkit dengan di papah oleh Mama Erina menuju kamar yang biasa ditempati oleh kakaknya jika berada di rumah keluarga Guetta sementara itu nenek Anita dan kakek Andre hanya bisa menguping dari jauh apa yang terjadi Mereka tampak penasaran dengan hukuman yang akan diberikan oleh kaki ajima kepada ayah David tapi mereka tampak kecewa karena kakek Ajima belum memberikan hukuman pada ayah David akhirnya mereka kembali ke kamar
Sementara Ayah David yang melihat kepergian mertuanya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sambil mengusap wajahnya kasar dia bingung harus mengatakan apa dia tak mungkin berkata jujur bahwa semua ini adalah perbuatan Mama Erina putrinya sendiri bisa-bisa dia akan dibunuh oleh kakek tua itu karena menuduh sembarangan Putri kesayangannya belum mama Erina yang akan membuatnya tak dapat jatah ini namanya makan buah simalakama....maju mundur kenak.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya