
"Itu bahasa kalbu seorang wanita ibu akan mengerti walaupun hanya ucapan oke-oke dan ia." ucap Mama Erina Santai
"Baiklah aku akan keluar sebentar untuk bertemu Lewis dan yang lain." ucap ayah David Ayah David mengecup pipi dan kening mama Erina setelah itu melangkah keluar menemui para komplotannya yang sudah berada di belakang kebun istana
Sementara di kebun belakang tampak Lewis, need dan desalan sedang duduk santai sambil makan cemilan
"Sepertinya kalian sangat menikmati liburan kali ini." ucap David yang baru saja datang
"Benar ternyata pernikahan Bastian bisa menjadi waktu libur terbaik kita lihatlah suasana istana ini begitu asri dan damai." ucap Need
"Kalian benar aku juga merah kah damai jika berada di istana." ucap David
"Oh ya Kenapa Daren sepertinya sedang melakukan sesuatu." tanya David karena melihat Daren yang pergi keluar istana untuk membeli sesuatu
"Sepertinya dia hendak memberikan hadiah spesial untuk saudara kembarnya karena yena menikah dengan seorang raja sudah pasti dia tidak mudah untuk di temui apalagi mereka tidak tinggal di kota yang sama beda dengan yema yang tinggal satu kota dengannya." ucap Desalan
Semua mengangguk setuju dengan perkataan Desalan
Tak terasa waktu sudah menjelang malam kini Levy bersiap makan malam setelah itu akan ke tempat Daren untuk membantunya
Tempat lain tampak Mama erina sedang memerintahkan salah seorang pelayan di kediaman yang untuk ke kediaman Daren
Daren tampak dari menatap bingung seorang pelayan yang baru saja datang di kediamannya "maaf tuan muda Aku adalah pelayan khusus yang akan membantu." tuan ucap sang pelayan
"Saat ini pelayan tersebut sedang membantu di kediaman Raja Bastian untuk persiapan pernikahan lusa." ucap pelayan tersebut
"Baiklah Malam ini aku ingin kau dan temanku membuat suatu karya seni dengan menggunakan foto-foto yang aku akan berikan sebentar Aku harap kau bisa membantunya." ucap Daren
"Aku mengerti tuan muda." ucap pelayan tersebut sambil menunduk karena yang lama nampak datang seorang diri melihat levy yang baru saja datang di kediamannya Daren langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam
"Baiklah sekarang sudah ada Nona levy Aku ingin kau membatunya untuk membuat sesuatu aku ingin kau membuat foto ini agar menjadi karya seni ini adalah foto Yena yang aku kumpulkan dari dia kecil hingga dewasa." ucap Daren menyerahkan sebuah kotak pada levy
"Baiklah aku mengerti aku akan melakukannya diruang makan saja." ucap Levy
"Baiklah aku akan masuk kedalam kamarku Aku ingin mengerjakan sesuatu tolong kerjakan jika memang nanti kau lelah kau bisa kembali pulang dan melanjutkannya besok." ucap Daren
Daren langsung masuk kedalam kamarnya menghidupkan laptop miliknya entah apa yang dikerjakan sedangkan levy langsung membuat karya seni dengan menggunakan foto-foto Yena dari bayi sampai dewasa di temani pelayan
Pelayan tersebut melihat jam yang ada di tangannya kemudian bangkit dan sepertinya membuat sesuatu di dapur tak berselang lama pelayan tersebut keluar dan langsung menuju kamar Daren
Tok tok tok click "maaf tuan muda ini adalah obat kesehatan dari nenek anda dia baru saja menyuruh saya mengatakannya." ucap pelayang Tersebut sambil meletakan gelas tersebut di hadapan Daren
Daren memeriksa ponselnya benar saja ada pesan dari neneknya agar meminum ramuan tersebut untuk menjaga kesehatannya menurut Daren hal itu tidak aneh karena dia sering diberikan jamu kesehatan oleh sang nenek untuk kesehatan tubuhnya tapi kali ini sepertinya Daren yang jenius tak menyadari bahwa itu bukanlah jamu yang biasa dia konsumsi ramuan tersebut berbeda jauh dengan ramuan yang biasa diberikan oleh sang nenek.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya