
Setelah berada di beli kanan kini untas berada di bilik kiri wangi parfum dari sri bercampur dengan bau dapur yang ada di tubuh Siti setelah selesai mencium bau Siti pak penghulu Langsung kembali mengantarkan Untas ke tempat di mana dia berdiri semula
"Sekarang tentukan pilihanmu bilik kanan atau bilik kiri." tanyak pak penghulu
"Aku memilih bilik kiri." ucap unta tegas sontak saja perkataan Untas membuat pak penghulu sangat terkejut begitupun Sri dia tak menyangka Untas lebih memilih Siti yang tak memiliki bau apapun selain bau dapur dengan dirinya yang sangat harum dengan parfum kualitas mahal
"Apa dia kehilangan Indra penciumannya sehingga dia tak bisa mencium bau parfum yang ada di tubuh ku." ucap Sri dalam hati
Sementara Siti cukup terkejut dengan pilihan Untas dari awal sampai menuju babak kedua ini dia bingung kenapa pria yang tampan dan kaya seperti Untas memilihnya bukan memilih sang kakak yang sudah dia lihat secara langsung dari pada dirinya yang tertutup
"Apa anda yakin memilih bilik kiri dan bukan memilih bilik kanan." tanya pak penghulu
"Ya aku yakin sepenuhnya aku memilih bilik kiri." ucap Untas
"Baiklah sekarang tantangan terakhir silakan berjalan menuju wanita yang anda inginkan untuk menjadi istri anda." ucap pak penghulu
Untas langsung berjalan ke arah bilik kiri di mana Siti berada dia sudah menghitung semua gerakan yang dilakukan tadi saat pak penghulu membawanya ke bilik kiri tanpa sepengetahuan semua orang Untas mengunakan benda yang disembunyikan di sepatunya agar mempermudahnya langkahnya untuk menuju pada Sri yang sudah dipasangkan sebuah alat tanpa sepengetahuan siapapun sungguh otak licik Untas Sudah tak tertolong lagi
Dengan langkah santai tapi pasti untas berjalan menuju ke arah Siti membuat Sri sangat marah dia menatap tajam ke arah Siti tanpa banyak kata sri langsung berjalan ke arah bilik Siti menyuruh Siti ke biliknya apk penghulu tak bisa mencegah hal tersebut karena Sri bergerak cepat Sri berharap saat bertukar tempat Untas akan memilihnya tapi saat mereka sudah bertukar tempat tanpa mereka ketahui Untas pun beralih berjalan ke bilik kanan di mana Siti berada sekarang mengantikan Sri hal tersebut membuat sri langsung terbelalak melihat kejadian tersebut ingin bertukar sayang sudah terlambat karena Untas sudah berada di hadapan Siti dan membuka penutup mata miliknya
Untas tersenyum melihat Siti yang terkejut saat Untas berada di hadapannya "sekarang sudah jelas aku memilih wanita ini sebagai istriku ucap Untas sambil melihat ke arah siti
Sri melihat pemandangan tersebut mengepalkan tangannya menatap benci pada Siti dan untas kemudian beralih melihat ayahnya "semua ini gara-gara ayah." ucap Sri lalu masuk ke dalam kamarnya
Pak penghulu tersenyum sumringah saat mengetahui bahwa Untas Memang dari awal sudah memilih Siti bukan memilih Sri
"Baiklah sesuai janji kepadamu bahwa aku akan menikahkan anak gadisku siti kepadamu tapi sebelum kalian menikah Aku ingin kau melamar putriku secara baik-baik bersama kedua orang tuamu." ucap pak penghulu saat mereka telah duduk kembali di ruang tamu
"Baiklah itu bukan perkara yang sulit karena kedua orang tuaku memang sudah menginginkan seorang menantu." ucap Untas
"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu ini sudah sangat siang." ucap penghulu Mereka pun bangkit masuk ke dalam ruang tengah untuk makan
Untas mencicipi makanan yang dibuat oleh calon istrinya dengan wajah yang sulit diartikan tampak Untas melahap makanan tersebut dengan rakus membuat penghulu dan Siti hanya bisa tersenyum melihat adegan tersebut sementara itu Sri yang berada dalam kamar sangat kesal karena tak berhasil di pilih pria kaya dan tampan seperti untas, tapi malah siti yang mendapatkannya padahal selama ini setiap pria yang melihatnya pasti akan terpesona padanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya