Princess Briana

Princess Briana
193



Kini Brian sudah keluar dari ruang ganti milik Alvin dengan pakain milik Alvin, tampak Alvin sangat terpesona melihat Briana yang memakai pakaiannya yang nampak kebesaran sebatas lutut Briana tapi membuat Briana terlihat mengemaskan


Alvin beberapa kali menelan silvanya melihat tubuh Briana yang sangat seksi tadi rencana hanya ingin mengerjai Briana membuat Briana menemaninya tidur sambil berpelukan, tapi setelah melihat penampilan Briana membuatnya khawatir dia tak bisa menahan hasratnya pada Briana


Otak Alvin sudah travelling ke mana-mana saat melihat Briana menggunakan pakaian miliknya Apa isi otak Alvin sepertinya semua yang ada di otak Alvin saat ini hanyalah pikiran mesum


Briana nampak malu-malu keluar dari ruang ganti apalagi melihat Alvin yang menatapnya tampa berkedip sedikitpun membuat wajah Briana semakin merona


"Kenapa kau melihatku seperti itu apakah ada sesuatu yang salah." tanya Briana


Alvin hanya tersenyum lalu menepuk sisi tempat tidur yang kosong "kemarilah sayang lebih dekat aku tak menyangka kau bisa secantik ini hanya dengan menggunakan baju milikku." ucap Alvin


"Ya kalau orang pada dasarnya cantik mau pakai baju apa saja tetap akan cantik." ucapa Briana penuh percaya diri menutup kegugupannya saat berhadapan dengan Alvin


Briana tampak ragu mendekat pada Alvin satu sisi dia kurang nyaman berdekatan dengan baju yang menurutnya sangat minim tapi di sisi lain dia juga kasihan pada Alvin yang sakit apalagi dalam hal berdekatan dengan lawan jenis Briana termasuk wanita yang polos


Wanita yang pertama kali jatuh cinta tak akan pernah berpikiran negatif selalu berpikiran positif pada kekasihnya itulah yang saat ini Briana rasakan sebagai wanita yang sedang jatuh cinta


"Sayang kemarilah aku ingin memelukmu Aku hanya ingin memelukmu sambil tidur kau kan tau saat ini badanku kurang sehat." ucap alvin merayu Briana yang terlihat ragu untuk berjalan menuju Ranjang dimana Alvin berada


Begitu Briana mendekat Alvin langsung menarik tangan Briana yang masuk ke dalam pelukannya sungguh alvin sangat bahagia walaupun dia berbohong tentang penyakitnya agar bisa lebih lama bermesraan dengan Briana tapi Alvin sangat bahagia karena ayah David sedang dalam perjalan menuju kerajaan benua membuat Alvin lebih leluasa bersama Briana


Sementara itu di sebuah perusahaan tepatnya di sebuah ruangan tampak Untas sedang mondar-mandir sambil berpikir apa yang harus dilakukan apalagi dia sangat mengkhawatirkan kondisi bosnya yang katanya sedang sakit


"Apa aku menemani Alvin saja di rumah sambil bekerja di sana aku yakin pasti dia sedang kesepian di rumah." pikir Untas


"Tapi tadi dia mengatakan untuk tidak mengganggunya sampai dia menelepon aduh apa yang harus aku lakukan apa dia sedang istirahat dan tak ingin diganggu itulah mengapa dia menyuruh ku untuk ke perusahaan dan menunggunya sampai dia menelpon baru aku bisa ke tempatnya." pikir Untas


Saat masih mempertimbangkan untuk pergi apa tidak ke rumah Alvin seseorang mengetuk pintu ruang kerja untas


Tok...tok...tok pintu pun terbuka tampak sekretaris Alvin membawa beberapa berkas, maaf tuan rapat akan segera di mulai." ucap sekertaris Alvin


"Baiklah aku mengerti ucap Untas sambil berdiri menuju ke ruang rapat diikuti oleh sekretaris Alvin


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya