Princess Briana

Princess Briana
74



Nafsu Rendra lebih besar dari pada rasa kasihan yang pada Yuma apalagi es lilin nya sudah masuk sempurna ke lubang donat milik Yuma membuat Rendra tak mungkin mundur kembali


Rendra mencium bibir Yuma mengalihkan rasa sakitnya dan membuat es lilin bisa memberikan rasa nyaman pada donat milik yuma sebelum melakukan aksi maju mundur cantik


Merasa Yuma sudah bisa menerima es lilin miliknya Rendra mulia bergerak maju mundur sambil terus mengalihkan rasa sakit Yuma menjadi rasa nikmat membuat Yuma semakin menggila di bawah Kungkungan tubuh Rendra kini di dalam kamar tersebut hanya suara ******* yang terdengar


Sedangkan di ruang kerja tampak Alvin sedang berpikir apa yang harus dia lakukan jika kembali ke kota A dia akan mempersiapkan diri sebelum kembali ke kota A dia haru merebut tahta kerajaan Santos terlebih dahulu


Sementara itu Ratu Elenor yang sudah sadar nampak sangat lemah di ruang perawatan


"Ibu bagaman keadan mu apakah ada yang sakit." tanya james sambil memegang tangan ibunya


Ratu Elenor tampak ingin berbicara tapi sepertinya dia tak sanggup apalagi alat bantu bernapas menghalangi ratu Elenor untuk bicara


"Sebaiknya ibu jangan bicara dulu ibu harus beristirahat." ucap James


"Ayah .... pangil Ratu Elenor membuat jendral konda Langsung menoleh melihat putrinya yang sedang terbaring tak berdaya


"Ada apa sayang kau harus beristirahat aku akan mencari cara agar tuan Rahardi mau memberikan kita waktu untuk melunasi hutang kita ." ucap jendela konda


Ratu Elenor menatap ayahnya dengan intens dan kemudian mengaguk kemudian kembali tak sadarkan diri


Sementara di luar Tampak Melia datang bersama ayahnya untuk melihat kondisi Ratu tapi para pengawal menahan mereka karena perintah dari jendela Kendo


"Maaf jenderal Deki dan selir Melia karena tak bisa mengijinkan kalian masuk untuk menjenguk." ucap pengawal Ratu


"Saat ini kondisi Ratu belum bisa di jenguk jadi mohon pengertiannya Jendra dan selir." ucap pengawal tersebut


Membuat jendral Deki dan permaisuri Melia terpaksa kembali karena tak dapat melihat Ratu


Sementara itu di kediaman Alvin tampak Briana yang sedang duduk di taman belakang rumah sedangkan kakek Rendra yang melihat hal tersebut langsung Tersenyum lalu keluar dari kamarnya dia ingin bertanya pada pada Briana karena merasa sangat penasaran kenapa wajah Briana sangat mirip dengan cinta pertamanya


Sedangkan Alvin yang melihat Briana dari jendela tersenyum melihat Brian yang sedang melihat bunga yang sedang bermekaran tapi senyum Alvin Langsung meredup begitu melihat kakak Rendra berjalan ke arah Briana


Alvin Langsung berlari keluar dari ruangannya menuju ke arah taman di man Briana sedang bersantai, Alvin dan kakek Rendra saling menatap tajam saat mereka saling bertemu di pintu masuk taman bunga


"Hai anak muda cepat kau mundur aku mau lewat, kau menghalangi langkah ku." ucap kakek Rendra yang sudah berada di depan pintu masuk tapi saat masuk entah darimana tiba-tiba Alvin sudah berada di depannya


"Maaf kakek sepertinya aku terjepit.' ucap Alvin mencari alasan agar kekek Rendra tak bisa masuk ke dalam taman tersebut


"Alasan saja aku tau pasti kau cemburu kau takut dia lebih memilih diriku daripada dirimu." ucap kakek Rendra


"Siapa yang cemburu memang aku terjepit." ucap Alvin yang masih mencoba untuk beralasan


"Dasar Cemen gitu aja pake acara pura-pura kejepit segala." ucap kakek Rendra mendengus sebal


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya