Princess Briana

Princess Briana
318



"Tapi Tuan Aku juga ingin merasakan malam pertama bersama dengan seorang wanita yang kata orang adalah surga dunia apa Tuan ingin aku mati menjadi hantu perjaka tua." ucap Untas


Mendengar ucapan untas spontan membuat Alvin langsung tertawa terbahak-bahak "sudahlah sekarang kau keluarlah jemputlah kedua orang tuamu sebentar malam kau akan mengadakan acara lamaran di kediaman." ucap Alvin sambil mendorong Untas keluar dari ruangan miliknya


Sementara itu di kediaman pak penghulu tampak para pelayan yang diberikan tiket untuk liburan selama dua hari langsung membereskan barang-barangnya dan keluar bahkan bis sudah menunggu mereka di halaman rumah pak penghulu setelah kepergian bis yang mengangkut para pelayan dan penjaga rumah tiba-tiba datang dua buah bis beberapa orang langsung turun ke kediaman pak penghulu langsung mengambil alih tugas masing-masing di dalam kediaman pak penghulu


Sementara itu pesawat yang di tumpangi oleh kedua orang tua Untas sudah mendarat dengan sempurna tampak ke dua orang tuanya dan beberapa pengawal di belakang Mereka


Melihat kedua orang tuanya orang tua untuk langsung memeluk putra semata wayangnya ayo ayah ibu masuk beberapa mobil sudah ikut di belakang untas tuntas langsung mengantarkan kedua orang tuanya Oke salah satu hotel terbesar di kota A


Begitu mereka tiba di hotel Untan dan kedua orang tuanya langsung dibawa ke sebuah kamar pribadi kini ketika orang tersebut sedang berada di dalam kamar


"Apa benar kau akan menikah Ibu sungguh tak percaya kau akan menikah biasanya kau akan menolak setiap wanita yang Ibu sedorkan." ucap Ibu untas


"Ayah juga tak percaya bahwa kau akan menikah secepat ini oh Tuhan Ayah bersyukur menghukummu dengan menjadi asisten Tuan Alvin ternyata hasilnya lebih dari dugaanku." ucap ayah Untas


Untas memutar bola matanya jengah mendengar perkataan kedua orang tuanya walaupun memang dia sempat tak berniat menikah tapi melihat keluarga Guetta yang bahagia dengan pasangan masing-masing apalagi sang bos yang suka pamer kemesraan membuatnya ingin merasakan bagaimana pernikahan Apalagi setelah melihat Siti semakin besar keinginan Untas untuk segera menikah


"Ya dan sebaiknya ayah dan ibu istirahat karena sebentar malam Kita akan ke rumah tuan iman untuk melamar putri bungsunya yang bernama Siti." ucap Untas


"Kapan kau akan kembali untuk melanjutkan bisnis ayah." tanya ayah Untas


"Bukannya Ayah bilang hukumanku selama 5 tahun bekerja bersama Tuhan Alvin setelah itu aku baru bisa kembali itupun Aku tidak tahu apakah ayah akan mau mempercayakan bisnis ayah padaku." ucap Untas menatap sinis ayahnya


"Kau itu terlalu baperan Bagaimana bisa kau percaya bahwa ayah akan menyiksamu selama 5 tahun dan tak menyerahkan bisnis Ayah padamu kau adalah satu-satunya keturunan Ayah." ucap Ayah unta sambil tertawa


Untas tak menanggapi apa yang dikatakan ayahnya dia bergegas keluar dari kamar kedua orang tuanya karena dia harus membeli sesuatu untuk dibawa ke kediaman


Sementara itu di kediaman pak penghulu tampak Sri datang ke kamar Siti setelah sudah berada di dalam kamar Siti, Sri kemudian menawarkan batuan pada Siti dia akan membantu Siti untuk bersiap tapi pada saat sri menawarkan diri untuk membantu Siti sebuah ketukan pintu dari luar membuat mereka berdua langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar siti, Siti berjalan dan langsung membuka pintu kamar tersebut tampak di depan pintu tiga orang wanita tersenyum padanya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya