Princess Briana

Princess Briana
21



Silvia Langsung duduk di kursi yang sudah di pesan James, mata James tak sengaja melihat Galang bersama seorang wanita cantik siapa lagi kalau bukan Yema


James menatap kedua pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara tersebut tatapannya tampak bingung dia terus melihat Galang dengan tatapan yang sulit diartikan


Sedang Silvia sibuk dengan dunianya sendiri, James Tersenyum sumringah saat mendapatkan ide untuk mendekati briana


Silvi langsung mengalihkan pandangannya setelah memesan makanan yang akan dimakan dengan James, "Kenapa wajah sepertinya bahagia sekali apa kau sedang menemukan harta Karun." tanya Selvia membuat James Langsung menatap Silvia dengan senyuman yang sulit di artikan


Galang dan Yema menikmati makan malam mereka dengan sangat bahagia, dan mereka akan lebih bahagia lagi setelah malam ini


Setelah makan malam Galang Langsung mengantarkan Yema pulang setelah itu dia bergegas pulang


Galang sangat bahagia, Galang masuk ke dalam kamarnya, tapi saat dia hendak tidur tiba-tiba ada yang mengetuk, Galang bangkit tampak briana dengan baju tidur imut


"Ada apa sayang." tanya Galang


"Kakak nonton yuk aku pengen di temani nonton di ruang tengah." ajak Briana


Galang mengaguk setuju, mereka lantas Langsung ke rumah tengah untuk menonton


Mereka nonton dengan canda tawa, tapi tawa mereka terhenti saat Desalan datang dengan wajah yang sulit di artikan dan mengajak Galang untuk berbicara


Sementara itu James yang sudah berada di hotel tampak memikirkan sesuatu


Silvia yang sudah berganti baju seksi langsun memeluk James dari belakang, " sayang apa yang kau pikirkan, kapan kita akan kembali ke istana Santos aku sudah tidak sabar untuk tinggal di dalam istana." ucap Silvia


James Tersenyum tipis, "itu tergantung bagaimana aksimu malam ini dan besok dalam memuaskan ku." ucap James sambil menatap nakal pada Silvia yang terlihat sangat seksi


Sedangkan Alvin setelah berburu langsun kembali ke villa miliknya untuk istirahat


Pagi hari menjelang kehebohan terjadi di kediaman keluarga David membuat semua keluarga berkumpul termasuk Briana yang terpaksa meminta ijin untuk tak masuk ke kantor hari ini


Sedangkan Alvin yang bersiap-siap hendak kembali merasa ada yang kurang saat dia akan memasuki mobil miliknya sesaat kemudian dia teringat asistenya yang dia lupakan di tengah hutan saat dia berburu


Alvin Langsung menghubungi anak buahnya untuk melepaskan Rendra, Rendra yang tersadar sudah pagi sangat terkejut karena tak ada siapapun di tempatnya di ikat


Tapi untung saja para pengawal Alvin datang dan membebaskannya, "maaf tuan di tunggu bos di mobil." ucap salah satu pengawal


Rendra mendengus sebal berjalan menuju mobil, bisa-bisanya bos laknatnya tersebut melupakannya di tempat seperti itu Untung saja semalam tak ada binatang buas kalau tidak kini dirinya pasti tinggal nama saja


Rendra masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut, Alvin yang melihat hal tersebut merasa gemas pada asistenya, tidak mungkin juga akan terjadi sesuatu yang buruk pada asistenya apalagi kawasan hutan tersebut adalah miliknya dan di jaga oleh banyak penjaga


"Kau kelihatan tambah jelek lihatlah wajah mu itu." ucap Alvin


Kenapa mengajakku pulang, tidak sekalian saja meningalkan ku di sana." ucap Rendra mode ngambeknya


Alvin terkekeh geli melihat asistenya yang ngambek seperti anak perawan, " bagaimana kalau aku membagi sarapan buatan briana sebagai permintaan maaf ku padamu." ucap Alvin


Mendengar Alvin menyebut masakan Briana membuat, membuat Rendra menelan Silvanya apalagi dari semalam dia belum makan


"Baiklah aku akan berbesar hati karena bos sudah baik padaku." ucap Rendra


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya